Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Malam Pertama di Perantauan


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Kala senja datang menghampiri. Tandanya kebersamaan dengan orangtua pun hanya sampai disini. Ibu Renata dan mamah Lisa harus meninggalkan anak-anak mereka di perantauan sendiri. Mereka akan kembali ke kampung halamannya.


Berat memang jika harus melepaskan satu sama lain. Akan tetapi, ini yang terbaik. Renata dan Lisa harus belajar hidup mandiri. Apalagi mereka memiliki tujuan disini. Ada impian yang harus mereka raih. Dan adapula harapan yang harus mereka wujudkan.


Selepas sholat asar, ibu Renata dan mamah Lisa segera berkemas untuk pulang.


"Renata dan juga Lisa..., jaga diri baik-baik disini yah. Jangan lupa sholat, ngaji dan makan. Jaga kesehatan juga. Ibu akan selalu mendoakan kalian dari rumah," nasihat ibu Renata sembari merangkul putrinya dan Lisa. Yang kemudian disusul oleh mamah Lisa.


Tangis harupun pecah seketika, dikamar kos baru itu. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Selain ucapan perpisahan.


"Mah...," ucap Lisa yang masih memegangi tangan mamahnya.


"Tidak apa-apa Lis, pertama memang seperti ini. Nanti lama kelamaan juga akan terbiasa kok. Kan disini juga ada Renata. Jadi kamu ga sendirian," ucap mamah Lisa.


"Iya mah, belum apa-apa Lisa sudah rindu sama mamah. Soalnya, selama ini kita kan selalu bersama. Padahal baru kali ini ajah kita akan tinggal beda atap. Tapi rasanya seperti sudah bertahun-tahun," ucap Lisa sedih.


"Benar kata tante Nessa Lis, lama kelamaan kamu pasti bisa kok menyesuaikan dengan lingkungan sini. Ini baru awal Lis, perjalanan masih banyak. Buang sifat kekanak-kanakan kamu. Belajarlah untuk menjadi dewasa dan mandiri. Ayo semangat," timpal Renata menyemangati.


"Kamu benar Ren," ucap Lisa sembari menghapus air matanya.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang dulu yah. Nanti kapan-kapan, kalau ada waktu senggang kita jengukin kalian disini," ucap mamah Lisa yang telah siap dengan kunci mobilnya.


"Hati-hati dijalan yah bu, tante," ucap Renata sembari menyalimi tangan mereka. Disusul juga oleh Lisa.


Kini mobil fortuner putih itu pun, telah pergi meninggalkan kos Arimbi. Dilihatlah terus mobil itu oleh Renata dan Lisa. Sampai sudah tidak nampak lagi oleh indra penglihatan mereka.


"Yah..., sepi yah Ren. Tinggal dikosan cuma berdua," ucap Lisa.


"Siapa bilang kita cuma berdua. Kita kan punya tetangga kos Lis. Mungkin sekarang sepi, tapi nanti juga lama kelamaan ramai kok Lis. Kalau kita sudah saling mengenal antar tetangga kos. Lebih-lebih kalau nanti kita sudah masuk kuliah. Pasti lebih seru, karena teman kita lebih banyak," ucap Renata menyemangati.

__ADS_1


"Iya juga sih Ren. Tapi kan tetap saja...," ucap Lisa.


"Udahlah ga usah tapi-tapian. Lebih baik kita mandi udah sore banget nih bentar lagi maghrib. Habis maghrib nanti, kita keluar beli makan," ucap Renata tegas.


"Yaudah yuk, aku mandi dulu yah. Habis itu kita keluar," ajak lisa penuh semangat


"Hmmm, dasar Lisa. Giliran masalah keluar atau jalan-jalan responnya cepat," ucap Renata sedikit kesal.


Renata dan Lisa pun telah selesai mandi dan ganti baju.


Adzan maghrib telah berkumandang. Serentak Renata dan Lisa mengambil air wudhu secara bergiliran. Kemudian menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.


Selesai sholat, lanjutlah mereka keluar untuk membeli makan malam. Ditelusurinya sepanjang jalan setapak yang masih terasa sangat asing bagi mereka. Di sepanjang jalan banyak sekali para pedagang yang menjajakan jualannya.


Bukan cafe ataupun rumah makan. Mata Renata tertuju pada sebuah gerobak yang diterangi oleh lampu petromax. Dengan Suara kompor gas yang membara dan sesekali suara spatula yang dipukul-pukulkan ke pinggir wajan. Yang menjadi pertanda tersendiri bagi penggemar nasi goreng bahwa makanan kesukaan mereka telah berada di dekat mereka.


"Lis, ada nasi goreng tuh didekat sana, mau ga?" ucap Renata sembari menunjuk ke arah bapak-bapak penjual nasi goreng.


"Yuk kita samperin," ajak Renata.


Sampailah mereka ditempat pangkalan penjual nasi goreng. Namanya nasi goreng Pak Sedap. Meski berada di pinggir jalan, akan tetapi tempatnya cukup nyaman, apabila digunakan untuk makan.


Setiap hari, nasi goreng Pak Sedap selalu ramai oleh pengunjung. Dimana pengunjungnya, mayoritas kaum mahasiswa. Karena letaknya yang berada di area kampus. Akan tetapi, adapula yang bukan mahasiswa.


Harganya pun sangat bersahabat dengan porsinya yang melimpah. Serta untuk nasi gorengnya sendiri ada lima menu. Mulai dari nasi goreng ayam, babad, daging, telur dan original. Bisa dipilih sesuai selera pengunjung.


Dan untuk pemberian nama lapaknya, diambil dari nama bapak penjualnya sendiri, yaitu Sedap. Namanya memang sangat unik. Makanya jadi ciri khas tersendiri untuk para pengunjungnya.


"Pak, saya pesan nasi goreng ayamnya dua yah, minumnya air putih dua juga," ucap Renata kepada pak Sedap.


Setelah beberapa menit menunggu, datanglah nasi goreng pesanan mereka.


"Emmm," ucap Lisa yang mulai memasukkan sesuap nasi goreng ke mulutnya.

__ADS_1


"Gimana rasanya Lis?" tanya Renata penasaran.


"Sedap Ren," jawab Lisa sembari mengacungkan ibu jarinya.


Karena sudah sangat penasaran, Renata pun segera mencicipi nasi goreng miliknya.


"Emang bener-bener sesuai namanya Lis. Sedap...," ucap Renata yang masih mengunyah makanannya.


"Benar banget Ren. Nasi goreng Pak Sedap, rasanya pun sedap..., sedap..., sedap..., triple sedap pokoknya," ucap Lisa memuji.


Mereka pun sangat menikmati nasi goreng buatan pak Sedap. Perlahan dihabiskannya nasi goreng itu dengan sangat lahap. Sampai-sampai piring keduannya pun bersih tanpa ada sebutir nasipun yang tersisa.


Perjalanan mereka mencari makan malam, tidak sampai disini saja. Karena selesai makan mereka tidak langsung kembali kekosan. Kabetulan ada salah seorang pengamen yang menghampiri mereka. Pengamen laki-laki berwajah manis itu, menyayikan sebuah lagu untuk mereka.


Suaranya sangat merdu. Dia menyanyikan lagu melow yang membuat Lisa tak sengaja meneteskan sedikit air mata. Apalagi kan baru saja dia berpisah dari orangtuannya. Jadi masih terbawa suasana.


Tak lama pengamen itupun selesai dengan lagu yang dinyanyikannya . Renata dan Lisa memberikan sedikit uang untukknya. Setelah itu, mereka membayar nasi goreng dan kembali ke kosannya.


Sesampainya dikos, mereka mempersiapkan berkas-berkas yang akan dibawannya ke kampus besok. Besok adalah hari pemberkasan atau registrasi ulang untuk mahasiswa baru. Hal ini juga yang membuat Renata dan Lisa berangkat lebih awal ke Jakarta.


Padahal kalau dilihat dari tanggal kuliahnya, masih ada satu minggu lagi untuk bisa menikmati waktu di rumah. Akan tetapi, maklumlah namanya juga mahasiswa baru. Ada beberapa yang perlu dilakukan untuk meresmikan diri menjadi mahasiswa dikampus itu. Seperti pemberkasan atau registrasi ulang dan tes kesehatan.


Setelah dirasa semuannya siap. Dilanjutlah mereka sholat isya, cuci muka dan gosok gigi. Kemudian mulai membaringkan badannya diatas kasur bed yang baru pertama kali mereka coba.


Lampu kamar pun telah berubah menjadi remang-remang. Suara obrolan mereka lama kelamaan sudah tidak terdengar lagi. Suasana menjadi hening dan sepi. Mereka sudah terbawa dalam mimpinya.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2