
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Saat memulai aktivitas di pagi hari tubuh masih bersemangat karena baru bangun tidur. Berbeda halnya ketika matahari sudah berada di atas kepala. Cuaca terasa panas membuat tubuh mulai merasa tidak nyaman hingga letih karena beraktivitas.
Dengan langkah cepat, Renata meninggalkan ruang kelas bersama Sandra. Menuju ke tempat dimana mobil Sandra diparkirkan. Rencananya Sandra ingin mengajak Renata ke sebuah cafe untuk memesan minuman.
Langkah mereka terhenti sebelum sampai di parkiran. Renata mengambil HP nya yang bergetar kasar di dalam tasnya. Untuk memastikan siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Dibukanya HP itu dan terlihat ada satu pesan masuk dari Yudha.
"Siang ini aku tunggu di gedung kewirausahaan kampus. Aku ingin mentraktir kamu, Lisa dan teman yang menjemputmu tadi pagi, makan es krim bersama," isi pesan dari Yudha.
"Ada apa Ren?Ada sesuatu yang penting yah? tanya Sandra khawatir.
"Enggak..., ini Yudha ngajak kita buat makan es krim. Katanya dia mau mentraktir kita," jawab Renata yang masih memainkan ponselnya.
"Wah baik banget dia. Tapi emang benar, aku juga diajak Ren? Kan aku belum sempat kenalan sama dia," tanya Sandra memastikan.
"Nih kalau ga percaya," jawab Renata menyodorkan HP nya dan memperlihatkan isi pesan dari Yudha kepada Sandra.
"Asik nih kalau gitu. Gas ah, jangan pake lama," ajaknya bersemangat.
"Bentar San, nunggu Lisa," ucap Renata menahan Sandra yang hendak melanjutkan langkahnya ke parkiran.
"Oh iya yah," ucap Sandra mengeplak jidatnya.
Dari kejauhan, sudah terlihat Lisa yang berjalan mendekati mereka. Siang ini, Lisa juga sudah tidak ada mata kuliah lagi. Sehingga Lisa diajak untuk ikut pergi bersama mereka.
"Hai Ren, hai San. Kita jadi ke cafe kan?" tanya Lisa antusias.
"Ga jadi Lis, ada yang lebih seru lagi. Kita mau ditraktir Yudha makan es krim. Yuk ah," jawab Sandra menarik tangan Renata dan Lisa, serta membawa mereka menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya.
Sampailah mereka di gedung kewirusahan. Karena masih berada di area kampus, jadi tidak memerlukan waktu yang lama untuk menjangkaunya. Mobil Sandra telah terparkir rapi di depan kedai es krim. Mereka segera turun dari mobil dan menuju ke kedai itu.
Kedainya masih terlihat baru dan bagus. Temboknya berwarna putih dengan pot-pot bunga menghiasi depan kedai. Jendela kaca besar mengekspos ruangan di dalamnya yang terlihat sangat nyaman. Mereka membaca tulisan besar di depan atapnya yang datar. Dan melangkah masuk ke dalamnya.
Kedai es krim yang satu ini adalah salah satu yang sedang hits khusunya untuk anak-anak muda. Produk yang diunggulkan merupakan varian rasa yang dihadirkan oleh kedai tersebut.
Kedai es krim ini selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Selain menawarkan rasa yang enak, tempat ini juga menyediakan banyak tempat duduk untuk nongkrong dan ngerumpi bareng teman-teman.
__ADS_1
Di dalam sudah ada Yudha yang menunggu di meja bagian tengah paling depan. Yang dekat dengan kasir. Lambaian tangannya menjadi kode agar mereka duduk bersamanya.
"Maaf yah Yud, sudah membuatmu menunggu lama," ucap Renata merasa tidak enak dengannya.
"Enggak papa Ren, aku juga barusan datang kok," ucap Yudha melebarkan senyumnya dan mempersilahkan mereka duduk.
"Oh ya kenalin aku Sandra. Makasih sebelumnya udah mengajakku juga," timpal Sandra dengan ramah sembari menjabat tangan Yudha.
"Sama-sama Sandra. Kenalin juga aku Yudha. Ga usah sungkan yah sama aku. Biasa ajah. Aku tahu kamu teman baik Renata dan Lisa. Itu berarti kamu juga teman baikku. Makanya aku juga mengajakmu kesini," ucapnya panjang.
"Tumben Yud, ada angin apa kamu traktir kita?" tanya Lisa penasaran.
"Enggak ada apa-apa sih sebenarnya. Cuma yang aku tahu dari Renata, kalau siang ini kalian sudah tidak ada jam kuliah lagi. Dan cuaca hari ini juga sangat mendukung. Makanya aku inisiatif ajah ajak kalian makan es krim. Sekalian nyobain kedai es krim yang lagi hits ini," jawab Yudha menjelaskan.
Seorang pianis laki-laki memainkan lagu cinta bertempo lambat. Pelayan wanita dengan baju terusan selutut datang ke meja mereka memberikan buku menu.
Selesai memesan, mereka menunggu sambil mengobrol. Apalagi ada Sandra yang selalu bisa mencairkan suasana dan memberikan keseruan di sela-sela obrolannya. Selain baik, Sandra memang anak yang mudah bergaul dan juga humoris.
"Permisi kak..., ini pesanannya," ucap pelayan wanita itu membawa sebuah nampan berisi empat cup es krim yang siap untuk dinikmati.
"Oh iya, makasih kak," jawab Renata dengan senyuman yang dibarengi oleh Lisa, Yudha dan Sandra.
"Sudah cukup kak. Terimakasih...," jawab Lisa.
"Kalau begitu saya permisi dulu kak. Kalau ada tambahan lagi bisa menghubungi kami di sebelah sana," ucapnya sambil menunjuk ke bagian pemesanan dan kasir.
Mereka pun mulai menikmati es krim dengan berbagai varian rasa yang ada di masing-masing cup.
"Emmm, es krimnya lembut dan manisnya juga tidak maksa," ucap Sandra memuji.
"Liat tuh Renata sampai belepotan kemana-mana. Haha...," lanjut Sandra meledek.
Yudha yang mendengar ucapan Sandra, langsung menatap ke arah Renata. Ternyata benar, ada sisa es krim yang menempel disudut bibir kanan Renata. Dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku kantong celananya. Di lapnya sisa es krim itu, dengan sentuhan tangannya yang lembut.
Renata sontak terdiam, matanya menatap tajam kearah Yudha. Mulutnya berhenti mengunyah. Tangannya yang masih memegang es juga berhenti bergerak. Dan badannya pun mematung. Jantungnya berdetak lebih cepat. Ada getaran dihati yang tidak seperti biasanya dia rasakan.
Yudha yang masih mengelap bibir Renata, sesekali menatap kearahnya. Diamaatinya wajah wanita yang disukainya itu dengan penuh cinta dan perhatian.
"Ehemmm," ucap Sandra mengagetkan dengan menepuk kedua telapak tangannya didepan wajah Renata dan Yudha yang masih saling bertatapan.
__ADS_1
"So sweet banget sih kalian, serasa dunia milik berdua ajah. Iya ga Lis...," lanjutnya menyenggol pundak Lisa yang duduk disebelanya.
"I...iya San," jawab Lisa dengan mulut terbata-bata.
"Kalian berdua tuh cocok tau. Kenapa ga jadian ajah sih," ucap Sandra membujuk.
"Apaan sih, San. Kamu tuh yang sok tau," timpal Renata.
"Oh ya, makasih banyak yah Yud. Nanti sapu tangannya aku bawa ke kos ajah. Biar sekalian aku cuci," lanjut Renata.
"Ga usah Ren, gak papa kok," ucap Yudha santai.
Lisa yang melihat kejadian itu pun, hanya berdiam diri dan mengunci mulutnya. Matanya terasa pedih, ditambah telinganya yang memanas mendengar ucapan Sandra. Perasaan yang sudah sedari tadi dia tahan, kini memuncak. Dia lebih memilih untuk meninggalkan mereka dan pergi ke toilet tanpa pamit. Dia menangis dan mengeluarkan segala kegundahan hatinya disana.
Traktiran hari ini pun telah selesai. Yudha menuju ke kasir untuk membayar semua tagihan es krim yang dipesan dia dan teman-temanya. Mereka yang hendak meninggalkan tempat itu pun baru sadar, kalau ternyata Lisa tidak ada bersama mereka.
"Lisa mana yah?" tanya Renata khawatir.
"Oh iya, kok dia ga ada yah," timpal Sandra.
"Nah itu dia," ucap Yudha menunjuk ke arah Lisa yang berjalan dari arah toilet.
"Ya ampun Lis, darimana ajah kamu? Kok ga ijin sih sama kita?" lanjut Renata.
Gimana mau ijin, kalian ajah ga memperhatikanku.
"Iya maaf, maaf," lanjutnya menjawab.
"Lah ini mata kenapa Lis, kok kaya habis digigit seranggga, hehe...," ledek Sandra.
"Udah yuk keluar," ajak Lisa mengalihkan pembicaraan.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐
__ADS_1