
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
๐บ Kos Arimbi ๐บ
"Assalamualaikum," ucap Lisa yang baru pulang dari kampus. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 17.00.
"Waalaikumsalam," jawab Renata dan Sandra serentak.
"Eh, ada Sandra...," lanjutnya sembari melepaskan semua atribut yang dipakainya ke kampus. Setelah itu bergabung dengan Renata dan Sandra.
"Sini-sini Lis, aku mau kasih tau sesuatu," ucap Renata yang masih duduk dilantai. Menyuruh Lisa duduk di sebelahnya.
Renata pun memberitahukan kepada Lisa bahwa dirinya telah didaftatkan BEM Univ. tadi siang. Dia juga memberitahukan bahwa Yudha lah yang pertama kali mengajaknya untuk ikut. Renata mengatakan awalnya dia tidak mau ikut. Akan tetapi, karena terus-menerus dibujuk oleh Yudha, akhirnya dia mau ikut juga. Dan mengajak kedua sahabatnya itu.
"Apa, aku didaftrin BEM?" tanya Lisa terkejut.
"Iya Lis, ada Sandra juga kok," jawab Renata dengan senyum mengembangnya.
"kenapa? kamu keberatan yah Lis?" tanya Sandra khawatir. Takutnya Renata salah langkah, karena belum menanyakan ke Lisa mau atau tidaknya.
"Iya, kamu keberatan yah Lis? tanya Renata dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit ketakutan. Dia takut kalau Lisa akan marah. Karena tiba-tiba saja Lisa terdiam dan wajahnya terlihat sedikit kesal.
Duh, kenapa aku didaftrain BEM sih sama Renata. Ya, sebenarnya ga masalah kalau aku ikut BEM. Yang jadi masalah tuh ada Yudha, gimana kalau sampai aku satu progja dengan Renata dan Yudha. Aku ga bisa ngebayanginnya. Aku pasti bakalan tekanan batin banget disitu. Apalagi aku tahu sendiri BEM itu progjanya banyak, pasti bakalan sering ketemuan terus.
"Lis, Lisa," lanjut Renata menepuk bahu kiri Lisa.
__ADS_1
"Iya Ren, iya. Ga papa kok Ren, San. Aku justru senang bisa satu organisasi sama kalian," jawab Lisa yang tersadar dari lamunanya.
"Semoga kita semua lolos yah, dan bisa satu progja," jawab Sandra dengan senyum manisnya penuh harap.
"Aamiin...," jawab Renata.
Semoga sih aku ga lolos. Kalaupun lolos, semoga saja ga satu progja sama kalian. Eh, ga papa deh sama kalian. Yang penting ga ada Yudhanya, gumam Lisa dalam hati.
"Lis, ko kamu ga jawab kaya Renata sih?" tanya Sandra menatap ke arah Lisa yang hanya diam saja.
"Oh iya, aamiin," jawabnya terpaksa.
"Nah gitu dong," ucap Sandra senang.
"Eh, aku pulang dulu yah Ren, Lis. Udah mau maghrib nih, takut dicariin mamah dan papah" ucap Sandra bangkit dari lantai, dan bersiap untuk pulang. Namun ditahan oleh Renata.
"Apa ga sekalian habis maghrib ajah San? ini udah mau maghrib. Bentar lagi juga pasti adzan. Ga baik maghrib-maghrib ada diluar, apalagi perempuan," tanya Renata khawatir.
Mereka pun bersiap-siap untuk sholat karena suara adzan telah dikumandangkan. Sebelumnya mandi terlebih dahulu secara bergantian. Dan kemudian menunaikan sholat maghrib secara bergantian juga.
Setelah semuannya selesai sholat, Sandra berpamitan kepada Renata dan Lisa untuk pulang ke rumahnya.
๐บ Rumah Caca ๐บ
Mika, Ola dan Sifa masih ada dikamar Caca dari semenjak tadi siang. Mereka kalau main memang tidak pernah ingat waktu. Sekarang disaat yang lain saling berbondong-bondong untuk sholat dirumah, mushola atau masjid, Caca malahan menyalakan MP3 player nya dengan sangat keras. Bahkan suaranya sampai terdengar ke lantai bawah.
Mereka semua terlena menikmati lagu yang diputar oleh Caca. Sesekali berdiri diatas kasur dan saling berjingkrak memainkan kaki dan tangannya sesuai alunan musik.
__ADS_1
Diluar rumah mama Caca dan papahnya baru saja turun dari mobil. Dengan wajah lelahnya, mereka berjalan sangat cepat ingin segera menggapai pintu rumahnya. Dan membaringkan diri dikasur.
Saat mereka membuka pintu, bukannya disambut dengan baik oleh Caca, malahan disambut dengan suara musik yang menggema diruangan dan membuat gendang telinga seakan mau pecah. Hal itu, tentunya membuat mamah dan papah Caca naik darah.
Mereka pun segera naik ke lantai dua untuk menegur Caca.
"Pah, papah masuk kamar ajah duluan. Biar mamah yang masuk ke kamar Caca," ucap mamah Caca yang sudah berada didepan kamar Caca bersama papahnya. Papahnya melangkahkan kaki ke kamarnya sendiri dan mamah Caca langsung masuk ke kamar Caca.
"Caca! Caca! Caca! teriak mamahnya dalam kamar Caca.
Karena tidak ada yang menyahuti panggilannya, mamah Caca pun mematikan MP3 player itu. Mereka menghentikan gerakannya karena musik tiba-tiba saja mati. Dan mereka pun sangat terkejut melihat mamah Caca, yang tiba-tiba saja sudah berdiri dihadapan mereka. Dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Kalian ini yah, apa-apaan sih. Kalian ga nyadar apah menyalakan musik sebegitu kerasnya. Bagaimana kalau tetangga sebelah dengar. Memalukan," mamah Caca marah besar.
"Maaf tante, kami pamit pulang dulu yah..., permisi tante," ucap Sifa sembari berjalan menunduk dan menyalimi mamah Caca. Diikuti oleh kedua temannya. Mereka bertiga terlihat sangat ketakutan.
"Mamah tuh egois banget sih. Mamah tahu ga, ini tuh salah cara aku untuk menikmati hidup. Kumpul bareng teman, seru-seruan bareng. Dan sekarang gara-gara mamah mereka semua pergi," ucap Caca meluapkan emosinya.
"Tapi cara kamu tuh salah. Bisa mengganggu orang lain," ucap mamahnya tegas.
"Cara mamah dan papah tuh yang salah, bukan aku. Udah mamah sekarang mendingan keluar dari sini! perintah Caca dengan emosinya yang meluap.
Mamah Caca pun akhirnya keluar meninggalkan Caca sendirian dikamarnya. Hatinya sangat kacau, tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Caca.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
__ADS_1
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐