Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Mawar Yang Bermakna


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Lembayung senja sedang menyelimuti bumi. Matahari mulai turun perlahan dan melenyapkan eksistensinya. Seakan mengerti ini adalah waktu untuk membiarkan bulan bersama dengan bumi. Terlihat suasana kampus yang sudah mulai sepi oleh mahasiswa. Akan tetapi menjelang malam justru aktivitas jalanan sekitar kampus semakin ramai oleh para pedagang dan lalu lalang kendaraan roda dua maupun empat yang hilir mudik melintasi jalanan.


Begitupula dengan Yudha yang mulai meninggalkan kampus bersama Anton dan Ricko. Dia melangkahkan kaki menuju area parkir. Berpisah dengan kedua temannya dan masuk kedalam mobilnya.


Yudha melajukan mobilnya dengan pelan. Matanya tertuju ke sebuah bangungan yang ada plang nama cafe. Tanpa berpikir lama, dia menepikan mobilnya dan turun tepat disalah satu cafe dipinggir jalan. Yudha berniat menenangkan dirinya sebelum pulang ke kos dengan meminum secangkir kopi.


Setelah memesan secangkir kopi dan roti bakar kesukaannya, dia mengambil tempat duduk di pojok cafe di dekat jendela. Dengan begitu mudah dia dapat melihat pemandangan diluar sana. Sembari menunggu pesanannya tiba, dia duduk termenung dengan tangan kanan memangku wajahnya.


Matanya tidak lepas dari jalanan yang terlihat ramai karena sudah masuk jam makan malam. Sehingga tempat makan yang berada di seberang jalan, terlihat penuh.


Dari sejak awal aku melihatnya, aku memang sudah mulai menyukainya. Tapi entah mengapa dia seperti tidak peduli denganku. Apakah karena aku terlalu berharap padanya? Tapi semakin hari rasa ini semakin bertambah.


Tiba-tiba saja lamunanya terbuyarkan oleh pelayan cafe yang membawa secangkir kopi dan roti pesanannya. Setelah pelayan itu meninggalkannya, dia pun langsung menyeruput kopi dan menyantap roti yang telah ada di mejanya.


Kali ini pandangannya tertuju pada seorang laki-laki yang sedang duduk bersama dengan seorang wanita. Sepertinya mereka sepasang kekasih, karena laki-laki itu memperlakukan wanita yang ada dihadapannya dengan sangat romantis. Senyum sumringah pun terlihat di wajah sang wanita, ketika laki-laki itu memberikannya setangkai mawar merah.


Seketika terlintas dipikirannya untuk melakukan hal yang sama, seperti apa yang dilakukan laki-laki itu.


Benar juga apa yang dibilang oleh Anton, cinta itu harus diperjuangkan. Aku yakin lama kelamaan dia juga pasti akan luluh. Ayo Yudha, maju terus pantang mundur.


Yudha segera menghabiskan makanan dan minumannya itu. Kemudian membayar ke kasir dan segera meninggalkan cafe itu. Dia kembali melajukan mobilnya dengan penuh semangat menuju ke sebuah toko yang menjual aneka macam bunga.


Sampailah Yudha ditoko tersebut. Dari sekian banyaknya bunga yang ada ditoko itu, Yudha menjatuhkan pilihannya pada setangkai bunga mawar yang warnanya terlihat merah merona. Aromannya pun sangat harum saat dicium olehnya. Setelah membayar, dia pun langsung melajukan mobilnya ke kos Arimbi.


๐ŸŒบ Kos Arimbi ๐ŸŒบ


Tok, tok, tok...


Renata yang baru saja selesai ganti baju pun langsung menghentikan langkahnya untuk merebahkan diri di atas kasur. Dia baru pulang dari kampus beberapa menit yang lalu.


"Iya sebentar," teriak Renata sembari berjalan menuju ke pintu.

__ADS_1


"Yudha...," sapa Renata yang merasa aneh, karena Yudha tiba-tiba saja datang. Padahal mereka tidak ada janji.


"Hai Ren, emmm aku kesini mau..." ucap Yudha gugup.


"Mau apa Yud?" tanya Renata tidak mengerti dengannya.


"Anu, mau..., mau ngasih tau kamu besok jangan lupa kita kumpul buat ngebahas progja pesta rakyat," jawab Yudha mengalihkan pembicaraannya, dengan membahas sesuatu yang bukan menjadi tujuan awalnya.


"Loh bukannya kamu udah ngasih tau aku lewat WA yah Yud, kenapa harus diulang? Haha, kamu ini ada-ada ajah Yud, jangan-jangan kamu udah mulai pikun yah," ucap Renata sembari meledeknya.


"Maaf Yud, aku cuma bercanda. Jangan diambil hati yah, hehe..., kalau gitu aku terima infonya. Makasih yah Yud udah ngingetin terus," lanjut Renata dengan wajahnya yang masih memunculkan sedikit senyuman.


"Ada yang mau disampaikan lagi? Kalau tidak ada, aku masuk dulu yah Yud. Maaf bukannya ngusir, tapi aku masih ada tugas yang harus diselesaikan," ucap Renata.


"Udah, ga ada Ren. Kalau gitu aku juga permisi," ucap Yudha dengan tangan kanannya yang memegang bunga mawar. Masih dia sembunyikan di belakang punggungnya.


Renata pun segera menutup pintu kosannya. Karena melihat Yudha yang telah membalikan badannya. Akan tetapi saat pintu kosnya masih terbuka setengah, tiba-tiba saja Yudha menghampiri Renata lagi. Dia menghentikan tangan Renata yang sedang menutup pintu.


Dia juga memberanikan diri untuk memberikan setangkai bunga mawar merah yang telah dibelinya kepada Renata.


Renata hanya tercengang, terdiam tanpa kata. Dia kaget, karena baru kali ini ada yang memberinya bunga. Dia menatap datar bunga cantik penuh duri itu.


Renata menarik sudut bibirnya dan mengambil setangkai mawar itu dari Yudha. Dia memandanginya dengan seksama.


"Makasih yah Yud, aku suka sekali sama bunganya" ucap Renata dengan senyumnya yang terus merengkah.


Yudha sangat senang melihat Renata yang sepertinya sangat menyukai bunga pemberian darinya.


"Kamu tahu ga Ren, arti dari bunga mawar itu apa?" tanya Yudha serius. Dia mendekatkan wajahnya persis didepan wajah Renata. Membuat Renata menatap tajam Yudha dengan sedikit memundurkan wajahnya dari wajah Yudha.


"Aku..., aku ga tahu Yud," jawab Renata gugup.


"Ga usah dijawab Ren, nanti juga kamu tahu. Aku pulang dulu Ren," ucap Yudha sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Renata. Renata pun segera masuk ke dalam dan menutup kembali pintu kamar kosnya.


Sebelum pergi Yudha juga memberikan setangkai mawar lagi kepada Renata untuk Lisa. Dia merasa tidak enak jika hanya Renata yang diberikan bunga olehnya. Maka dari itu, sewaktu masih di toko bunga tadi, dia juga membelikannya untuk Lisa. Meskipun dengan warna yang berbeda.

__ADS_1


"Siapa Ren?" tanya Lisa yang baru selesai ganti baju.


"Yudha. Oh ya, nih buat kamu Lis dari Yudha" jawab Renata sembari menyerahkan setangkai mawar kuning untuk Lisa.


Awalnya Lisa tersenyum karena mendapatkan bunga mawar dari Yudha. Akan tetapi senyumnya hilang ketika dia tahu Renata juga mendapatkan bunga mawar dari Yudha. Apalagi warnanya berbeda darinya.


Lisa sangat penasaran kenapa Yudha memberikan warna bunga yang berbeda diantara keduannya. Dia pun langsung mengambil laptop miliknya. Dan mencari tahu ke mbah google makna dari warna bunga mawar.


Mbah google :


1. Mawar merah


Merah melambangkan cinta dan romantis. Orang percaya, mawar merah merupakan lambang dari cinta sejati.ย 



Mawar kuning


Mawar berwarna kuning dipercaya sebagai bentuk dari persahabatan, suka cita, dan kesembuhan.



Sudah kuduga, ternyata memang benar aku hanya dianggapnya sebatas sahabat.


"Kamu beruntung banget yah Ren, dapat mawar dari Yudha. Sepertinya Yudha sangat menyukaimu," ucap Lisa dengan sedikit melontarkan senyumannya, meski hatinya sedang berkecambuk.


"Hah, maksud kamu apa Lis. Bukannya kita sama-sama dapat," ucap Renata yang merasa aneh dengan ucapan Lisa.


"Kita memang mendapatkan bunga yang sama, tapi tidak untuk warnanya. Masing warna dari bunga mawar memiliki makna tersendiri Ren," ucap Lisa sembari menjelaskan apa yang sudah dia lihat di mbah google tadi.


Apa benar yang dikatakan oleh Lisa. Apa mungkin Yudha masih menyukaiku. Padahal kan dulu dia sudah pernah dua kali aku tolak cintanya. Tapi dia masih terus memperjuangkanku, aku jadi merasa bersalah padanya.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

__ADS_1


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2