Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Hati ini untuknya, bukan untukmu


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ Kamar Caca ๐ŸŒบ


"Siapa yah tamunya mamah sama papah? Pikirnya.


"Bodo amat ah, lagian apa pedulinya gue sama urusan mereka, selama ini mereka juga ga pernah peduli sama gue. Sekarang gue mau fokus ajah ke urusan yang lebih penting dari itu," lanjutnya.


๐ŸŒบ Kos Arimbi ๐ŸŒบ


Terdengar notifikasi pesan masuk dari HP Lisa. Dia pun segera menyentuh layar HP yang dipegangnya dan membuka aplikasi whatsappnya.


WA dari Yudha


"Hai Lis, ada waktu ga? Aku pengin ketemu nih sama kamu. Bisa kita ketemuan di taman kampus, pukul 15.15 ?" tanyanya.


"Ren, kamu dapat WA dari Yudha ga?" tanya Lisa pada Renata yang baru saja menutup pintu kamar kosnya dari dalam.


"Enggak tuh," jawabnya singkat.


"Emangnya kenapa Lis?" lanjutnya penasaran.


Lisa pun tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Renata. Dia fokus kembali ke layar HP miliknya. Sembari memainkan jemarinya, mengetik balasan singkat kepada Yudha, namun belum juga dikirim olehnya.


Ada apa ini, tumben-tumbenan Yudha ngajakin aku ketemuan. Tanpa mengajak Renata lagi. Apa memang dia pengin meluangkan waktunya cuma empat mata sama aku yah? Aku harap sih begitu, mungkin ini bisa sedikit mengobati hatiku yang sedang rapuh.


Balasan WA Lisa untuk Yudha


"Iya Yud bisa," jawabnya dengan senang hati.


๐ŸŒบ Taman Kampus ๐ŸŒบ


Pukul 15.15


Terlihat Yudha yang tengah duduk di gazebo taman. Dari kejauhan, Lisa tidak melihat ada orang lain yang bersama Yudha. Namun mulutnya terlihat sedang komat kamit seperti baca mantra wkwk. Hal ini tentu saja membuat Lisa sedikit merasa aneh.

__ADS_1


Tanpa berpikir lama, Lisa melangkah cepat mendekati Yudha, untuk memastikan apa yang sedang dilakukan olehnya. Sebenarnya Yudha sudah mengetahui kehadiran Lisa, namun dia tetap fokus dengan kalimat yang sedang dia pelajari.


Lisa terkejut dengan perlakuan Yudha yang tiba-tiba saja memegang kedua tangannya, saat dia mendekatinya. Yudha memandang Lisa, dengan tatapan seakan dia orang yang sangat dicintainya. Seketika Yudha juga melontarkan kalimat yang membuat hatinya benar-benar sangat meleleh.


"Sejak berkenalan denganmu, hati ini merasa sangat nyaman sekali bila ada disampingmu.


Mungkin kamu sudah pernah mendengar kisah romantis Romeo & Juliet. Mungkin saja itu sebuah dongeng remaja. Tapi aku ingin mengatakan padamu, bahwa cintaku untuk kamu jauh lebih besar dari cintanya Romeo kepada si Juliet.


Terakhir, kamu tau gak alasan kenapa aku masih berdiri didekat kamu sampai saat ini. Karena Tuhan telah memberikan seorang bidadari cantik sepertimu, untuk menjadi seseorang yang spesial dihatiku. Oleh karena itu, ijinkan aku untuk membingkai hatimu dengan cintaku. Maukah kamu menjadi pacarkan sekaligus pendamping hidupku?"


(Pas latian, Yudha bisa ajeh ngomong kaya gitu. Tapi ga tau nih yeh Yud, pas di TKP kamu bisa ga nih? Yang ada ntar mati gaya lagi). Eh, atau mungkin bisa jadi kalimatnya semakin panjang lagi๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜† Yaudah deh, suka-suka Yudha ajah yah reader...๐Ÿ˜Š, soalnya cara seseorang mengungkapkan perasaannya kan beda" hehe...


"Iya aku mau," jawabnya spontan dengan senyuman yang mengembang, sembari menganggukan kepalanya. Lisa tidak menyangka, Yudha mengungkapkan kata-kata yang selama ini dia tunggu.


"Yes berhasil, Renata pasti juga akan menjawab hal yang sama," ucapnya penuh kegembiraan sembari melepas kedua tangannya yang sedari tadi menggemgam tangan Lisa.


"Renata? Maksud kamu Yud?" tanyanya dengan kedua sudut bibir yang telah diturunkan hingga tidak membentuk senyuman lagi. Namun tidak dijawab oleh Yudha, karena terpotong oleh panggilan Anton dan Ricko.


"Hei bro, sorry kita telat, biasa ada urusan dulu," ucap Anton dan Ricko. Dibelakang mereka juga sudah ada Sandra dengan jarak kurang lebih 2,5 meter.


"Ga papa San, ayo duduk," ucap Yudha mempersilahkan.


Loh kok ada mereka juga? Aku pikir kita cuma berdua, taunya..., Kira-kira ada apa yah kok kayak ada sesuatu yang serius.


Setelah memperkenalkan kedua temannya pada Sandra dan Lisa, Yudha memulai membicarakan maksud dan tujuannya mengumpulkan mereka sore ini.


"Thank's yah bro, kali ini usulan kalian aku terima, lagian ga ada salahnya juga dicoba," lanjut Yudha sembari menatap Anton dan Ricko.


"Yoi bro, gitu dong..., baru namanya gentle men." ucap Anton.


Yudha yang akan dibantu oleh kedua sahabatnya Anton dan Ricko, berencana membuat kejutan indah untuk meminta jawaban pernyataan cintanya pada Renata. Dia ingin malam dimana Renata berulang tahun, menjadi malam yang paling romantis dan tak terlupakan saat Renata menyatakan menerima cintanya. Sementara dia juga meminta bantuan Lisa dan juga Sandra untuk membantu mensukseskan rencana mereka.


Dengan berbagai masukan dari teman-temannya itu, Yudha mulai menyusun rencanya sesuai dengan jadwal ulang tahun Renata, yang sudah diberitahukan oleh Lisa dan Sandra.


Sandra, Anton dan Ricko terlihat sangat bersemangat dan antusias dalam membantu Yudha untuk menyiapkan momen yang sangat istimewa itu. Sementara raut wajah Lisa justru terlihat sangat muram. Pikirannya tidak fokus, karena dia harus membantu laki-laki yang begitu dicintainya bersatu dengan orang lain. Sekalipun dia sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Namun mau bagaimana lagi, dengan berat hati dia tetap membantu Yudha dan teman-temannya itu. Dia juga berusaha menutupi segala kegundahan dihatinya, agar tidak dicurigai oleh teman-temannya.


Aku ga nyangka loh Yud, akhirnya setelah sekian lama, kamu mau memberanikan diri, salut sama kamu," ucap Sandra menatapnya penuh senyuman.


"Aku yakin kali ini kamu pasti bakalan ga ditolak lagi sama my bestie," ucapnya sedikit menyindir, karena dia tahu Yudha sudah berapa kali ditolak oleh Renata.


Gadis sebaya yang duduk digazebo belakang mereka, sedari tadi mengarahkan pandangannya pada Yudha dan teman-temannya. Telinga dan otaknya seperti mendengar dan merekam setiap pembicaraan mereka. Masker yang menutup wajahnya itu, membuat Sandra tidak dapat mengenalinya. Padahal sesekali pandangannya tertuju ke arah gadis sebaya itu.


Meski indra penglihatanku tak sepenuhnya aku arahkan padanya, namun aku tahu dari tadi dia terus saja melihat kerarah kami. Siapa dia? Sudahlah, tak usah menghiraukannya. Mungkin hanya perasaanku saja.


Gadis itu pun terlihat pergi meninggalkan teman-temannya. Sepertinya dia juga baru saja ada perkumpulan.


๐ŸŒบ Rumah Renata ๐ŸŒบ


Dibalik pagar besi berwarna silver, mamah Lisa baru saja keluar dari pintu rumahnya.


Dia membuka pagar rumahnya yang tidak digembok itu. Kemudian melangkah pergi ke rumah ibu Renata mengendarai motor scoopy kesayangannya.


Sepuluh menit kemudian, sampailah dia dirumah kuno yang terlihat sejuk dan asri jika dipandang mata. Karena hampir semua sudut halaman rumahnya, dipenuhi oleh tanaman.


Dia memarkirkan motornya, kemudian melanjutkan langkahnya, mendekati pintu masuk rumah itu. Meski rumah itu terlihat sangat sepi, namun pintunya tidak tertutup rapat atau sedikit terbuka. Tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu, ibu Renata sudah menyambut di depannya, karena kebetulan dia hendak keluar untuk menyiram tanaman.


Wajah ibu Renata terlihat lebih segar, dibandingkan beberapa waktu yang lalu saat mamah Lisa mengunjunginya. Sepertinya kondisi kesehatannya memang sudah jauh lebih membaik. Mamah Lisa sangat senang dan juga bersyukur melihat ibu Renata yang sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Meski kapan saja, penyakitnya itu bisa kambuh lagi seketika. Apalagi disaat kondisi batinya tertekan, itulah saat yang paling berbahaya. Karena selain asma, kata dokter yang memeriksanya, ibu Renata juga ada riwayat jantung lemah.


Mamah Lisa langsung memulai pembicaraan, mengulang kembali kalimat ajakannya untuk menjenguk Lisa dan Renata. Ibu Renata sangat senang mendengarnya, apalagi dengan kondisinya yang sekarang, tentu saja sangat mendukungnya untuk ikut berangkat ke Jakarta.


Tiga puluh menit selesai mengobrol, mamah Lisa pamit untuk pulang ke rumah. Masih ada yang harus dia persiapkan lagi, begitu juga dengan ibu Renata yang harus menyiapkan keperluannya untuk mengunjungi kota tempat putrinya merantau.


(Duh..., padahal disananya cuma sebentar yah..., tapi tetep dong persiapan harus total, hihi๐Ÿ˜…)


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


bersambung...


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2