Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Kebersamaan di Kos Arimbi


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Senja hadir mengiringi langkah kaki Renata dengan wajah yang penuh senyum kebahagiaan. Auranya terpancar tidak seperti biasanya. Dia yang telah selesai dengan kuliahnya, ingin segera menginjakkan kaki di kos Arimbi. Dia ingin segera menemui ibunya yang telah menunggu di kamar kos sedari pagi. Dia juga ingin segera memeluk orang yang dirindukannya itu. Dan menghabiskan waktu bersamannya selama ibunda tercintanya masih di Jakarta.


Sesuai dengan perintah mamah Lisa, dia mengajak Sandra untuk mampir terlebih dahulu dikosannya. Meski awalnya menolak, namun Sandra akhirnya mengiyakan ajakan Renata. Karena dia juga merasa tidak enak dengannya. Sandra yang sebelumnya telah mendapatkan izin dari kedua orangtuannya, segera menggandeng tangan Renata untuk menuju ke tempat mobilnya diparkirkan. Dia juga sudah tidak sabar ingin berkenalan dan lebih akrab dengan ibu Renata dan mamah Lisa.


Ketika mereka akan memasuki mobil, tiba-tiba saja ada suara wanita yang memanggilnya dan menghentikan langkahnya. Suara yang membuat gendang telinga sedikit sakit itu tentunya sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Siapa lagi kalau bukan Caca, si ketua geng CaKa. Dengan lancang dia asal nyelonong membuka pintu mobil Sandra dan duduk di dalamnya. Kelakuannya itu membuat Sandra geram dan menariknya keluar secara paksa.


"Ih, ganas banget sih San. Orang gue cuma mau nebeng ajah ga boleh, dasar pelit," ucap Caca dengan gaya cerewetnya.


"Aku tuh ga bakalan pelit ke siapapun, kecuali kamu Ca," ucap Sandra kesal.


"Lagian kamu ngapain sih Ca, main masuk mobil orang ajah. Kamu kan bawa mobil sendiri," lanjutnya.


"Gue memang sengaja kok, pengin pulang bareng sama kalian. Lagian gue juga udah nyuruh Ola kok, buat bawa pulang mobil gue," ucap Caca alesan.


"Kamu lupa jalan pulang yah Ca, bukannya kamu bukan anak kos, terus kalaupun kamu ikut Sandra kan kalian ga searah," ucap Renata merasa aneh.


"Kan aku mau main ke kos kamu dulu Ren, ga papa kan?" tanya Caca dengan ekspresi suara yang sedikit dilembutkan dan ekspresi wajah seperti orang merayu.


"Ga, ga boleh!" jawab Sandra.


"Hah, ga masalah! gue ga butuh jawaban dari loe kok San," ucap Caca sembari menatap tajam Sandra. Kemudian dia mengalihkan tatapanya ke Renata dengan maksud meminta jawaban darinya.


Sebeneranya sih aku juga males kalau harus ngajak Caca ke kosan. Sandra juga pasti ga suka, kalau aku mengijinkan Caca ikut bersama kita. Tapi gimana yah, ga enak juga kalau harus melarang Caca main ke kosku. Sepertinya dia pengin banget main ke kosku.

__ADS_1


"Ok, kamu boleh ikut kok Ca. Asal jangan bikin keributan yah, soalnya ga enak ada ibu sama mamah Lisa," ucap Renata memperingatkan.


"Ok," ucap Caca.


Jadi, tadi saat selesai mata kuliah jam terakhir, Caca melihat Renata dan Sandra sedang membicarakan sesuatu. Dia juga sengaja menguping pembicaraan mereka. Makanya, dia sangat antusias untuk ikut bersama Renata dan Sandra.


Sandra membuang muka kesalnya pada Caca sembari masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Renata dan Caca. Dia pun menyuruh Caca duduk di depan bersamanya. Dengan maksud ingin mengerjai Caca. Selagi Caca masih asyik menikmati musik melalui headset yang terpasang dikedua telinganya, Sandra melirik kearah Renata yang duduk dikursi belakang. Dia memberikan kode melalui gerakan matanya. Gerakan mata Sandra menunjuk kearah tangan Renata dan setir mobilnya. Renata yang cepat paham pun, mengerti apa yang akan dilakukan oleh Sandra.


Tanpa pikir panjang, Sandra langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang, namun tidak ugal-ugalan. Tapi tetap saja, hal ini membuat Renata sedikit ketakutan. Apalagi Caca yang teriak marah pada Sandra. Kemudian saat hendak sampai di depan kos Arimbi, Sandra mengerem mobilnya secara mendadak. Tentu saja membuat tubuh Caca terpental ke depan, dan jidatnya mengenai kaca mobil bagian depan, tapi untungnya tidak apa-apa dia hanya kaget dan sedikit mengeluh sakit di jidatnya. Renata dan Sandra juga tidak apa-apa karena mereka bisa mengendalikan dirinya.


"Sandra, sengaja kamu yah!" ucapnya sembari terus mengusap-usap jidatnya yang masih terasa sedikit sakit.


"Kalau kamu ga bisa nyetir, ga usah nyetir dong!" ucap Caca dengan emosi yang memuncak. Namun tidak dihiraukan oleh Renata dan Sandra.


"Eh, eh. Ih..., mereka nyuekin aku," ucap Caca pada Renata dan Sandra yang keluar duluan dari mobil dengan senyum jail yang sedari tadi ditahan oleh keduannya. Kemudian Caca menyusul mereka.


Mamah Lisa telah menyambut mereka dengan berbagai oleh-oleh makanan maupun camilan yang dibawa dari rumah. Ada berbagai makanan olahan dari daging sapi, ayam, ikan dan masih banyak lagi. Serta untuk camilannya juga beraneka macam, ada kerupuk udang, kulit, sale pisang dan lain-lain.


Sebelum makan bersama, ibu Renata menyuruh Renata dan teman-temannya untuk mandi terlebih dahulu. Katanya biar segar dan lebih enak dilihatnya. Jadinya makan juga dalam keadaan nyaman.


Beberapa menit kemudian, mereka mulai menyantap aneka makanan, camilan dan minuman yang tersedia. Diselingi dengan canda dan tawa, mereka saling mengobrol masalah cita-cita di masa depan dan jodoh wkwk.


Mulut Caca yang masih mengunyah makanan seketika terhenti, ketika mendengar suara mesin mobil berhenti. Yang sepertinya di depan kos Arimbi.


"Kayak ada suara mobil berhenti, siapa yah Lis?" tanya Caca penasaran. Dan membuat semua yang sedang makan, teralihkan fokusnya dengan ucapan Caca.


"Ga tau tuh Ca," jawabnya singkat.

__ADS_1


"Mungkin tetangga sebelah ada yang bawa mobil atau mungkin temennya main," timpal Renata asal tebak.


Mereka pun terlihat mengiyakan ucapan Renata dan melanjutkan makannya.


"Kok kayak rame gitu yah Yud, kosan Renata," ucap Anton. Yudha, Anton dan Ricko telha keluar dari dalam mobil.


"Bentar, ini kayak mobilnya Sandra deh," ucap Yudha sembari memegang mobil berwarna silver itu dan mengintipnya dari kaca luar, barangkali di dalamnya ada orang.


"Maksud kamu Sandra juga ada disini Yud? tanya Ricko.


"Bisa jadi," lanjutnya sembari mengajak Anton dan Ricko masuk ke dalam kos Arimbi.


Dari gerbang kos, mereka melihat kamar kos Renata yang terbuka lebar dan terlihat ramai orang. Mereka pun semakin penasaran dan mendekat ke pintu kamar kos Renata untuk memastikan siapa saja yang ada di dalam.


"Assalamualaikum," ucap Yudha, Anton dan Ricko.


"Waalaikumsalam," jawab mereka serentak, kemudian secara bersamaan melirik ke arah sumber suara.


Ibu Renata yang duduk menghadap kearah pintu, sudah lebih dulu mengembangkan senyumnya pada laki-laki yang menyukai putrinya itu. Dengan sangat ramah dan lembut, dia mempersilahkan Yudha dan teman-temannya untuk bergabung bersama mereka.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2