Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Pesta Rakyat


__ADS_3

Selamat membaca😊


🌺🍃🌺🍃🌺


#Beberapa bulan kemudian#


Hari ini kampus dimana Renata dkk menimba ilmu sangat berbeda dari hari biasa. Pagi ini lalu lalang kendaraan bermotor berganti dengan banyaknya pejalan kaki yang lalu lalang mengunjungi berbagai stand yang tersedia. Mulai dari pameran karya, kuliner hingga hasil kerajinan tangan dapat ditemui di berbagai stand tersebut. Panggung hiburan pun juga berdiri megah di sebelah selatan jalan kampus ini. Bahkan, ondel-ondel juga tersedia untuk semakin menyemarakkan suasana.


Seluruh kemeriahan tersebut digelar dalam sebuah acara yang disebut Pesta Rakyat. Sesuai dengan namanya, acara yang digawangi oleh pengurus BEM ini mengkolaborasikan semua fakultas untuk saling menunjukkan karya dan keterampilan masing-masing, dikemas dalam bentuk pesta atau festival. Semua mahasiswa yang berperan juga diharapkan dapat menunjukkan potensi yang mereka miliki.


Makanan tradisional khas Jakarta bisa dinikmati di berbagai stand yang tersedia. Tampak juga berbagai hasil ketrampilan yang dibuat dari tulang daun, alat musik dan hiasan dari bambu, juga kerajinan tangan dari barang daur ulang. Di panggung hiburan, mahasiswa dan mahasiswi seni juga menampilkan kebolehannya dalam bermusik dan tari.


"Yeah, senangnya akhirnya lelah kita terbayarkan hari ini. Hampir tiap hari rapat sampai tengah malam. Bahkan sesekali kadang tidur di ruang sekretariat BEM, akhirnya tidak sia-sia. Bisa terealisasikan hari ini," ucap Sandra penuh haru pada semua pengurus BEM.


"Pastinya tidak akan ada yang sia-sia San, ini semua berkat kerjasama dan kekompakan kita selama ini. Karena tanpa kalian semua acara ini tidak akan terlaksana," timpal Renata.


"Terimakasih yah buat kalian semua atas partisipasinya, terimakasih juga buat diri kita sendiri," ucap Dion penuh senyum kebanggaan pada semua anggotanya.


Para pengurus BEM mulai membubarkan diri dari markas mereka dan ikut mengunjungi pesta rakyat yang ada. Renata yang bersama Yudha, Sandra dan Lisa mendatangi berbagai stand yang tersedia. Kali ini Caca juga ikut bersama mereka, karena dia sendiri tidak ada teman akrab. Jadi Yudha mengajaknya untuk ikut bersamanya.


Langkah mereka terhenti di salah satu stand kuliner. Salah satu makanan yang khas adalah kerak telor. Makanan yang terbuat dari bahan dasar beras ketan putih, telur dan ebi ini begitu identik dengan kota Jakarta.


Beras ketan yang dipanggang di atas wajan ini memang khas. Rasa gurih muncul setelah dibubuhkan serundeng dan berkat campuran telur bebek, semua menjadi istimewa. Cara memasaknya juga terbilang unik. Lain dengan berbagai panganan kaki lima manapun.


Makanan yang memiliki rasa gurih dan legit ini, memang sejak lama menjadi kebanggaan warga Jakarta. kuliner yang terkenal lezat ini bahkan pada masa kolonial Belanda sempat menjadi primadona di kota yang dahulu bernama Batavia ini.

__ADS_1


Kerak telur bisa dikatakan sebagai fast food-nya warga Jakarta. Tidak perlu memakan waktu lama untuk menyajikannya, hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit maka sudah bisa menyantap kerak telor hangat yang nikmat.


"Ini kak, selamat menikmati," ucapnya dengan ramah pada Renata. Dia salah seorang mahasiswa yang menjajakan kerak telur di standnya.


"Terimakasih," ucap Renata dengan ramah juga, sembari menerima kerak telur yang dibelinnya.


Beberapa menit kemudian Anton dan Ricko juga datang ke stand yang sama, untuk membeli kerak telur juga.


"Woy bro, kita ketemu disini," sapa Anton pada Yudha dengan tatapannya yang tertuju kearah Renata.


"Yud, itu kan cewek yang waktu itu kamu liatin fotonya ke kita kan, Renata ka?" tanya Ricko berbisik.


"Asli, lebih cantik bro dari fotonya, kaya artis korea. Gas bro, tunggu apa lagi. Jangan lama-lama," timpal Anton membujuk.


Anton dan Ricko pun segera meninggalkan Yudha dkk, setelah kerak telurnya jadi.


"Mari mb gebetan cantik," ucap Anton pada Renata dengan tatapan penuh tanda tanya, sembari sedikit menundukan kepala.


"Temanmu itu pada kenapa Yud?" tanya Renata pada Yudha sembari menatap aneh kedua temannya yang telah meninggalkan mereka.


"Udah ga usah ditanggapi, biasa kalau obatnya habis ya kumat," jawab Yudha.


Renata dkk, melanjutkan langkahnya untuk menuju ke stand yang lain. Caca sengaja berjalan sedikit lambat dibelakang Renata, Sandra, Lisa dan Yudha. Dia melihat disebelah kerak telor ada stand yang menjual aneka macam buah-buahan. Melihat pisang yang bergantungan pikiran jailnya pun mulai kambuh.


Dia bela-belain membeli satu sisir pisang. Akan tetapi, hanya satu yang diambil olehnya, dan sisanya dia tinggal di stand tersebut. Niatnya, dia ingin mengerjain Sandra, tapi malah salah sasaran.

__ADS_1


Caca pun memulai aksinya dia membuka kulit pisang yang dipegang olehnya dan membuang buahnya. Kemudian kulitnya sengaja dia lembar dari bawah ke arah Sandra melangkah. Bukannya Sandra yang kena, kulit pisang itu malah tepat berada di posisi Renata melangkah. Otomatis Renata yang menginjak kulit pisang itu, hendak terpeleset. Akan tetapi gagal karena ada tangan yang selalu siap menjadi penopang untuk dirinya.


Waduh, salah sasaran. Ga papa juga sih yang kena Renata, aku juga ga suka sama dia. Tapi ko jadi gini sih. Ga sesuai sama ekspetasi gue. Ah, gatot.


Dengan refleks, Yudha segera mengulurkan tangannya pada Renata yang berteriak karena merasa sepatunya sangat licin dan mau jatuh. Yudah menopang tubuh Renata menggunakan tangan kanannya. Dan Renata juga dengan tidak sengaja memegangi punggung Yudha.


Sandra dan Lisa yang juga hendak menolongnya langsung terhenti, ketika melihat didepan sudah ada Yudha yang lebih dulu sigap menolongnya. Sandra, Lisa dan Caca sontak tertuju pada keduannya. Tidak hanya mereka, orang yang sedang melintas atau bahkan penjaga stand pun juga melihat kearah mereka.


Yudha dan Renata masih saja dengan posisi yang sama. Pandangannya fokus menatap satu sama lain. Tatapan dan senyum penuh cinta pun terlempar dari wajah Yudha untuk Renata. Yang kemudian dibalas dengan Renata yang juga memunculkan sedikit senyumannya. Momen yang terkesan sweet ini tentunya membuat jiwa para jomblo meronta.


Seketika Renata langsung tersadar dan melepaskan tangannya dari punggung Yudha. Dengan tersipu malu, matanya sedikit melirik ke arah orang-orang yang memandinginya. Dia sedikit menunduk dan mengajak teman-temannya untuk meninggalkan tempat itu, kemudian menuju ke panggung acara, karena bintang tamu sudah datang.


Wait, Lisa kenapa yah, tatapannya aneh gitu sama Renata dan Yudha. Padahal yang lain kan senyum-senyum iri gitu. Kenapa dia malah menenggelamkan senyumannya. Seakan ga suka, cemburu atau gimana yah dia. Hmmm yes, gue semakin bersemangat nih buat cari tahu. Asik, menarik. Sifa , Ola, dan Mika juga harus gue ceritain nih.


Puncak acara yang paling spektakuler di pesta rakyat kali ini ada di panggung hiburan. Tidak tanggung-tanggung, dengan biaya yang sangat fantastis mereka mendatangkan langsung girlband asal korea selatan (disini author boleh lah yah, sedikit ngehalu wkwk)


Blackpink, blackpink, blackpink... teriak gemuruh semua warga kampus yang merupakan fans dari blackpink. Jalanan tempat panggung itu berada, kini penuh dengan lautan manusia yang memadati area panggung. Terlihat jalanan yang sangat rapat dan tertutup, seperti tidak ada celah lagi untuk melintas. Karena tidak hanya warga kampus saja yang berdatangan, bahkan masyarakat pun turut ikut memadati panggung acara. Semuannya bernyanyi dan bergoyang mengikuti sang idola.


bersambung...


🌺🍃🌺🍃🌺


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏

__ADS_1


__ADS_2