
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Perkuliahan di rombel Renata telah selesai, begitupula dengan rombel Lisa, Yudha, Anton dan Ricko. Hari ini mereka memang selesai kuliah bersamaan. Itulah sebabnya mereka memilih memberikan kejutan ultah Renata pada hari ini, tepatnya sepulang kuliah.
Sandra yang melihat Renata masih sibuk membereskan bukunya, segera keluar meninggalkan kelas. Sebelum Renata menyadari kepergiannya. Sebelumnya dia dan Lisa telah janjian untuk bertemu di parkiran mobil fakultas mereka. Dengan cepat Sandra segera melajukan mobilnya, sebelum Renata melihat keberadaan mereka.
Lisa akan mampir terlebih dahulu ke rumah Sandra, untuk mandi dan merapikan diri. Kebetulan tempat yang akan mereka tuju letaknya tidak jauh dari rumah Sandra.
"Beres. Loh Sandra mana, kok kayak kilat dia. Udah ga ada di kelas," ucap Renata dengan pandangan mengelilingi sudut ruang kelasnya.
"Ada yang liat Sandra ga?" tanya Renata pada teman-teman rombelnya yang masih ada di dalam kelas.
"Lah bukannya Sandra udah keluar daritadi Ren," jawab salah seorang diantara mereka.
"Masa sih, yaudah deh. Makasih yah," lanjutnya dengan nada terburu-buru. Kemudian dia segera meninggalkan ruang kelas menuju ke tempat biasa Sandra memarkirkan mobilnya.
"Mobilnya juga udah ga ada, kenapa sih dia. Udah pulang duluan, ga pamit lagi. Kaya udah ga nganggep aku ada," ucap Renata sembari menghela napas. Dia sedikit kecewa.
Renata pun memutuskan untuk pulang ke kos. Sebelumnya dia mendatangi kelas Lisa, karena dia tahu kalau kuliah Lisa selesai di jam yang sama dengannya. Dia berniat untuk mengajak Lisa pulang bersamanya. Namun Renata harus kecewa yang kedua kaliannya. Dia mendapati kalau ruang kelas tempat Lisa kuliah sudah kosong. Bahkan tidak ada satu orang pun.
Dengan raut wajah penuh kekecewaan, Renata akhirnya harus pulang ke kos sendirian, sama seperti pada saat berangkat ke kampus. Sepanjang jalan menuju ke kosanya, dia terus berpikir dan berpikir dengan apa yang terjadi padanya beberapa hari ini. Dia merasa sedih dan kesepian, diperlakukan seperti itu oleh teman-teman terdekatnya.
Sampailah Renata di kos, suasana kos Arimbi hari ini terlihat begitu sepi. Karena kebanyakan penghuninya, masih berada di kampus. Renata membuka kunci kamar kosnya. Ternyata masih sepi, Lisa juga belum masih belum pulang dari kampus.
"Mungkin sebentar lagi dia pulang, sebaiknya aku mandi sembari menunggu Lisa."
__ADS_1
Selesai mandi dan berganti baju, Renata masih saja menunggu Lisa. Dia berharap Lisa akan segera pulang. Sedari tadi, dia juga menahan laparnya. Karena biasanya kalau sedang di kos, Renata dan Lisa selalu keluar bersama untuk mencari makan. Jadi Renata masih tetap setia menunggu.
Sementara Yudha, Anton, Sandra dan Lisa telah berkumpul di tempat tujuan, kecuali Ricko. Dia mendapat tugas untuk menjemput Renata. Semua persiapan juga telah selesai seratus persen. Tinggal menunggu sang pujaan hati Yudha datang.
Sedang asyik menikmati musik di HP nya sembari menunggu Lisa, tiba-tiba saja Renata dikagetkan oleh suara klakson mobil yang bunyinya seperti ingin mengajak perang. Sampai-sampai penghuni kamar kos lain keluar untuk melihat siapa orang yang berani mengusik ketenangannya.
"Aduh, berisik. Woy mas bisa berhenti ga, ganggu ajah. Apa mau aku lempar dollar nih," teriak gadis tomboy, yang merupakan salah seorang penghuni kos Arimbi.
"Hehe, bisa ajah mb nya. Renata nya ada dikamar ga mb? tanya Ricko dengan wajah tanpa dosa.
"Lah itu Renata," lanjut gadis tomboy yang melihat Renata keluar dari kamarnya.
"Ricko, cari siapa kamu ko?" tanya Renata. Kemudian gadis tomboy itu meninggalkan mereka.
"Hai Ren, ayo siap-siap aku akan membawamu ke suatu tempat," ucap Ricko sembari melebarkan senyumannya.
Hah, apa maksudnya. Mau ngajak kemana dia. Perasaan kita baru kenal waktu itu. Pas kumpul bersama di kos ini. Udah berani ngajak-ngajak ajah, aneh.
Renata yang berhasil dibujuk oleh Ricko akhirnya menuruti kemauan Ricko. Dia masuk kembali ke kamar untuk merapikan diri.
"Eh tunggu Ren, kamu pakai ini. Udah pakai ajah, pokoknya kali ini kamu harus nurut, hehe," lanjutnya sembari memberikan paper bag berisi dress. Renata pun menerimanya, dan melanjutkan langkahnya untuk segera berganti baju.
Hah, dress? Sebenernya Ricko mau ngajak kemana sih. Kenapa juga aku harus pakai dress ini. Jadi semakin penasaran. Yaudah deh, aku pakai ajah. Semoga ajah dia ga aneh-aneh.
(Beberapa menit kemudian)
Wah Renata cantik sekali. Bukan lagi, kayak bidadari turun dari langit. Pantes ajah si Yudha kepincut sama dia.
__ADS_1
"Ayo Ko. Ko, Ko, Ricko! Jadi ga, kalau ga balik lagi nih," Teriak Renata yang telah berada di depan mobil Ricko.
"Eh, iya-iya. Silahkan masuk tuan putri," Sahut Ricko yang telah terbangun dari lamunanya.
Mobil Ricko kini telah melaju kencang meninggalkan kos Arimbi. Ricko mengarahkan mobilnya menuju tempat tujuan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, sampailah Renata dan Ricko di sebuah taman wisata. Sore ini kondisi taman tidak begitu ramai. Karena memang sengaja telah disewa khusus oleh Yudha untuk rencana spesialnya itu.
Taman itu bukan seperti taman umumnya, yang hanya dikelilingi oleh tanaman dan beberapa wahana permainan saja. Tapi ada juga sebuah danau yang terletak di tepi taman.
"Kok kita ke sini Ko. Sebenarnya mau ngapain sih. Kamu suruh aku pakai dress. Tapi ternyata tujuannya kesini. Ga nyambung banget," ucap Renata kesal.
"Sabar dong, ayo ikut aku," ajak Ricko menuju ke tempat Yudha berada.
"Liat itu, disana ada seseorang yang sedang menunggumu," ucap Ricko menunjuk ke arah laki-laki yang sedang ada di atas sampan yang ada di danau.
"Kamu jalan ajah lurus, persis sampai di depan laki-laki itu," lanjutnya. Kemudian dia meninggalkan Renata.
Renata pun mengikuti arahan dari Ricko. Dia terus melangkah sampai tepat persis di depan orang yang dimaksud oleh Ricko. Renata belum tau siapa laki-laki yang sedang duduk diatas sampan yang ada di danau itu. Karena badanya membelakangi Renata. Laki-laki itu juga mengenakan baju, layaknya orang akan dinner dengan seseorang yang spesial.
Tanpa dipanggil oleh Renata, sepertinya laki-laki itu telah mengetahui kedatangan Renata. Dia langsung membalikkan badannya, dan menatap Renata dengan senyum penuh cinta.
Betapa terkejutnya Renata, mengetahui ternyata laki-laki itu adalah Yudha. Dia bingung dan masih tidak mengerti dengan semua itu.
Yudha pun segera menghampiri Renata dengan wajah yang terus dipenuhi oleh senyum manisnya. Dia mengulurkan tangannya, dan mengajak Renata untuk naik sampan bersamannya. Entah seakan terhipnotis oleh pesona Yudha, Renata hanya mengangguk dan menerima uluran tangannya.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
__ADS_1
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐