
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Warna jingga kemerahan terpancar di cakrawala. Tanda akan hadir malam yang sunyi nan sepi.
"Makasih yah Yud untuk semuannya. Sebenarnya ini terlalu berlebihan sih buat aku. Karena aku juga tidak terbiasa dengan barang-barang mahal," ucap Renata yang telah sampai di rumahnya.
"Ga papa Ren, sekali-sekali kamu pakai sesuatu yang beda. Biar kelihatan wow, hehe..., apalagi ini kan kebaya untuk acara spesial besok. Lagipula di acara wisuda dan perpisahan nanti, kamu kan juga ikut pagelaran busana," ucap Yudha.
"Nah pas tuh kebaya cantik, dipakai wanita yang cantik, dengan desain busananya yang menarik. Pasti semua orang tertuju dan terpesona padamu Ren," lanjutnya.
"Kamu bisa ajah Yud," ucap Renata sambil tertawa bersama Yudha.
Ternyata sedari tadi Lisa sudah berada tidak jauh dari rumah Renata. Lisa ingin menemui Renata dengan tujuan memberikan kebaya yang telah dibelikan mamahnya untuk Renata. Akan tetapi, belum saja sampai di depan pintu rumah Renata, dia sudah melihat Renata dan Yudha yang sedang tertawa bahagia, seakan dunia milik mereka berdua.
Lisa pun sangat cemburu mengetahuinnya. Dia penasaran apa yang sebenarnya sedang dibicarakan Renata dan Yudha.
Itu kan Yudha, ngapain dia jam segini ada di rumah Renata. Pakaiannya keren lagi, habis darimana mereka.
"Yaudah aku pulang dulu yah Ren, salam buat ibu," pamit Yudha meninggalkan Renata.
"Ren..., panggil Lisa kepada Renata yang akan masuk dan menutup pintu rumahnya.
"Lisa. Loh ada apa Lis? Tumben kamu jam segini ke rumahku?" tanya Renata sambil tersenyum.
"Aku cuma mau ngasihin kebaya yang dibelikan mama buat kamu. Besok jangan lupa dipakai yah...," jawab Lisa sambil tersenyum juga.
Renata pun bingung harus menerimanya atau tidak. Jika Renata menerima maka otomatis dia juga harus memakai kebaya itu. Padahal dia juga ga mungkin tidak memakai kebaya yang sudah susah payah dibelikan oleh Yudha.
Gimana Yah? Bagaimana dengan kebaya yang dibelikan Yudha? Tapi aku juga ga enak, jika harus menolak pemberian tante Nessa.
"Ren, kok malah melamun? Ayo ambil. Ini pemberian mamah loh. Kamu harus pakai besok! Perintah Lisa yang sudah sedari tadi menyodorkan bingkisan kebaya kepada Renata.
"Makasih yah Lis. Sampaikan juga rasa terimakasihku kepada tante Nessa," ucap Renata sembari menerima bingkisan kebaya dari Lisa.
"Sama-sama Ren. Kalau gitu aku pamit dulu yah Ren, aku cuma mau mengantarkan kebaya ini ke kamu," salam buat ibu.
"Iya Lis hati-hati di jalan," lanjut Renata
Lisa pun berbalik arah membelakangi Renata sambil berfikir sejenak dengan kedatangan Yudha kesini. Lisa sedari tadi memang sangat kepo terhadap Renata dan Yudha.
Kenapa yah tadi Renata lama banget menerima bingkisan dariku. Kaya sambil mikir. Biasannya Renata kan tidak seperti itu. Dia sangat antusias jika menerima pemberian dari mamah. Sekarang aku paham, jangan-jangan tadi Yudha kesini ngasihin sesuatu untuk Renata. Jangan-jangan itu ke...
Setelah Lisa sudah tidak terlihat lagi di rumah Renata, Renata segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.
Renata melakukan aktivitas seperti biasa. Hingga malam perlahan menghilang. Merayap pergi dari tidurnya. Begitupula seterusnya.
__ADS_1
#Satu Minggu Kemudian#
Waktu yang di tunggu-tunggu oleh Renata telah tiba. Setelah seminggu menanti kedatangannya. Hari ini adalah hari wisuda dan perpisahan sekolah Renata.
Campur aduk perasaaan Renata saat ini. Ada perasaan senang, sedih dan juga deg-degan. Karena hari ini juga pengumuman hasil kelulusannya.
Renata pun telah siap untuk berangkat ke sekolah. Renata terlihat sangat anggun,dengan kebaya tosca pemberian mamah Lisa.
Ditambah dengan riasan wajah yang soft dan natural, membuat make up Renata sesuai dengan usianya.
Kali ini Renata tidak berangkat bersama Lisa, melainkan dengan ibunya. Karena semua wali murid mendapatkan undangan untuk mengambil pengumuman hasil kelulusan.
"Ayo Ren kita berangkat," ajak ibu Renata yang telah siap dengan pakaian formalnya.
Renata dan ibunya pun sudah berangkat dengan menaiki angkutan umum yang melaju ke arah sekolahnya.
Baberapa menit kemudian, sampailah mereka di sekolah. Dilihatnya panggung megah dengan hiasan dekorasinya yang menambah nuasa panggung semakin spektakuler. Para siswa pun hilir mudik berdatangan bersama orangtuannya.
Mereka terlihat cantik-cantik dan tampan-tampan dengan balutan kebaya dan jas yang dikenakannya.
Setelah mengisi buku kehadiran dan mendapat snack, Renata dan ibunya pun segera mencari tempat duduk yang masih kosong.
Acara sebentar lagi akan dimulai. Tempat duduk sudah mulai penuh oleh para tamu undangan. MC juga sudah mulai membuka acaranya. Dengan membacaan susunan acara wisuda dan perpisahan, sebagai berikut.
Pembacaan ayat suci Alquran
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Sambutan-sambutan
Prosesi Wisuda
Pengumuman hasil kelulusan dan 3 besar terbaik
Hiburan dan pagelaran
Doa dan penutup
Rangkain acara pun satu persatu telah dilewati. Kini tiba saatnya pada acara inti yaitu pengumuman hasil kelulusan dan tiga besar terbaik.
Keringat dingin membasahi tubuh Renata. Dia gemeteran sambil memegang tangan ibunya. Karena takut mendengar hasil pengumuman tersebut.
Hasil pengumuman akan dibacakan oleh kepala sekolahnya. Kepala sekolah telah menaikki panggung acara. Beliau mengumumkan bahwa sekolahnya lulus 100%. Hal ini tentunya sontak membuat para siswa bersorak gembira diikuti dengan senyuman para orangtuannya.
__ADS_1
Kepala sekolah melanjutkan pengumumannya untuk tiga besar terbaik. Satu persatu nama siswa yang masuk tiga besar dipanggil dari urutan ke tiga. Dari dua nama yang menempati posisi peringkat satu dan dua telah dipangil. Tinggal satu nama terbaik yang belum di panggil oleh kepala sekolah.
Renata pun harap-harap cemas mendengar pengumuman siapa yang akan menempati posisi pertama untuk melengkapi dua orang yang sudah berada diatas panggung. karena sedari tadi nama Renata belum ada diantara keduannya.
"Bu, sepertinya Renata ga mungkin deh bisa menempati posisi pertama," ucap Renata pasrah.
"Jangan pesimis gitu dong nak, kepala sekolah kan belum menyebutkan siapa orangnya, masih ada harapan. Kita dengarkan dulu saja siapa nama yang akan di panggil oleh kepala sekolah," lanjut ibunya sembari mendengarkan pengumuman kepala sekolah.
Dan ternyata..., jrenggg jrenggg. Nama Theresia Renata yang dipanggil oleh kepala sekolah sebagai peringkat satu atau terbaik di sekolahnya.
Renata pun kaget dan masih tidak percaya kalau dirinya lah yang menduduki peringkat satu.
"Bu, Renata ga mimpi kan?" tanya Renata dengan ekspresi yang masih tidak menyangka.
"Tidak sayang, ayo cepat maju sudah ditunggu kepala sekolah! Perintah ibunya dengan bangga.
Renata pun naik ke atas panggung. Semua orang tertuju padanya. Mereka kagum dengan prestasi yang di capai oleh Renata.
Kepala Sekolah memberikan piala kepada juara satu, dua dan tiga beserta uang pembinaan. Dan beliau pun mengatakan bahwasannya yang peringkat satu, dua dan tiga akan didaftarkan beasiswa kuliah di kampus yang terbaik.
"Alhamdulillah...," ucapan syukur Renata yang tiada henti-henti nya.
Selanjutnya adalah hiburan dan pagelaran.Hiburan dimeriahkan oleh anak-anak seni rupa, tari dan musik.
Hiburan pun telah selasai. Dilanjutkan pagelaran busana.
Pagelaran sendiri merupakan ajang penampilan bakat dari anak-anak tata busana untuk mempertunjukkan hasil karya yang telah dibuatnya.
Renata menjadi salah satu dari anak tata busana yang akan menampilkan desain-desain busana bertema nusantara.
Modelnya terlihat sangat berbeda dari desain-desain busana yang sudah ada sebelumnya. Sederhana, simple tapi terlihat sangat elegant.
Membuat semua orang sangat terkesima dengan model busana yang Renata desain. Tanpa kecuali Yudha yang juga begitu terpukau dengannya. Akan tetapi, disisi lain dia baru sadar, kalau ternyata kebaya yang dikenakan Renata bukan pemberian darinya. Yudha pun terdiam dan kecewa.
Pagelaran akhirnya selesai. Suara tepuk tangan penonton terdengar sangat meriah.
Terakhir adalah doa dan penutup. Yang menandakan acara wisuda dan perpisahan sekolah telah selesai.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
NB: Pastikan semangat, usaha dan doa kita hari ini luar biasa, agar kita dapat menutup hari ini dengan hasil yang luar biasa juga. Jangan khawatir. Semua yang kita upayakan akan berbuah manis. Usaha yang kuat, Doa juga yang kuat.
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐
__ADS_1