
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Selesai mengerjakan tugas, mereka bangkit ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Dilanjut membaringkan tubuh diatas kasur dan tidur.
๐บ Kampus ๐บ
Pagi yang cerah berselimut hangatnya mentari. Terlihat banyaknya mahasiswa yang sudah mulai memadati kampus. Begitu pula area parkir fakultas desain yang mulai dipenuhi oleh kendaraan roda empat ataupun roda dua. Karena bukan hanya mahasiswa yang kuliah pagi saja yang sudah ada di kampus. Bahkan mahasiswa yang tidak ada jam kuliah pun ikut memadati kampus. Biasannya mereka datang untuk mengerjakan tugas di gazebo atau hanya sekedar cuci mata dikampus.
๐บ Gedung Jurusan Fashion Design (102) ๐บ
Renata dan Sandra telah berada di dalam ruangan. Mengikuti perkuliahan oleh dosen kece pengampu mata kuliah eksplorasi estetika. Dia masih muda. Gaya berpakaiannya juga sangat nyentrik. Ala orang jaman dulu alias jadul. Semua penutup tubuh yang dia kenakan merupakan hasil desainannya sendiri. Dia adalah pak Rico. Sekilas penampilannya terkesan kampungan, tapi sebenarnya dia sangat modern.
Dia merupakan tipikal dosen yang yang tidak suka berbicara formal dengan mahasiswanya. Dia lebih suka berbicara apa adanya dan suka berbicara dengan bahasa gaul kalau sudah sangat akrab dengan orang yang dikenalnya. Dia juga selalu menyelipkan selera humornya yang tinggi itu, disela-sela pembelajaran. Meskipun begitu, ada juga beberapa mahasiswa yang tidak menyukai pak Rico. Salah satunya adalah Caca dan gengnya.
"Iyuh, ilfil banget gue, udah norak kampungan lagi," ucap Caca pada gengnya melihat penampilan pak Rico dari ujung rambut sampai kaki. Pak Rico sedang mengajar di depan kelas.
Caca memang salah satu teman rombel Renata yang paling julid di kelas. Dia juga mempunyai geng namanya CaKa (cantik dan kaya). Yang terdiri dari Caca, Sifa, Mika dan Ola. Geng yang suka membully seseorang yang tidak mereka sukai.
Renata yang mendengar mereka seperti berbisik-bisik membicarakan sesuatu, langsung melirik kearah Caca yang kebetulan duduk di bangku sebelah Renata. Caca yang sadar akan hal itu menatap balik Renata dengan sangat sinis. Dia tidak suka kalau ada orang yang berani menatapnya atau bahkan kepo dengan dirinya. Renata pun langsung menyudahi lirikannya dan membalikan badanya ke depan untuk fokus kembali pada pak Rico.
Perkuliahan eksplorasi estetika telah selesai. Dosen dan mahasiswa pun mulai meninggalkan ruangan kelas.
"Aduh," teriak Renata yang kakinya tersandung oleh kaki Caca, yang tiba-tiba saja meletakkan kakinya didepan Renata saat hendak berjalan.
"Kamu apa-apaan sih Ca," lanjutnya.
"Upz, sorry. Itu peringatan kecil buat loe," ucap
Caca sembari mendorong pundak kiri Renata dengan telapak kananya.
"Maksud kamu apa?" tanya Renata yang masih tidak mengerti dengan perlakuan Caca terhadap dirinya.
"Kamu masih tanya. Apa perlu aku pertegas. Ngapaian loe tadi ngliatin gue kaya gitu. Ga suka loe sama gue," ucap Caca dengan nada tinggi.
"Apaan sih kamu Ca. Gaje banget. Harusnya tuh aku yang tanya ke kamu, ngapain kamu tadi ngata-ngatain dosen. Ga sopan tau. Emangnya aku ga denger apa," balas Renata.
"Emang bener kok apa yg gue ucapin. Pak Rico tuh norak, kampungan lagi. Kaya loe, Ga nyadar diri. Loe lupa yah ini tuh kampus elit. Loe tahu sendiri kan siapa saja orang yg pantas ada dikampus ini," ucap Caca yang masih dengan nada tingginya. Kali ini dia menyindir.
__ADS_1
"Jaga dan tutup mulut kamu yah, jangan sembarangan dan asal ngomong," ucap Sandra yang berada di samping Renata. Dia membela Renata.
"Renata ada disini tuh karena emang dia sangat pantas. Dia masuk ke kampus lewat jalur prestasi. Ga kaya loe yg cuma ngandelin materi sebagai kekuatan loe dikampus ini. Ingat Ca disini kita bersaing untuk berprestasi bukan harta atau kekuasaan," lanjut Sandra mempertegas.
"Udah San, ga enak juga ntar kalau ada yg liat. Udah yuk, ga usah diladenin Caca, ga penting juga," ucap Renata melerai mereka.
"Kamu benar Ren. Diperingatkan karena salah, bukannya terimakasih. Malah kamu yang disangkut pautkan," ucap Sandra menatap tajam Caca dan meninggalkannya bersama Renata.
"Ih, dasar cewek-cewek rese. Apalagi si Sandra, dia tuh kalangan atas, tapi seleranya rendahan," ucap Caca yang semakin kesal. Dia mengajak gengnya meninggalkan ruang kelas.
๐บ Gazebo Jurusan Fashion Design ๐บ
"Ih, kesal bangetlah sama Caca," ucap Sandra yang tengah duduk di gazebo bersama Renata.
"Udahlah San, ga usah dipikirin ucapan Caca. Lagian aku juga biasa ajah kok," ucap Renata dengan wajah santainya.
"Kamu ga marah Ren sama Caca," tanya Sandra merasa heran dengannya. Padahal Sandra saja emosinya masih meluap-luap.
"Enggak lah ngapain juga. Lagian Caca kan emang suka gitu sama siapa ajah. Udah nih...," lanjut Renata sembari memberikan botol minuman berisi air mineral yang dia bawa dari kosannya.
"Makasih Ren," ucap Sandra langsung meneguk minuman itu. Dan menghela nafasnya untuk meredakan emosi.
๐บ Gedung Jurusan Fashion Desain (107) ๐บ
Mata kuliah kedua telah dimulai.
Pada mata kuliah kali ini, pak Fauzi membukanya dengan mangajukan beberapa pertanyaan terkait bab mata kuliah hari ini kepada mahasiswanya.
Renata yang tahu akan jawabannya pun segera mengacungkan tangan. Ternyata jawabannya benar dan sangat tepat. Semua mahasiswa yg ada dikelas pun sontak memberikan tepuk tangan untuk Renata, kecuali Caca dan gengnya.
"Carmuk banget sih," ucap Caca lirih.
"Ini lagi apaan sih," lanjutnya sembari menangkis tangan Ola yang duduk disebelahnya. Ola kagum dengan Renata. Dia pun refleks ikut tepuk tangan.
"Ih..., emang keren ko Renata," ucap Ola dengan wajah cemberutnya atas tindakan Caca. Ola ini memang salah satu teman Caca yang paling labil. Kadang dia baik, kadang juga julid mengikuti teman satu gengnya.
"Terserah loe," balas Caca dengan wajah juteknya.
Perkuliahan jam kedua pun telah selesai. Dosen dan mahasiswa membubarkan diri.
__ADS_1
"Hai Ren, Hai San," sapa Yudha. Dia datang menghampiri Renata yang persis masih berada di depan pintu ruang kelas. Sebelumnya, dia mengechat Lisa, untuk menanyakan ruang kuliah Renata.
Hmmm, si Yudha udah kaya supir pribadinya Renata ajah, tiap selesai ngampus, pasti dia tiba-tiba muncul. Jadi gagal deh pulang sama Renata.
"Kamu pasti mau ngajakin Renata pulang bareng kan Yud?" tanya Sandra menebak.
"Em..., kali ini tebakan kamu salah San," jawab Yudha. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke Renata.
"Oh ya Ren, BEM (badan eksekutif mahasiswa) Univ, bakalan ngrekrut anggota baru loh, kamu ikutan yah, kamu kan biasannya paling aktif di organisasi," ajak Yudha sangat bersemangat.
"Emang kapan pendaftarannya dibuka?" tanya Renata sembari berpikir.
"Aku lihat di brosur dari hari kemarin Ren. Yang aku lihat sih cuma dua hari dibukannya. Jadi hari ini terakhir. Ikutan yah Ren," ajaknya lagi.
๐บ Perjalanan Pulang ๐บ
Di didalam mobil Caca, Mika menunjukkan sebuah brosur yang tadi dia ambil di kardus bagian mading, sewaktu keluar dari ruang kelas. Isi brosur tersebut adalah pemilihan anggota baru BEM Univ.
"Eh Ca, mendingan loe ikut ini deh," bujuk Mika sembari menyodorkan brosur itu ke Caca.
"Apaan sih, ga ga ah, males," ucap Caca menolak. Padahal dia belum membaca tulisan di brosur itu.
"Ih baca dulu Ca," ucap Mika pada Caca yang masih menunjukkan wajah malasnya terhadap brosur itu.
"Pokoknya kamu harus ikut Ca. Dengerin nih, jadi disini tertuliskan yang berhasil lolos menjadi anggota BEM Univ, akan diusulkan sebagai kandidat saat pemilihan putra dan putri kampus nanti," bujuknya lagi sembari membaca brosur itu.
"Lo bayangin Ca, kalau sampai loe bisa jadi putri kampus, nama loe akan semakin hits dikampus ini," lanjutnya merayu.
"Mika bener Ca," ucap Sifa dan Ola serentak mendukung Mika.
"Tunggu, tunggu, loe bener juga Ka. Oke kali ini gue akuin otak loe encer. Gue juga bakalan ikut pendaftarannya. Supaya gue jadi yang paling kuat di kampus ini," ucapnya sembari mengeryitkan alis sebelah kiri dan mengangkat sudut bibir sebelah kirinya. Terlihat wajahnya yang penuh dengan ambisi.
"Yaudah kalau gitu biar gue daftarin langsung Ca," ucap Mika bersemangat. Dia langsung membuka laptopnya dan mendaftrakan Caca di BEM.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
__ADS_1
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐