
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Hari ini Renata dan Lisa bangun kesiangan. Setelah semalam tidur tengah malam karena baru saja pulang dari acara pesta rakyat. Acara yang memakan waktu dari pagi sampai malam itu memang membuat mereka sangat kelelahan. Maklumlah mereka telah bekerja keras untuk mempersiapkan semuannya. Tenaga, waktu dan pikiran tentu saja sudah terkuras habis. Yang tersisa sekarang badan pegal-pegal dan mager untuk bangun.
"Ya Allah jam berapa ini, masih ngantuk banget," ucap Renata sembari menguap dengan badan yang masih bersembunyi dibalik selimutnya.
"Jam berapa Ren?," tanya Lisa yang terbangun dari tidurnya sembari merengggangkan ototnya yang masih terasa sangat kaku.
Bukannya bangkit dari tempat tidur, tapi mereka malahan memejamkan kedua matanya kembali, dengan badan yang semakin ditutup rapat oleh selimut.
๐บ Rumah Caca ๐บ
"Ca bangun, woy udah jam berapa ini," teriak Sifa, Mika dan Ola sembari menarik selimut yang menutup seluruh badan Caca.
"Emmm, masih ngantuk. Ih kalian kok ada sini sih. Kaya jalangkung ajah. Lagian ini masih pagi juga, ganggu orang tidur ajah," jawab Caca dengan wajah judesnya.
"Masih pagi dari hongkong, udah jam 10.00 tau. Emangnya loe mau bangun jam berapa" timpal Ola.
"Aduh..., udah biarin sih rempong amat kalian. Gue capek tau dari pesta rakyat semalam. Lagian gue mau bangun jam berapa pun juga bukan urusan kalian kok," ketus Caca.
"Hih, yaudahlah gaes kita tinggalin ajah Caca. Awas ajah yah jangan nyesel ataupun marah sama kita gara-gara ga ikut. Kita mau hangout loh Ca," ucap Mika, tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Caca. Dia terlelap lagi dalam tidurnya.
Sifa, Ola dan Mika yang merasa lelah dan putus asa karena gagal membujuk Caca, akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar Caca dan segera menuju ke tempat yang akan mereka kunjungi.
Caca yang tersadar bahwa ketiga temannya sudah meninggalkannya pun langsung terbangun dan tegesa-gesa ke kamar mandi. Selesai mandi dia langasung merapikan diri untuk bersiap menyusul ketiga temannya itu. Sebelumnya Caca menelepon Ola untuk menanyakan kemana mereka akan pergi.
__ADS_1
"Sebenarnya gue malas banget, tapi ga papa demi misi, gue rela melakukan apapun," ucap Caca dengan wajah ambisiusnya. Dia melajukan mobilnya dengan kencang karena ingin segera sampai ditempat tujuan.
๐บ Cafe Pelangi ๐บ
Beberapa menit kemudian, Caca memberhentikan mobilnya disebuah cafe tongkrongan anak-anak muda. Baik yang sudah punya pasangan ataupun jomblo, komplit semuannya ada disini.
"Hello gaes," sapa Caca pada ketiga temannya dengan senyum lebar yang mengisyaratkan sesuatu.
"Loe tuh aneh banget sih Ca, tadi ga mau ikut. Dibangunin malah marah-marah ga jelas. Sekarang tiba-tiba ajah nyusul kita. Ga ngerti lagi gue," ucap Sifa heran sembari menggelengkan kepalanya.
"So, gue punya misi yang ga boleh buat kalian lewatkan," lanjut Caca yang telah duduk bergabung dengan Sifa, Ola dan Mika.
"Tepat, tuh kan pasti ada maunya. Ga mungkinlah seorang Caca seketika berubah pikiran kalau ga ada maunnya," ucap Ola dengan penuh tanya.
Tanpa basa basi, Caca segera menceritakan rencana dia pada ketiga temannya. Dia menginginkan ketiga temannya untuk membantu dia menyelidiki segala sesuatu yang berkaitan dengan Renata, Lisa, Sandra dan juga Yudha.
"Emangnya buat apa sih loe lakuin itu semua Ca?," tanya Sifa penasaran.
"Trus apa hubungannya sama Lisa dan Yudha Ca, bukannya mereka baru kamu kenal di BEM," lanjut Sifa.
"Ya adalah jelas. Secara Lisa itu kan sahabat Renata, dan Yudha sepertinya dia itu suka sama Renata. Dan ada yang aneh sama Lisa ketika dia melihat kedekatan Renata dan Yudha. Nah dari Lisa lah gue punya ide buat ngehancurin persahabatan mereka semua," lanjut Caca.
"Trus, trus," tanya Ola dengan ekspresi wajah yang masih belum paham.
"Aduh Ola, please deh kondisikan otak loe yang lola itu. Gue daritadi udah jelasin secara berulang yah, masih ga paham juga...," ucap Caca kesal dengan jari tangannya yang telah bersiap menyentil jidat Ola, tapi tidak jadi.
"Iya, iya paham, ok kita bakal cari tahu. Tugas yang seru dan menyengankan sepertinya, huhu," ucap Ola. Mereka semua saling berpandangan dengan eksperesi wajah jahatnya masing-masing, kecuali Sifa yang telihat kesal dan memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Paling males bangetlah gue sebenarnya. Niatnya sih refresh otak disini. Ini malah bikin otak makin bebel ajah. Caca tuh emang paling bisa ya, manfaatin temennya dalam segala hal. Buat ngewujudin segala yang dia inginkan. Sebenernya kita sahabatnya atau apa sih. Bisanya cuma nyuruh-nyuruh ajah.
๐บ Rumah Lisa ๐บ
Mama Lisa sedang mengemas barang-barangnya untuk dimasukkan ke dalam kopernya. Dia berencana untuk mengunjungi Lisa besok hari senin. Kebetulan kemarin mamah Lisa sudah mengambil cuti sebelum jam pulang kerja. Akan tetapi, dia hanya bisa mengambil satu hari cuti. Karena masih banyak urusan kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Bisa meluangkan waktu satu hari saja untuk putrinya, dia sudah sangat senang dan bersyukur.
Dia juga harus datang kembali ke rumah Renata untuk menemui ibu Renata. Apakah ibu Renata jadi ikut atau tidak. Karena beberapa waktu yang lalu ibu Renata masih sakit, jadi dia menjawab tidak bisa ikut. Akan tetapi, mamah Lisa harus memastikan kembali, karena barangkali sekarang ibu Renata sudah sehat.
๐บ Kos Arjuna ๐บ
Yudha, Anton dan Ricko sedang duduk bersama di teras kos kamar Yudha. Seperti biasa kalau libur kuliah, mereka sering main ke rumah Yudha. Sekedar ngobrol atau ngopi bersama. Sembari ditemani kopi hitam dan kacang rebus yang dibawa oleh Anton, lagi-lagi Anton dan Ricko mengarahkan pembicaraannya tentang Renata dan Yudha.
"Gimana bro, udah mantep belum, masa dari kemarin-kemarin gantung terus, ayo dong gass biar ada status. Apa kamu masih trauma yah Yud, takut ditolak lagi..., haha," ledek Anton.
"Kali ini aku harus mempersiapkan matang-matang bro, ga mau buru-buru lagi. Nyari momen yang tepat lah, masa iya aku harus kecewa yang ketiga kali. Kaya ga ada harga dirinya banget aku," ucap Yudha.
"Gimana kalau kamu kasih kejutan ajah pas Renata ulangtahun. Nah, sekalian tuh kamu ungkapin perasaan kamu," saran Ricko.
"Ide yang bagus Ko, setuju. Kamu kerjasama ajah lah Yud, sama teman-temannya Renata, siapa tau mereka mau bantu," timpal Anton.
"Nanti aku pikirkan lagi lah yah," jawab Yudha bingung.
"Terserah kamu bro, yang penting jangan sampe kalah start sama yang lain loh, haha," ledek Ricko.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
__ADS_1
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐