
Selamat membaca😊
🌺🍃🌺🍃🌺
Sampai dikosannya, Mika langsung mengambil HP miliknya dari dalam tas yang dia bawa untuk kumpul organisasi. Dia membuka aplikasi whatsappnya dan memencet nomer yang tertera atas nama Caca. Dia sangat tidak sabar untuk menghubungi Caca karena ingin memberitahukan info yang menurutnya sangat penting itu.
📱Hallo?
📱Iya hallo Ka, ada apa ya?
📱Ada info penting buat loe Ca.
📱Info apa Ka?
📱Tadi pas gue kumpul organisasi di taman kampus, gue ga sengaja lihat Sandra dan kawan-kawan. Yang gue denger sih mereka lagi rencanain sesuatu buat Renata.
📱Rencana apa Ka?
📱Kayaknya ................................................................................, gitu sih kalau ga salah.
📱Good, pokoknya kita harus pantau terus mereka.
📱Tapi diantara mereka ada yang lihat kamu ga?
📱Kayaknya sih enggak. Ya kalaupun lihat, pasti ga bakalan ngenalin gue, karena gue kan pakai masker.
📱Ok, aman kalau gitu, karena gue ga mau kalau sampai ada yang curiga sama kita. Apalagi si Sandra, dia kan orangnya curigaan banget.
Kemudian Caca dan Mika saling menutup teleponnya. Caca juga tak lupa memberitahukan info ini pada Sifa dan Ola.
🌺 Kos Arimbi 🌺
Lisa masuk ke dalam kamar kosnya. Wajahnya terlihat kusut, seperti baju yang belum di setrika. Tentu saja ekspresinya yang seperti itu, menarik perhatian Renata untuk bertanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu Lis, pulang-pulang cemberut gitu. Habis darimana sih emangnya, misterius banget ga mau ngasih tau aku."
Lisa pun tidak memberikan jawaban apa-apa kepada Renata. Dia memalingkan pandangannya dari Renata. Sebenarnya dia tidak marah ataupun kesal pada Renata, namun dia tidak punya alasan untuk menjelaskannya pada Renata. Ditambah hatinya yang sedang kacau itu, membuat dia semakin malas untuk berbicara.
Sementara Renata hanya menghela nafasnya, melihat Lisa yang hanya mengacuhkan dirinya. Renata tidak ingin memaksa Lisa. Karena dia adalah tipikal orang yang pengertian dan juga mengerti akan situasi dan kondisi terkini.
Renata duduk di kursi belajar dan membuka buku gambarnya yang hampir penuh dengan desain-desainnya itu. Seperti biasa dia selalu memanfaatkan waktu luangnya dengan seefisien mungkin, untuk menghasilkan suatu karya.
Senja telah menghilang. Piringan mentari di tepi langit pun telah senyap. Begitu pula dengan dinginnya malam yang menusuk sampai ke tulang rusuk menjadi hangat dikala mentari menyambutnya. Waktu berotasi dengan sangat cepat. Sepertinya kemarin masih weekend, sekarang sudah mau masuk kuliah lagi.
Pagi dihari senin menyapa ramah setiap insan yang hendak melakukan aktivitasnya. Ada yang sekolah, kuliah bekerja dan lain sebagainya, sesuai dengan yang mereka jalankan. Berbicara soal aktivitas, tentu saja tak jauh dari kehidupan anak kuliahan yang kesibukannya sudah mau menyanyaingi orang kerja saja.
Seperti Renata dan Lisa, ga kuliah pagi, siang atau sore tetap saja mereka terlihat sangat sibuk sebelum ke kampus. Kalau tidak bekerjasama membersihkan kamar kos, ya pastinya ada kesibukan lain yang mereka lakukan. Kemudian dilanjut dengan menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus sesuai jadwal.
Pukul 10.15 Renata dan Lisa yang kebetulan hari ini memiliki jadwal kuliah sama, mulai merapikan diri untuk bersiap ke kampus. Renata yang telah selesai dengan mandinya, ganti baju dan seperti biasa menjumpai bayangannya di cermin. Sementara itu Lisa menata segala peralatan tulis yang akan dibawannya ke kampus.
Tok, tok, tok, assalamualaikum...
"Waalaikumsalam," ucap Renata sembari membukakan pintu.
Pintu yang telah terbuka itu, memperlihatkan dua orang wanita yang membawa tas jinjing masing-masing di lengannya dan juga barang bawaan lainnya. Sepertinya mereka datang dari luar kota. Dan kelihatannya mereka juga tak sebaya dengan Renata. Melainkan seperti wanita yang telah memiliki anak. Awalnya Renata berpikir kalau mereka itu ibunya dan mamah Lisa. Namun baginya, rasanya tidak mungkin jika mereka datang tanpa mengabari putri-putrinya terlebih dahulu.
"Maaf bu, cari siapa yah?" tanya Renata pada kedua wanita yang masih saja membelakanginya. Seakan tidak mendengarkan ucapannya.
"Per....," ucapnya dengan tangan kanan yang hendak memegang salah satu bahu wanita itu. Namun tidak jadi, karena mereka membalikkan badanya.
"I, ibu..., tante Nessa...," ya Allah kalian kapan datang..., kok ga ngabari kita kalau mau kesini," ucap Renata sembari menyalimi keduanya.
"Biar surprise dong..., kan kita memang sengaja," ucap mamah Lisa sembari melepas kacamata hitamnya.
"Siapa sih yah datang, kok Renata lama? Kaya rame gitu diluar," ucap Lisa yang masih sibuk memasukkan peralatan tulis ke dalam tas kuliahnya.
Renata pun mengajak ibu dan mamah Lisa masuk ke dalam kamar kosnya.
__ADS_1
"Lisa, lihat dulu dong..., siapa yang datang," ucapnya penuh kegembiraan.
"Mamah...," teriak Lisa yang telah menoleh ke arah mamahnya. Kemudian dia langsung menghampirinya.
"Ya Allah, Lisa kangen banget sama mamah. Mama jahat banget sih, ga pernah bales WA dan juga ga pernah ngangkat telepon Lisa," ucapnya sedikit manja sembari memeluk mamahnya. Matanya sedikit berkaca-kaca dan wajah juga sedikit cemberut.
"Maaf sayang, mamah sibuk banget akhir-akhir ini. Harus bantu atasan juga kejar target perusahaan. Soalnya kan kamu tahu sendiri, mamah karyawan kepercayaan bos," ucapnya sembari mengelus lembut rambut Lisa.
"Tapi mamah juga sengaja sih sebenarnya, melakukan semua itu. Karena mamah pengin bikin kejutan buat kamu. Dan makanya, mamah juga ga bilang-bilang dulu kalau mau kesini," lanjutnya.
Kemudian mereka saling melepaskan pelukannya. Dan Lisa lanjut menyalimi ibu Renata. Berhubung Renata dan Lisa harus berangkat kuliah, mau tidak mau mereka meninggalkan orang tuannya dikos. Ibu Renata dan mamah Lisa baru bisa berinteraksi lagi dengan putrinya, setelah sore datang. Karena disaat itu, mereka baru pulang dari kampus.
"Emmm, ibu, tante, tapi maaf banget nih kita harus ke kampus. Ibu sama tante ga papa kita tinggal di kos, soalnya kita baru pulang nanti sore," ucap Renata merasa tidak enak.
"Ga papa dong sayang, ibu juga ga mungkin mau melarang kalian kuliah. Lagian juga sambil menunggu kalian pulang, kita bisa rebahan dulu kok," ucap ibu Renata.
"Ya sudah, kalau gitu kita pamit yah bu, tante," ucap Renata sembari menyalimi ibunya dan mamah Lisa, yang kemudian diikuti oleh Lisa.
"Oh ya, kalau bisa pulang kuliah ajak temen-temen kalian gih, buat makan bareng disini. Soalnya mamah udah bawain makanan banyak. Kayaknya ga mungkin kalau harus dimakan berempat saja," ucap mamah Lisa.
"Siap mah, nanti kalau mereka mau yah."
🌺 Fakultas Ekonomi 🌺
Hari ini tepatnya setelah kuliah nanti, sesuai dengan bujukan Anton dan Ricko, Yudha berencana untuk mampir alias main ke kos Renata. Kata Anton dan Ricko sih, supaya hubungan Yudha dan Renata kaya perangko gitu, nempel terus wkwk. Dengan begitu, pastinya cinta Renata ke Yudha juga akan semakin tumbuh.
"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino" cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa berinteraksi, terbiasa bersama-sama. Kalaupun mungkin semulanya cinta itu belum tumbuh, tetapi karena sering bertemu dan sering bersama-sama, akhirnya cinta itu mulai tumbuh karena kebiasaan tersebut.
bersambung...
🌺🍃🌺🍃🌺
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏
__ADS_1
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏