
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Denting melodi hiasi udara siang hari ini, dari pita suara sang muadzin. Mendayu-dayu hingga menyusup kalbu terdalam. Membuat setiap insan yang mendengar, bergetar hatinya. Termasuk Renata yang masih merebahkan diri diatas kasur, segera bangkit dan datang menjalankan kewajiban sebagai umat muslim.
Selesai sholat, Renata merasakan kalau cacing di perutnya telah meronta-ronta. Dia yang ingin mengabaikannya dengan cara tidur siang tetap saja tidak bisa. Teriknya mentari membuatnya malas untuk keluar mencari makanan. Akhirnya Renata memutuskan untuk membuat sebungkus mie instan. Kebetulan Lisa masih memiliki beberapa stok mie instan, yang waktu itu dia bawa saat pertama kali merantau.
Semangkuk mie instan sudah siap untuk disantap. Renata memasukkan beberapa suap mie instan ke dalam mulutnya sampai mangkuknya bersih, tak bersisa. Kemudian ditutup dengan segelas air putih. Yang membuatnya merasa kenyang.
Habis kenyang terbitlah ngantuk. Akan tetapi, Renata tidak memberanikan diri untuk langsung tidur. Dia menunggu makanan di perutnya itu dapat dicerna dengan baik, sampai ke tujuan akhir yaitu usus halus. Paling tidak dua sampai tiga jam. Karena kalau habis makan langsung rebahan bahkan tidur, sangat beresiko terhadap kesehatan.
Sembari menunggu, Renata beranjak ke meja belajar dan mengambil laptopnya. Kemudian duduk kembali di lantai, mengerjakan tugas mata kuliahnya di laptop. Sebenarnya kalau dilihat dari pemberitahuan yang ada di grub rombel, masih ada waktu tiga hari lagi untuk pengumpulan tugas. Tapi karena Renata anak yang rajin, makanya dia selalu mengerjakan tugas sebelum deadline. Dia paling tidak suka dengan SKM (sistem kebut semalam).
Tugas mata kuliah riset dan inspirasi fashion, membuatnya harus berkutik di depan laptop selama beberapa jam. Renata mengerjakan proposal dengan kepalanya yang sedikit mengangguk-angguk. Sesekali dia menguap dan pandangannya menjadi samar-samar.
Renata pun mematikan dan menutup laptopnya, kemudian dia letakkan kembali di tempat semula. Padahal masih ada satu bab lagi yang harus dia selesaikan. Akan tetapi, rasa kantuk itu semakin menyerangnya. Dia memutuskan naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya untuk tidur.
#Beberapa jam kemudian#
Tok, tok, tok...
Suara ketukan keras yang berasal dari pintu kamar kos, membuat Renata terbangun dengan malas tanpa menggosok mata atau merapikan rambutnya yang masih acak-acakan. Dia menguap lebar sambil membuka pintu didepannya. Ternyata Lisa, yang mungkin sedari tadi sudah berdiri di depan pintu. Dia baru saja pulang dari kelompokkan.
"Lisa..., maaf-maaf aku lama bukain pintunya," ucap Renata yang perlahan membuka lebar kedua kelopak matanya.
"Hmmm, kamu baru bangun tidur yah Ren? Pantesan daritadi aku ketok pintu, ga dibuka-buka," tanya Lisa sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam kos. Dan langsung menempelkan pantatnya di lantai.
"Apa itu Lis?" tanya Renata yang juga ikut duduk dilantai sembari menyisir rambutnya.
"Nih aku bawain nasi sama lauk. Tadi pulang dari kelompokkan aku mampir dulu ke warung," ucap Lisa.
"Yah, aku masih kenyang Lis. Tadi siang udah makan mie instan," ucap Renata sembari memegang perutnya.
__ADS_1
"Lah, itu kan siang Ren, sorenya kan belum. Nanti makan lagi yah," ucap Lisa.
"Yaudah Lis, kalau gitu simpan ajah dulu. Nanti buat makan malam ajah. Makasih sebelumnya yah Lis, udah bawain nasi dan lauk. Tau ajah kalau aku lagi malas keluar," ucap Renata.
"Ngomong-ngomong kamu tadi tidur jam berapa Ren, kok jam segini tumben baru bangun," tanya Lisa heran.
"Aku tadi ngerjain tugas sampai jam empat sore Lis, terus tidur. Eh..., baru ajah sejam, lagi lelap-lelapnya tidur, udah ada yang ngagetin," ucap Renata dengan wajah sedikit cemberut.
"Hehe, maaf-maaf. Aku kan ga tau kalau kamu lagi tidur. Aku juga capek banget nih Ren. Tugasku menumpuk. Makanya aku baru pulang jam segini," ucap Lisa sembari memegang pundak kanannya yang terasa pegal.
"Pantesan kamu lama Lis, yaudah sana mandi dulu biar capeknya hilang," ucapnya menyuruh Lisa.
Seperti biasa mereka mandi secara bergiliran. Kemudian menunaikan sholat asar.
Langit senja mulai temaram. Mentari semakin merunduk seolah tunduk pada kekuasaan malam. Dia yang tadi terus mengintip, akhirnya sempurna bersembunyi di peraduannya.
Malam ini Renata dan Lisa sibuk dengan tugas kuliahnya masing-masing. Setelah makan malam, Renata melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya, yang tadi siang sempat tertunda. Dan Lisa juga mengerjakan tugas kuliah lainnya.
๐บ Rumah Sandra ๐บ
Sandra dan kedua orangtuannya, telah siap dengan pakaian rapinya. Mereka segera masuk ke dalam mobil alphard warna putih, yang akan dikemudikan oleh supir pribadinya.
๐บ Rumah bu Vina ๐บ
Didepan pintu rumah mewahnya, telah berdiri seorang wanita dengan senyum mengembangnya, menyambut kedatangan Sandra dan kedua orangtuannya. Jadi sebelumnya mereka memang sudah saling berkomunikasi dengan mamah Gery, bahwa malam ini akan mengunjunginya.
Sandra yang kini sudah berdiri di depan mamah Gery pun, langsung menyaliminya. Dan dibalas oleh pelukan hangat dari mamah Gery.
"Jeng...," sapa mamah Gery yang telah melepaskan pelukannya dari Sandra. Dia menempelkan pipi kanan dan kirinya ke pipi mamah Sandra. Yang dilanjut dengan menjabat tangan papah Sandra.
"Mari masuk," ajak mamah Gery yang sedari tadi masih mengembangkan senyumnya.
Mamah Gery pun langsung mengarahkan dan menuntun mereka ke meja makan miliknya yang sudah tertata rapi. Dipercantik dengan taplak panjang minimalis bahan premium terbuat dari bahan sofa flocking import yang tebal dan mewah. Tentunya membuat meja makan itu, terlihat sangat elegant.
__ADS_1
Di meja makan telah tersedia berbagai menu makanan yang enak-enak. Yang semuannya sengaja dimasak sendiri oleh mamah Gery, dengan dibantu sedikit oleh assisten rumah tangganya.
"Silahkan duduk...," ucap mamah Gery mempersilahkan mereka duduk di kursi meja makannya.
"Jeng..., sepertinya ini terlalu berlebihan. Saya tidak menyangka jeng Vina menyiapkan semua ini untuk kami. Padahal kan niat kami kesini cuma untuk bersilaturahmi sama jeng Vina. Bukan untuk memenuhi undangan makan malam," ucap mamah Sandra yang masih tidak menyangka melihat makanan yang ada dihadapannya.
"Ga papa jeng..., saya memang sengaja menyiapkan semua ini untuk kalian. Ayo dimakan jangan sungkan-sungkan. Saya udah capek-capek masak semua ini loh...," ucap mamah Gery sembari mengambilkan nasi untuk mereka.
"Makasih banyak loh jeng...," ucap mamah Sandra.
"Tante pasti kesepian yah, selama kak Gery masih diluar negeri. Apa tante ga punya keinginan untuk tinggal di Korea bersama kak Gery?" tanya Sandra yang masih belum memulai makanya. Dia melihat sekeliling ruangan dirumah mamah Gery, yang terlihat sangat sepi.
"Enggak sayang..., sebenarnya sih Gery udah sering kali bicara seperti itu. Cuma dirumah ini terlalu banyak kenangan yang ga bisa tante tinggalin begitu saja," ucap mamah Gery dengan sorot matanya sedikit berkaca-kaca.
"Em, maaf tante, gara-gara aku, tante jadi sedih," ucap Sandra merasa tidak enak pada mamah Gery.
"Ga papa sayang..., tante cuma terharu. Kamu doain ajah yah, semoga Gery bisa membangun dan mengembangkan lagi perusahaannya di Indonesia. Biar dia bisa stay terus disini. Nanti yang dikorea kan bisa dihandle oleh pegawai kepercayaannya yang ada disana. Yaudah ayo lanjut makanya," lanjut mamah Gery menghentikan ucapnya.
"Iya tante," ucap Sandra.
Mereka pun menyelesaikan makan malamnya. Dan dilanjut dengan mengobrol satu sama lain. Keseruan, canda, tawa dan haru pun tercipta disela-sela obrolan mereka.
Malam semakin larut, Sandra dan kedua orangtuanya, segera berpamitan kepada mamah Gery untuk pulang ke rumah. Sebeneranya makan malamnya cuma sebentar. Akan tetapi, obrolannya lah yang membuat lama, sampai lupa akan waktu.
๐บ Rumah Sandra ๐บ
Mereka turun dari mobil, masuk ke dalam rumah dan bergegas ganti baju. Kemudian Sandra langsung tidur karena sudah sangat mengantuk, besok dia harus kuliah.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
__ADS_1
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐