
Selamat membaca😊
🌺🍃🌺🍃🌺
"Caca, kamu ngapain ada disini?" tanya Lisa.
"Loe ga perlu tau kenapa gue bisa ada disini. Yang jelas gue paling ga suka kalau liat ada orang yang disakiti. Apalagi oleh sahabatnya sendiri," ucap mencoba membelanya. Padahal dia memiliki niat jahat.
"Aku ga pernah merasa tersakiti kok. Aku ikhlas, selagi aku bisa membahagiakan orang lain. Apalagi orang itu sahabat aku sendiri," jawab Lisa penuh keyakinan.
"Lisa, lisa. Loe ga usah deh bohongin perasaan loe sendiri. Apalagi nutup-nutup sama gue," lanjut Caca.
"Gue adalah orang pertama yang bisa merasakan apa yang saat ini loe rasakan Lis. Please, jangan buta Lis. Buka mata loe, sadar Lis. Kalau loe yang lebih pantas ada di posisi Renata saat ini. Status sosial Renata jika dibandingin sama loe juga tidak ada apa-apanya. Gue ga ada maksud apa-apa kok Lis. Tapi gue hanya ingin membantu loe," ucap Caca terus menghasutnya.
Dengan begini, aku yakin cepat atau lama jalan pemikiran Lisa pasti akan berubah. Gue ga akan pernah nyerah buat terus mempengaruhi Lisa. Untung ajah tadi sepulang kuliah gue ikutin Lisa sama Sandra. Jadi gue tahu apa yang terjadi hari ini. Haha.
"Yaudah gue pergi dulu yah Lis, soalnya masih ada urusan. Oh ya, pikirkan baik-baik ucapan gue ini."
Setelah mengeluarkan segala unek-unek di hatinya. Lisa merasa sedikit lebih lega. Dia kembali ke tempat teman-temannya berada. Sebelumnya dia mencuci mukanya terlebih dahulu supaya tidak terlihat habis menangis. Dan merubah ekspresi cemberutnya menjadi sedikit lebih ceria. Dia terus melangkah mendekati teman-temannya dan berusaha bersikap seperti tidak terjadi sesuatu pada dirinya.
"Eh, gimana, gimana, udah belum," ucap Lisa terburu-buru.
"Yaelah Lisa, kamu dari mana ajah. Telat, udah selesai daritadi. Kamu tuh yah bikin kacau rencana di danau," ucap Sandra sedikit kecewa.
"Iya maaf-maaf San. Tadi aku ga nahan banget. Udah kebelet banget. Yaudah aku nyari toilet. Dan kebetulan toiletnya juga agak jauh dari area danau," ucap Lisa alesan.
"Yaudah, udah. Yang sudah jangan dibahas. Yang penting kan Yudha udah berhasil nembak Renata. Sekarang giliran kita menuju ke rencana selanjutnya yang telah kita persiapkan," lerai Anton.
Yudha sama Renata belum ada disini. Pasti mereka masih berduaan di danau. Secara mereka kan baru ajah jadian. Pasti lagi bucin-bucinya mereka.
Sandra menuju ke danau kembali untuk memberitahukan pada Yudha bahwa acara firework dinner akan dimulai lima menit lagi.
"Yud," ucapnya berbisik lirih, agar Renata tidak mendengar.
"Apa sih San, aku ga boleh denger nih," ucap Renata penasaran.
"Jangan dong, ntar ga suprise," ucap Sandra.
__ADS_1
Selanjutnya setelah jam menunjukkan pukul 18.30 Yudha mendapat pesan WA dari Anton bahwa semuannya telah siap. Dia bisa segera membawa Renata ke tempat yang telah disiapkan.
"Ayo Ren, ikut aku. Tapi sebelumnya kamu tutup mata dulu yah," ucapnya sembari menutup mata Renata dengan kain berwarna hitam yang diikatkan di kepalanya.
"Sebenarnya mau dibawa kemana sih aku Yud?" tanya Renata penasaran. Yudha terus menuntunnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Sampailah Renata di sebuah taman yang masih satu tempat dengan danau. Taman itu terlihat sangat menawan. Pasalnya disekeliling taman dikelilingi bunga-bunga cantik yang sangat beraneka ragam. Wangi harum dari bunga-bunga itu pun sesekali tercium oleh hidung.
Di taman itu sudah disediakan satu meja dan dua kursi yang saling berhadapan. Dikelilingi oleh taburan bunga mawar berbentuk love untuk membatasi meja makan, sehingga terkesan romantis. Meja diatur sesederhana mungkin dengan lilin yang diletakkan diatas holder bergaya glasik ditambah juga tumpukan piring vintage yang tersusun rapi. Serta tak lupa sentuhan manis setangkai bunga mawar.
Yudha membuka penutup mata yang sedari tadi menyulitkan Renata untuk berjalan karena pandangannya gelap.
"Wah...,ini apa Yud? Bagus banget. Ini semua kamu yang nyiapin?" tanya Renata dengan ekspresi terkejut. Dia heran dan tak menyangka dengan apa yang ada dihadapannya.
"Ini semua aku dan tim suksesku yang menyiapkan. Sandra, Lisa, Anton dan Ricko," jawab Yudha tersenyum lebar. Dia bahagia melihat Renata yang tersenyum sebahagia itu.
"Tapi ngomong-ngomong mereka kemana yah, tiba muncul, tiba-tiba ngilang," ucap Renata sembari melihat sekeliling. Kemudian Yudha mengulurkan tanganya dan menggandeng Renata masuk ke dalam lingkaran love itu.
Yudha menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Renata untuk mendudukinya. Setelah itu dia menepuk kedua tangannya sebagai tanda memanggil seseorang. Lalu datanglah seorang laki-laki yang seumuran dengannya mengenakan pakaian layaknya seorang pelayan restoran.
"Silahkan nona, tuan. Selamat menikmati dinner romantisnya," ucapnya.
"Ricko...," ucap Renata yang baru sadar.
"Maaf nona, tuan saya permisi," ucap Ricko dengan gaya seakan tidak mengenal Renata dan Yudha. Namun ini bagian dari rencana mereka juga. Waktu itu saat persiapan Yudha meminta agar nanti saat dinner Ricko lah yang menggantikan pelayan aslinya untuk mengantar pesanan.
Boleh juga si Ricko. Cocok dia merangkap jadi pelayan Restaurant.
"Ada-ada ajah Ricko," lanjut Renata.
Yudha mempersilahkan Renata untuk menyantap hidangan yang telah disediakan. Ada daging steak ribeye yang sudah Yudha pesan sebelumnya. Dia sengaja memilih bagian daging ini. Karena selain sirloin, bagian daging ribeye telah jadi favorit dan lebih enak menurut pengamat kuliner, Kevindra Soemantri.
Menurutnya, bagian daging terbaik untuk steak adalah ribeye. Jadi Yudha menyiapkannya untuk Renata. Intinya semua harus yang terbaik untuk kekasihnya itu. Kebetulan bagian daging steak di restoran ini juga komplit, jadi Yudha tidak kesusahan untuk memesannya.
"Kenapa sayang?" ucap Yudha yang mulai berani memanggil Renata dengan sebutan itu.
"Hehe, dagingnya keras," ucap Renata tersipu malu. Padahal bukan dagingnya yang keras, tapi Renata masih kesulitan menggunakan pisau pemotong steaknya.
__ADS_1
"Sini-sini," ucap Yudha. Dengan perhatian, dia memotongkan steak itu untuk Renata. Kemudian menyuapinya.
"Enak ga?" tanya Yudha sembari menatapnya dengan penuh kasih sayang
"Enak kok, dagingnya sangat juicy," jawab Renata.
"Syukurlah sayang kalau kamu suka. Ayo habiskan," lanjutnya sembari mengelus lembut kepala Renata. Kemudian dia juga melanjutkan makannya.
Beberapa menit selesai makan. Terdengar letupan yang cukup besar. Ternyata suara itu berasal dari kembang api dandelion yang bertaburan indah seperti pesta kembang api. Renata dan Yudha pun menyaksikan bersama dengan penuh kebahagian diantara keduanya.
"Yah, udah selesai," ucap Renata setelah kembang api itu sudah tak lagi meletup.
"Ga papa kita bisa menyaksikan lagi dilain waktu."
"Happy birth day to you," Tiba-tiba saja Sandra, Lisa, Anton dan Ricko datang untuk memberikan suprise ulang tahun Renata.
Hari ini merupakan kejutan yang sangat lengkap untuk Renata. Bukan hanya kejutan spesial dari seseorang yang sangat mencintainya. Tapi juga kejutan dari para sahabat yang sangat menyayanginya.
"Ayo kalian berdua foto, biar aku yang fotoin. Eh, jangan deh Lisa ajah. Aku paling ga handal ngambil gambar orang. Kamu ajah yah Lis yang hasil jepretannya bagus," ucap Sandra. Dia tahu kalau Lisa memang sangat handal soal urusan fotografer.
Lisa pun tak bisa untuk menolak permintaan Sandra. Dia memegang kamera milik Sandra dan segera mengaturnya untuk memfoto. Tangannya gemetar, ada rasa tak sanggup melihat Yudha merangkul Renata. Keduanya sangat romantis dan bikin baper. Tapi dia berusah sebisa mungkin untuk tetap tegar.
Harusnya aku yang ada di samping Yudha. Tapi takdir berkata lain. Posisi itu telah diisi oleh Renata. Kini aku hanya bisa menjadi audiens untuk mereka. Hingga suatu saat semesta akan berpihak padaku. Gak" apa yang kamu pikirkan sih Lis. Bisa-bisanya kamu berpikir kalau suatu saat nanti Yudha akan menjadi milikmu. Ingat Lis, dia adalah kekasih dari sahabatmu.
"Coba-coba lihat," ucap Sandra sangat antusias.
"Yah, kok blur sih Lis," lanjutnya melihat hasil jepretan Lisa yang tidak seperti biasanya.
"Maaf-maaf aku tadi belum fokus."
bersambung...
🌺🍃🌺🍃🌺
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏
__ADS_1