Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Kenapa ada dia lagi sih?


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Renata dan Lisa akan makan bakso di wabak (warung bakso) pak Yoyo.


"Lis..., buruan dong," teriak Renata pada Lisa yang sedikit lelet.


"Iya, iya," balas Lisa.


"Yuk, ah...," ucap Renata.


Mereka pun langsung menuju ke warung bakso pak Yoyo.


"Pak..., baksonya dua, es jeruknya dua yah," pesan Renata kepada pak Yoyo. Renata dan Lisa telah sampai di wabak pak Yoyo.


Warung bakso pak Yoyo sudah sangat terkenal di wilayah itu. Kata orang-orang yang sudah pernah beli, baksonya enak.


"Nih neng," ucap pak Yoyo mengantarkan dua mangkok bakso dan minuman es jeruk ke meja yang mereka tempatin.


"Makasih pak...," ucap mereka serentak.


Hanya dalam beberapa menit saja, semangkok bakso dan es jeruk sudah ludes masuk ke dalam perut Lisa.


"Ternyata benar, apa yang dikatakan orang-orang bahwa bakso disini enak," ucap Lisa.


"Kok jadi kamu yang lahap banget yah Lis, kamu doyan atau lapar?" tanya Renata menyindir.


"Hehe..., dua-duanya Ren," jawab Lisa.


"Hmmm, dasar kau ini," ucap Renata.


Setelah membayar, mereka tidak langsung pulang ke kos. Mereka pergi ke minimarket alat tulis yang berjarak lima gedung dari warung bakso pak Yoyo. Renata ingin membeli sebuah buku gambar untuk tugas mata kuliah menggambar model untuk fashion design yang akan dikumpulkan lusa.


Renata menuju rak tempat buku gambar berada. Dia ingin membeli buku gambar ukuran A4 untuk mata kuliah besok pagi.


Saat akan mengambilnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang ingin ikut mengambilnya juga. Padahal buku gambar tersebut tinggal satu-satunya stok yang tersisa. Mereka pun saling tarik menarik buku gambar itu.


Karena merasa sangat tidak pantas harus berebut dengan seorang wanita, laki-laki itu pun akhirnya melepaskan tangannya dari buku gambar itu dan mencoba untuk mengalah.

__ADS_1


"Ambil saja mb kalau mau," ucap laki-laki itu.


"Makasih mas," jawab Renata yang masih memperhatikan buku gambarnya dan tak menghiraukan siapa laki-laki itu.


Renata pun tersadar dan merasa tidak asing dengan suara laki-laki itu. Sontak dia pun menghentikan langkahnya.


"Eh, tunggu mas," panggil Renata kepada laki-laki yang perlahan menjauh dari rak buku.


Didekatinnya laki-laki itu oleh Renata. Lelaki itu pun memutar tubuhnya dan menghadap sumber suara. Dan betapa kagetnya Renata melihat laki-laki yang ada dihadapannya itu adalah Yudha.


"Yudha...," panggil Renata dengan tatapan tajam.


"Renata...," sahut Yudha yang langsung menggandeng tangan Renata menuju kasir untuk membayar dan membawanya keluar dari tempat itu. Yudha pun mempersilahkan Renata duduk di kursi depan minimarket.


"Hai Ren, apa kabar? tanya Yudha dengan senyumannya.


"Aku baik Yud. Kamu gimana? Kok kamu bisa ada disini?" tanyanya sedikit canggung.


"Seperti yang kamu lihat Ren, aku baik. Dan aku juga kuliah di kampus ini. Oh ya, sebenarnya aku juga sudah tahu dari teman-teman, kalau kamu kuliah disini. Tapi sayangnya, aku kesulitan untuk menghubungimu," jawab Yudha.


"Iya Yud maaf, nomerku yang dulu sudah tidak aktif. Aku ganti nomer baru," ucap Renata.


Duh..., kenapa aku bisa satu kampus sama Yudha sih. Terus kenapa lagi nih, daritadi perasaan deg-degan ga karuan. Ga seperti biasanya. Dan aku juga jadi canggung sama Yudha. Padahal dulu biasa ajah.


Dari dalam, terlihat Lisa yang sedang mondar mandir mencari Renata. Renata yang melihatnya pun melambaikan tangan kepada Lisa yang sudah melihat kearahnya.


Lisa keluar dari minimarket itu. Dia kaget melihat Yudha ada dihadapannya.


"Yudha..." panggil Lisa pada laki-laki yang disukainya itu.


"Loh Lisa, kamu ada disini juga? Jadi kalian bareng lagi yah? tanya Yudha.


"Iya Yud, Lisa satu fakuktas sama aku. Kita juga ngekos bareng," jawab Renata.


Kenapa Yudha muncul lagi sih di kehidupan aku dan Renata. Padahal sulit bagiku untuk bisa move on darinya. Sekarang dia malah datang di saat aku perlahan mulai melupakannya. Dia juga bahagia banget bisa ketemu Renata. Tatapannya pada Renata seperti mengisyaratkan sesuatu. Sedangkan aku hanya dianggap angin lewat olehnya, ucap Lisa dengan hati yang kacau.


Mereka pun duduk bertiga, melanjutkan obrolannya. Canda, tawa membawa mereka sampai larut malam. Minimarket alat tulis juga sudah mau ditutup. Jalanan setapak mulai sepi dan remang-remang.


Mereka bangkit dari tempat duduknya. Diantarkan dengan mobil mewah Yudha sampai ke depan kosannya. Sesampainya di depan kos, Yudha membukakan pintu mobil untuk Renata. Hal ini tentunya membuat Lisa merasa iri dan cemburu padanya.

__ADS_1


"Makasih banyak yah Yud, sudah mengantarkan kami," ucap Renata ramah.


"Sama-sama Ren. Kalau gitu aku pulang kos dulu yah. Sampai jumpa besok Ren, Lis," ucap Yudha menutup kaca mobilnya dan meninggalkan kosan mereka.


Berbeda dengan Renata, Lisa yang sedari tadi kesal tidak mengucapkan apapun kepada Yudha. Dia langsung memalingkan wajahnya dan masuk ke dalam meninggalkan Renata.


"Tunggu Lis, kamu main masuk-masuk ajah. Kenapa sih? tanya Renata yang merasa aneh dengan sikap Lisa.


"Aku udah ngantuk mau tidur," jawabnya singkat.


Melihat Lisa yang telah membaringkan badanya di kasur dengan seluruh badan ditutupi oleh selimut, Renata pun langsung ikut tidur.


Matahari menyambut lembut Renata yang ingin beranjak ke kampus. Akan tetapi, dosen yang akan mengajar secara tiba-tiba menyatakan tidak bisa hadir karena ada sebuah urusan. Teman-teman yang lain merasa kecewa. Begitupula dengan Sandra yang sudah jauh-jauh sampai di kos Renata, untuk menjemputnya.


"Yah..., padahal aku udah siap," ucap Renata kecewa melihat pemberitahuan di grub rombel.


"Apalagi aku Ren, udah datang jauh-jauh dari rumah ke kampus. Eh, ujung-ujungnya gagal. Sebel bangetlah. Mata kuliah cuma satu, bela-belain berangkat. Pak dosen maen cancel ajah," celoteh Sandra dengan wajah cemberutnya.


"Enggak papa San, yang penting kan kamu udah punya niat bagus," ucap Renata menenangkan.


"Huh, sabar-sabar," ucap Sandra menghela nafas.


"Udah main ajah dulu di kosanku. Daripada kamu langsung pulang ke rumah kan capek di perjalanan.


Setelah meminta izin kepada orangtuannya. Sandra menghabiskan waktu seharian untuk main di kosan Renata. Ada Lisa juga yang hari ini tidak ada jadwal mata kuliah. Mereka menghabiskan waktunya untuk mengobrol, bergurau dan memasak bersama.


Meski terbilang teman baru, Sandra dan Renata semakin dekat dan akrab. Karena mereka selalu menghabiskan waktunya bersama.


Waktu sudah semakin sore. Jam ditangannya menununjukkan pukul 16.30. Sandra pun berpamitan kepada Renata dan Lisa untuk pulang ke rumah.


"Hati-hati dijalan yah San," ucap Renata mengantarkan Sandra ke depan mobilnya.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2