Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Lolos BEM


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Selesai dengan semua aktivitasnya malam ini, Renata dan Lisa bergegas untuk tidur.


๐ŸŒบ Rumah Caca ๐ŸŒบ


Mamah Caca perlahan meninggalkan kamar putrinya. Dia melangkahkan kakinya sembari memikirkan ucapan putrinya tadi. Dia merasa bingung, karena masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Caca.


Mamah Caca masuk ke dalam kamarnya. Membaringkan tubuhnya diatas kasur. Bersebelahan dengan papah Caca yang masih duduk menata sebuah dokumen.


"Kenapa mah?" tanya papah Caca yang masih sibuk dengan dokumennya.


"Itu tuh anak papah, mamah benar-benar kesal. Dinasehati bukannya dengerin, malahan ngebantah ucapan mamahnya," jawab mamah Caca dengan wajahnya yang ditekuk.


"Udahlah mah, ga usah ngurusin Caca. Mendingan sekarang kita tidur. Karena besok masih ada urusan yang lebih penting dari ini," ucap papah Caca yang sekarang telah selesai menata dokumennya dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya yang akan dibawa besok.


Sementara dikamar Caca, dia duduk diatas kasur dengan kedua kakinya yang ditekuk dan kedua tangannya disilangkan di depannya. Dia terlihat murung dan masih marah dengan kejadian tadi. Dia merasa mamahnya tidak peduli lagi dengannya.


Ih, mamah nyebelin banget sih selalu ajah salah apa yang aku lakuin. Emangnya kalau bukan aku yang mencari kebahagian sendiri, mereka bisa melengkapi kebahagianku. Sedangkan mereka saja pergi seenaknya, lupa akan waktu. Seperti tidak ada anggota keluarga lain dirumah ini yang perlu diperhatikan. Egois! egois! egois!


Dia melempar Bantal, guling dan selimut miliknya ke sembarang arah. Tak tanggung-tanggung benda-benda yang ada di samping meja tempat tidurnya pun ikut dilempar ke sembarang arah, karena sangkin kesalnya.


Sekarang kamarnya terlihat seperti kapal pecah. Selang beberapa menit, setelah amarahnya sedikit meredam, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya untuk tidur. Dia terlihat kelelahan, karena emosinya telah habis terkuras.


๐ŸŒบ Kampus ๐ŸŒบ


Pagi hari, diarea papan mading jurusan, para mahasiswa berkerumun seperti sedang melihat suatu pengumuman. Disitu juga ada Renata dan Sandra yang sedang ikut melihatnya. Terlihat raut bahagia di wajah mereka. Karena namanya lolos sebagai pengurus BEM.


Tak lama kemudian datanglah geng CaKa.


"Minggir! minggir! ada apa sih," ucap Caca dan gengnya yang penasaran dengan mereka.


"Wowww," teriak Mika heboh, melihat selembar kertas yang terpajang di papan mading. Membuat semua pandangan tertuju padanya. Termasuk Renata dan Sandra.

__ADS_1


"Upz, sorry-sorry," ucap Mika sedikit malu sembari menutup mulutnya dengan telapak kanannya.


Mika pun menarik tangan Caca yang masih berada dibelakangnya untuk melihat pengumuman itu. Sontak Caca pun terkejut melihat namanya yang lolos sebagai pengurus BEM. Dia bersorak gembira bersama dengan gengnya.


"Tapi bentar, ini kok nama dua cewek geje itu juga ada disini sih," ucap Caca menyindir Renata dan Sandra. Dia sinis melihat ke papan pengumuman, sembari melirikkan kedua bola matanya ke arah mereka.


"Kayaknya ada yang syirik tuh Ren. Tapi kita keren yah geje tingkat rendah ajah bisa lolos. Apalagi yang gajenya tingkat tinggi. Pantes ajah bisa lolos. Oh, atau mungkin saat seleksi, panitiannya ngantuk kali yah Ren, jadinya salah masukin orang deh. Haha...," ucap Sandra balas menyindir.


"Hus, kamu ada-ada ajah San," ucap Renata menahan tawanya mendengar ucapan Sandra yang asal ceplos.


"Heh, loe ngomongin ya gue San," ucap Caca dengan sorotan matanya yang tajam. Dia terlihat sangat marah pada Sandra.


Seketika dia menghampiri Sandra dan ingin menarik kasar rambutnya. Namun tangan Caca langsung ditangkis oleh Sandra.


"Eits...," jangan macam-macam yah. Kamu mau aku laporin ke dekan atas tindakan kekerasan," ancam Sandra.


Kejadian itu, tentunya menarik perhatian dari teman-temannya. Mereka semua melihat Sandra dan Caca yang sedang berseteru. Akan tetapi, Renata yang merasa malu dan tidak enak dengan teman-temannya itu, menyuruh mereka untuk membubarkan diri. Dia mengatakan kalau ini hanya salah paham.


Renata pun segera mengajak Sandra masuk ke ruang kelas. Dia melihat dari kejauhan dosen pengampu mata kuliahnya hari ini, sedang berjalan menuju ke kelasnya. Renata dan Sandra pun menyudahi semuannya dan masuk ke dalam kelas. Disusul oleh Caca, Mika, Sifa dan Ola.


#Beberapa jam kemudian#


"Akhirnya selesai juga, ngantuk banget aku Ren. Aku juga ga paham sama perkuliahan hari ini," ucap Sandra sedikit mengeluh.


"Udah ga papa San, nanti dipelajari lagi sendiri, maklumlah beliau kan sudah sepuh," ucap Renata.


Renata dan Sandra meninggalkan ruang kelas dan menemui Lisa dijurusannya. Mereka ingin tahu apakah Lisa juga lolos BEM atau tidak. Belum sempat menemui Lisa, langkah mereka terhenti pada papan mading yang ada dijurusan Lisa. Disitu terlihat jelas, nama Lisa juga lolos sebagai pengurus BEM.


"Renata, Sandra," panggil Lisa yang baru saja keluar dari ruang kelasnya, dia berlari menghampiri Renata dan Sandra.


"Lisa..., selamat kamu juga lolos," sorak sandra yang spontan memeluk Lisa.


"Lolos apa?" tanya Lisa tidak mengerti dengan ucapan Sandra. Dia melepaskan pelukannya dari Sandra.


"BEM dong Lis, gimana sih kamu emangnya belum lihat pengumumannya apah...," jawab Sandra.

__ADS_1


"Oh, jadi hari ini pengumumannya yah, aku ga tau tuh malahan. Pantes ajah tadi pas berangkat kuliah, pagi-pagi udah banyak yang berkerumun di depan mading," ucap Lisa menjelaskan.


"Hemmm, kamu ini Lis selalu ajah kurang gercep," ucap Renata sembari menggelengkan kepalanya.


Bukannya kurang gercep, tapi emang aku males nglihatnya.


"Gaes, Yudha WA nih. Ngajak makan siang bareng. Gimana mau ga? tanya Renata sembari membuka aplikasi WA nya karena ada notifikasi pesan masuk.


"Aku sih mau-mau ajah. Lagian kita kan juga cuma ada kelas sampai siang Ren," jawab Sandra.


"Kamu gimana Lis?" lanjutnya.


"Aku siang ini juga udah ga ada kelas sih sebenarnya, tapi...," jawab Lisa terpotong.


"Udah ikut ajah Lis," ajak Sandra.


Sandra pun mengambil HP Renata dan membalas pesan dari Yudha, bahwa mereka siang ini mau diajak makan bersamanya.


"Beres deh..., udah aku kirim pesannya ke Yudha," ucap Sandra mengembangkan senyumannya sembari mengembalikan lagi HP Renata.


"Kamu balas apa San ke Yudha?" tanya Lisa penasaran.


"Iya. Hehe...," jawab Sandra dengan senyumannya yang mengembang.


Yah, Sandra mah main bales iya ajah ke Yudha.


"Hmmm, dasar Sandra. Tapi kamu ikut kan Lis?" tanya Renata.


"Iya-iya aku ikut deh," jawab Lisa dengan wajah malasnya.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2