Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Persiapan


__ADS_3

Selamat membaca😊


🌺🍃🌺🍃🌺


Pukul 13.00 Sandra, Lisa, Yudha, Anton dan Ricko berkumpul di salah satu taman wisata yang ada di kota ini. Taman itu nantinya akan disulap sedemikian rupa untuk kejutan di hari ulang tahun Renata. Mereka semua membagi tugasnya masing-masing sesuai dengan pembagian pada waktu mereka kumpul untuk merencanakan sesuatu. Dimana kejutan akan dilaksanakan besok sore sepulang kuliah.


Karena hari sudah semakin petang, dan semua persiapan juga dirasa sudah hampir seratus persen, mereka memutuskan untuk pulang ke kos.


Sementara di kos Renata menunggu kedatangan Lisa yang sedari pulang kuliah belum sampai dikos. Dia merasa khawatir dengan Lisa, apalagi jika mengingat Sandra dan Lisa yang bertingkah aneh di kampus.


Beberapa menit setelah menempuh perjalanan, Lisa yang diantarkan oleh Yudha, Anton dan Ricko telah sampai di kos Arimbi. Suara mesin mobil Yudha, tentunya mengusik Renata yang sedang asik membaca buku diatas tempat tidur. Dia segera bangkit dari tempat tidur dan berlari melihat ke arah luar melalu korden jendela kamar kosnya.


Dilihatnya mobil yang tak lain milik Yudha berhenti tepat di depan kos Arimbi. Dia pikir Yudha akan keluar dari mobil, tapi justru Lisa lah yang terlihat keluar dari mobil milik Yudha. Kemudian Yudha melajukan mobilnya,meninggalkan Lisa.


Hah..., dari mana mereka? Kok bisa sih Lisa sama Yudha. Perasaan tadi siang dia perginya sama Sandra deh.


Belum sempat Lisa mengetuk pintu, Renata sudah lebih dulu membukakan pintu untuknya. Dia sangat senang melihat Lisa yang telah pulang ke kos.


"Selamat datang dikamar kos tercinta...," ucapnya sangat ramah dan penuh senyum keceriaan menyambut Lisa yang baru saja datang.


"Kamu darimana Lis? Kok baru pulang sih? Trus tadi kalau ga salah itu kamu dianterin sama Yudha yah?" tanya Renata penasaran. Tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Lisa. Dia sibuk melepas jam tangan miliknya. Kemudian langsung masuk ke kamar mandi.


Kesal deh sama Lisa. Baru kali ini aku dicuekin olehnya. Perasaan daritadi aku kayak ngomong sama patung. Dia beneran marah sama aku yah, emangnya aku salah apa sih.Tapi aku ga boleh nyerah, Lisa ga boleh gini terus sama aku. Aku harus cari cara. Aha, aku punya ide.


Beberapa menit kemudian Lisa telah selesai mandi dan mengganti bajunya. Begitupula dengan Renata yang telah selesai memasak telur dadar kesukaan Lisa dan es teh manis.


"Tara, nih aku buatin spesial buat kamu. Aku tau kok, kamu pasti lapar kan Lis, habis pergi seharian," ucapnya menggoda sembari menyodorkan sepiring nasi putih dan telur dadar pada Lisa plus es teh manis.


Aduh, apa-apaan ini. Ga tepat banget sih, ga tau aku lagi akting apah yah. Mana telurnya menggoda banget lagi. Telur dadar isi kornet sapi, sosis, daun bawang dan cabai. Bukan lagi deh, kesukaan aku banget. Bikin ga nahan. Enggak-enggak kali ini aku ga boleh tergiur. Bisa gatot nih, kalau sampai aku menerimanya.


"Yah, yah, kok malah naik ke tempat tidur sih. Kamu beneran ga mau Lis. Ayo makan dulu, enak loh," ucapnya.

__ADS_1


"Yakin nih, ntar nyesel loh aku makan," lanjutnya sembari menyodorkannya lagi ke Lisa. Tapi karena Lisa tetap saja tidak meresponya, akhirnya Renatalah yang memakannya. Dan Lisa hanya memandangi Renata yang makan sangat lahap sembari memikirkan sesuatu.


Besok adalah hari bahagiamu Ren. Besok pula hari yang paling menyedihkan untukku. Aku senang bisa ikut mempersiapkan semua ini untukmu. Tapi aku ga tau, apakah aku sanggup atau tidak melihat kenyataan besok.


Waktu terus berputar meninggalkan malam. Begitupula hari yang silih berganti seiring berjalannya waktu. Pagi menyambut setiap insan dengan berbagai suasana hati. Ada yang sedang merasakan kebahagian karena suatu hal. Ada pula yang sedang berduka karena suatu hal.


Jam dinding kamar kos menunjukkan pukul 06.00. Tapi Renata mendapati Lisa sudah tidak ada di kamar. Dia yang telah mencarinya di setiap sudut kamar, tetap saja tidak menemukan Lisa.


Apa iya jam segini Lisa sudah berangkat ke kampus, dia kan ada kelas jam tujuh. Ngapain jam segini udah berangkat. Biasanya juga setengah tujuh lebih kok. Hmmm, menyebalkan sekali, semalam dia juga tidak membangunkanku untuk memberi selamat. Padahal biasanya kan rutin setiap aku ultah, tak pernah telat sedikitpun.


WA Renata


San, kamu nanti ke kos aku ga?


WA Sandra


....................


Renata pun berangkat ke kampus sendiri dengan berjalan kaki. Dia yang telah sampai di jurusannya, masuk ke ruang kelas dengan wajah seperti orang habis olahraga. Wajahnya sedikit mengeluarkan keringat dan napasnya terengah-engah. Kemudian di susul oleh geng CaKa yang ternyata sedari tadi berjalan dibelakang Renata saat telah sampai di jurusan.


Seperti bisanya Caca, Mika, Ola dan Sifa duduk bersebelahan. Tapi Renata duduk tidak bersebelahan dengan Sandra. Karena Sandra sengaja berangkat lebih dulu bareng Lisa. Dia juga sengaja tidak mencarikan tempat duduk untuk Renata.


"Gengs, ada yang aneh ga sih sama Renata dan Sandra," ucap Caca pelan pada ketiga temannya.


"Aneh apanya sih Ca, perasaan masih sama ga ada yang berubah," ucap Ola sedikit LoLa (loding lama).


"Ih bukan itu Ola..., coba lihat deh dari kemarin Sandra kayak menjauh gitu dari Renata. Iya ga sih, kalian merasa ga sih gengs," lanjut Caca yang merasa aneh.


"Iya juga sih, gue juga merasa gitu kok, kenapa yah," ucap Mika penuh tanya.


"Mungkin mereka lagi bertengkar kali atau kalau ga Sandra baru nyadar kalau Renata teman yang ga selevel sama dia," timpal Sifa.

__ADS_1


"Kalau emang gitu sih bagus. Gue suka lihat mereka pecah. Tapi gue ga yakin deh, kalau gara-gara itu. Atau mungkin Sandra cuma pura-pura, bisa jadi kan. Soalnya ga mungkin banget Sandra seperti itu sama Renata," ucap Caca.


"Kalau gitu kita harus cari tau Ca," ucap Ola.


🌺Jurusan Fashion Bisnis🌺


Di kelas, Lisa terlihat sangat murung. Dia tidak bersemngat seperti biasanya. Bahkan dia seperti tidak mendengarkan apa yang dijelaskan oleh dosennya. Sedari tadi Lisa melamun, entah apa yang dia pikirkan.


"Saudara yang mengenakan baju biru silahkan dijawab," ucap seorang dosen menunjuk kepada Lisa.


"Hus Lis, Lisa. Ditanya bu Sonya tuh," panggil Deby salah seorang teman rombelnya yang duduk di kursi belakang Lisa.


"Em iya bu, saya," sahutnya tersadar dari lamunan.


"Iya kamu, siapa namanya?" tanya bu Sonya dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


"Lisa bu," jawabnya dengan nada pelan.


"Ga bisa jawab kan kamu, ya jelas. Daritadi saya lihat kamu tidak memperhatikan ibu sama sekali. Ngelamunin apa sih kamu, habis putus cinta yah atau cintanya bertepuk sebelah tangan," lanjutnya sembari sesekali meledek Lisa. Yang membuat teman-temannya tertawa.


"Maaf bu," jawab Lisa dengan nada merasa bersalah.


"Ya sudah, sudah. Kali ini ibu maafkan. Tapi tolong lain kali jangan diulangi lagi. Ini juga berlaku untuk semuannya. Sekali lagi yah, tolong masalah pribadi jangan dibawa ke kelas. Kalau sudah di kelas kalian harus fokus dengan apa yang ada di depan kalian," tegas bu Sonya.


"Baik bu," jawab semuanya serentak.


bersambung...


🌺🍃🌺🍃🌺


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏


__ADS_2