Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Merasa Aneh


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Sekarang suasana kamar kos Renata dan Lisa menjadi sepi. Hanya tinggal mereka, ibu Renata dan mamah Lisa. Kali ini giliran Renata dan Lisa menghabiskan waktunya untuk memanjakan diri bersama wanita-wanita hebat itu. Mengingat besok juga ibu Renata dan mamah Lisa harus kembali ke kampung halaman. Karena waktu cuti mamah Lisa telah habis.


Renata duduk bersama sang ibunda di depan teras kamar kosannya. Menatap langit yang bertaburan oleh sang bintang yang berkerlap- kerlip menghiasi angkasa. Seakan mendukung suasana hatinya yang sedang terang benderang. Sementara Lisa dan mamahnya ada di dalam kamar kos.


"Sayang, apa nak Yudha pernah mengatakan kalau dia menyukaimu," ucap ibunya penuh tanya.


"Ti..., tidak bu," ucapnya berbohong.


"Masa sih, karena ibu yakin kalau sepertinya Yudha sangat menyukaimu. Ibu lihat sendiri lewat sorot matanya saat dia menatapmu. Ibu juga ingat bagaimana perhatiannya dia, saat persiapan acara perpisahan sekolah dulu," ucap ibunya merasa tidak percaya.


"Em, iya sih bu, maaf bukan maksud Renata ingin berbohong sama ibu. Tapi Renata malu untuk mengatakan yang sebenarnya sama ibu. Sebenarnya dia emang udah pernah nembak Renata dua kali. Tapi..., Renata tolak, hehe," ucapnya.


"Hmmm, tuh kan sudah ibu duga," ucapnya sembari mengembangkan senyuman.


"Ibu ingin kalau nak Yudha nembak kamu lagi, tolong kamu jangan tolak yah nak. Karena daridulu, ibu ingin sekali melihat seperti apa laki-laki yang akan menjadi pendampingmu kelak. Yang jelas dia harus seperti ayahmu. Laki-laki yang sangat mengayomi keluarganya, baik, tulus dan setia. Pokoknya paket komplit," ucapnya.


"Maksud ibu, sifat ayah ada pada Yudha?," tanyanya. Kemudian dijawab oleh anggukan kepala ibunya yang dibarengi oleh senyuman.


"Untuk saat ini, Renata mau fokus sama kuliah dulu bu. Renata ingin mengejar mimpi Renata menjadi seorang desainer. Renata ingin jadi wanita karir yang sukses. Tapi Renata janji sama ibu, kalau Yudha masih berani mengungkapkan isi hatinya lagi. Renata akan mencoba membuka hati untuknya," ucapnya dengan senyuman yang mengembang sembari memeluk erat ibunya.


Cuaca diluar semakin dingin. Membuat tubuh yang masih menikmati suasana malam ini menggigil. Malam nampaknya juga semakin larut. Renata mengajak ibunya masuk ke dalam, karena dia tidak mau ibunya terkena angin malam.

__ADS_1


Di dalam mulai Renata dan Lisa menata dan merapikan kasurnya untuk ditempati orangtuanya. Sementara mereka akan tidur di lantai menggunakan alas karpet. Karena jika semua tidur diatas kasur tentunya tidak akan muat. Jadi mereka lebih mengutamakan kenyamanan orangtuanya. (Karena ibu/mama/intinya orangtua harus diperlakukan seperti Raja. Kita juga harus selalu hormat, patuh dan tunduk padanya๐Ÿ˜Š๐Ÿ™).


Subuh datang menyambut, meninggalkan malam setelah berkelana dalam mimpi. Suasana diluar masih terlihat gelap. Matahari pun masih berada dalam peraduannya. Akan tetapi, ibu Rebata dan mamah Lisa telah bersiap-siap meninggalkan kos Arimbi dan kembali ke kampung halamannya.


Tas berisi baju yang telah mereka packing semalam, semuanya telah dimasukkan ke dalam mobil. Setelah siap dan berpamitan dengan Renata dan Lisa, ibu Renata dan mamah Lisa dan ibu Renata mulai masuk ke dalam mobil. Mamah Lisa pun segera melajukan mobilnya. Dia harus mengejar waktu sampai di rumah, karena pukul 08.00 dia juga sudah harus ada di kantor.


Jarum jam terus berputar menunjuk ke angka 07.00. Yang menandakan aktivitas kampus sudah mulai ramai oleh mahasiswa yang ada jadwal kuliah pagi. Kali ini Renata yang dikenal mahasiswi teladan, baru pertama kalinya datang terlambat di kelas. Untung saja dosen pengampu mata kuliahnya tidak masuk, hanya mengasih tugas untuk mahasiswanya.


Sebenarnya Renata telat karena menunggu Sandra datang menjemput dikosanya. Akan tetapi sudah lama dia menunggu, Sandra pun tidak kunjung datang. Padahal niatnya Renata ingin berangkat duluan ke kampus. Tapi dia merasa tidak enak dengan Sandra. Karena biasanya Sandra selalu rutin menjemputnya. Tapi kali ini berbeda tidak seperti biasanya Sandra berangkat duluan ke kampus.


"San, kamu kok tumben tadi ga jemput aku?" tanya Renata duduk di samping Sandra. Tapi tidak dijawab oleh Sandra. Sandra malah berpindah tempat duduk menjauhi Renata.


Sandra kenapa sih, dia terlihat aneh. Apa yang salah denganku yah. Apa dia marah padaku. Apa ada perkataanku atau perbuatanku yang melukainya. Tidak seperti biasanya dia seperti ini.


Beberapa jam kemudian, selesai mengerjakan tugas. Semua mahasiswa di rombel Renata mulai mengumpulkan tugasnya pada komting dan meninggalkan ruang kelas.


"Hai San, udah kan yuk kita keluar," ajak Renata, tapi masih sama tidak dihiraukan oleh Sandra.


Sandra menuju ke arah ruang kelas yang berada persis di depan ruang kelasnya. Dijumpainya Lisa yang kebetulan hari ini kuliah di tempat itu. Sebelumnya Sandra dan Lisa telah berkomunikasi lewat WA.


Ternyata Renata yang sedari tadi mengikuti Sandra, melihatnya sedang bersama Lisa. Dia pun langsung menghampiri mereka.


"Hai San, Lis," sapa Renata dengan wajah cerianya. Tapi lagi-lagi tidak dihiraukan.


"Kalian mau kemana sih, kok ga ngajak aku. Mau pergi yah, aku ikut yah. Yah, yah...," lanjutnya dengan nada merayu.

__ADS_1


Tanpa berpikir lama, Sandra merangkul Lisa dan mengajaknya pergi menunggalkan Renata sendiri. Hal ini tentu membuat Renata kesal dan sedikit sedih. Dia merasa tidak suka dengan kedua sahabatnya, yang memperlakukan dia seperti itu.


Kenapa sih mereka. Lisa juga jadi sama kayak Sandra. Padahal tadi di kos, dia tidak seperti itu.


Renata meninggalkan kampus dengan wajah cemberutnya dan melangkahkan kaki pulang ke kos karena sudah tidak ada kuliah lagi. Saat melewati parkiran mobil, dia bertemu dengan geng CaKa yang sudah menambah kekesal dihatinya.


"Ehem, tumben nih ada yang jalan sendirian. Ga punya temen yah..., haha" ledek Ola.


"Ditinggalin sama temen-temennya kali gengs, secara dia kan upik abu," timpal Caca dengan sinis.


"Mending loe nebeng sama kita. Masih muat kok, tapi dibagasi," lanjut Caca.


"Haha...," Ola, Mika dan Sifa.


"Maaf, aku ga ada urusan yah sama kalian. Makasih juga atas tawarannya. Aku bisa kok jalan kaki sendiri ke kos. Dan itu jauh lebih baik. Daripada aku harus sama orang-orang ga punya attitude seperti kalian," tegas Renata penuh keberanian.


"Sombong banget, awas ajah. Loe bakal nyesel Renata," ucap Caca dengan sangat sinis pada Renata yang telah berjalan meninggalkan mereka.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2