Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Merantau


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Keesokan harinya pada saat matahari mulai terbit, Renata bangun dari tidurnya dengan wajah yang malas. Karena disini lain, dia senang akan berangkat ke ibu kota, disisi lain dia juga sedih karena akan meninggalkan ibunya sendirian di kampung halaman.


Akan tetapi, mau tidak mau dia harus tetap pergi merantau untuk menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa baru. Renata pun bergegas mandi dan membereskan semua perlengkapan yang akan dibawanya ke kota metropolitan.


Semua persiapan telah siap. Hari ini Renata akan berangkat bersama Lisa dan diantarkan oleh orang tuannya masing-masing. Renata memasukkan semua barang-barangnya ke dalam bagasi mobil mamah Lisa, yang sudah berada di rumahnya.


#Jakarta#


Tibalah mereka di kota tujuan. Terik matahari seolah membakar kota jakarta siang ini. Suara bising dari kendaraan yang berlalu lalang menjadi back song dari kegiatan orang-orang di sekeliling.


Hari pertama tiba dirantau pasti rasanya campur aduk. Antara harapan dan rindu yang belum apa-apa sudah terasa. Ada rasa rikuh dan kikuk begitu sampai di tanah rantau. Antara keinginan untuk menjalani pendidikan dan keinginan untuk tetap bersama keluarga di rumah. Begitulah yang dirasakan Renata dan Lisa saat ini.


Setelah sampai di area sekitar kampus. Mereka pun mencari kos-kosan atau kontrakan yang akan ditempati Renata dan Lisa.


Melalui orang sekitar, mereka mendapatkan beberapa rekomendasi tempat kos dan rumah kontrakan. Mereka memilih tempat yang cocok untuk ditinggali.


Setelah menelusuri beberapa kos dan kontrakan. Akhirnya ada salah satu rekomendasi tempat kos yang letaknya dekat dengan kampus. Namanya kos Arimbi.


Untuk mengetahui lebih detail lagi tentang kos itu, mereka harus menemui langsung ke pemiliknya. Akan tetapi, kata salah seorang yang ngekos disitu, pemiliknya tidak tinggal bersebelahan dengan kosannya. Jadi mereka harus langsung datang ke rumahnya yang letaknya lumayan jauh dari kosan tersebut.


Akhirnya, setelah diberi penjelasan dan selembar kertas berisi alamat pemilik kos. Renata, Lisa, ibunya dan mamah Lisa pun menuju ke tempat alamat tersebut berada.


#Rumah Pemilik Kos#


Sampailah mereka di sebuah rumah yang memiliki halaman cukup luas. Yang menurut informasi yang mereka dapatkan adalah rumah pemilik kos yang akan mereka tempati.


"Tokl, tok..., permisi. Assalamualaikum...," ucap Renata yang telah berada di depan pintu pemilik kos.


"Waalaikumsalam...," jawaban seorang wanita paruhbaya yang telah membukankan pintunya.

__ADS_1


"Maaf bu, mengganggu waktu istirahatnya. Apakah benar ini rumah bu Ratna pemilik kos Arimbi?" tanya Renata dengan ramah.


"Iya benar, saya sendiri. Ada apa yah? Mari masuk." tanya bu Ratna sembari mempersilahkan duduk.


"Jadi begini bu, putri saya dan temannya sedang mencari kosan untuk mereka tempati selama kuliah disini. Dan kebetulan, kami tertarik dengan kos Arimbi, karena letaknya yang dekat dengan kampus. Akan tetapi, untuk fasilitas dan harganya kami belum tahu. Jadi kamu ingin menanyakan langsung ke pemiliknya. Makanya jauh-jauh kami datang kesini," ucap ibu Renata.


"Kebetulan kos Arimbi sendiri fasilitasnya sudah komplit bu. Ada springbed, lemari baju, meja belajar, kamar mandi dalam, ac, televisi, wifi, air dan juga listrik free. Untuk harga sewanya sendiri 8.500.000/tahunnya. Itu sudah termasuk murah atau harga mahasiswa bu," jawab bu Ratna detail.


"Mahal juga yah Ren, ibu niatnya mau cari yang biasa ajah yang cukup dengan uang ibu," ucap ibu Renata pelan sembari melirik dan menatap wajah putrinya.


"Di cancel ajah tidak apa-apa bu, Renata tahu kok bu, Renata juga tidak ingin membebani ibu," ucap Renata mengerti.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan Ren, jika kos nya di tempat yang biasa-biasa saja?" tanya ibu Renata cemas.


"Ibu tidak perlu khawatir, masih ada tempat untuk berteduh pun Renata sudah sangat bersyukur," ucap Renata menyakinkan.


Ucapan ibu Renata, seketika terpotong oleh mamahnya Lisa yang sedari tadi melihat Renata dan ibunya saling berbisik pelan. Dia sudah tahu, jumlah nominal segitu pastinya cukup berat bagi ibunya Renata.


"Mohon maaf sebelumnya bu Ratna, tapi sepertinya anak saya...," ucap ibu Renata terpotong.


Renata dan ibunya pun hanya tercengang kaget, mendengar ucapan mamah Lisa. Lagi-lagi mamah Lisa mengulurkan tangannya untuk membantu mereka.


"Baik bu, saya akan antarkan kalian ke kosan milik saya untuk melihat keadaan di dalamnya," ucap bu Ratna kepada mamah Lisa.


"Sebentar bu, saya ambilkan dulu kunci kamarnya," lanjut bu Ratna.


"Mari bu," ajak bu Ratna dengan membawa tas yang telah disampirkan di bahu kirinya.


Mereka pun menuju ke kosan bu Ratna. Mamah Lisa yang mengemudikan mobil mengikuti bu Ratna dari arah belakang. Karena bu Ratna membawa motor vario sendiri.


#Kos Arimbi#


Bu Ratna menunjukkan kosannya yang masih kosong kepada mereka. Diperlihatkannya setiap sudut ruang yang ada didalamnya.

__ADS_1


Kosan berukuran 3x4 itu terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati.


Setelah melalui beberapa pertimbangan, dan merasa benar-benar cocok dengan tempat kos milik bu Ratna. Mamah Lisa pun segera membayar lunas uang kosan tersebut untuk satu tahun kedepan. Dan kemudian bu Ratna memberikan kunci kosannya kepada mamah Lisa.


"Terimakasih banyak yah bu, karena sudah menjatuhkan pilihan di kosan milik saya. Semoga anak-anak betah tinggal disini," ucap bu Ratna kepada mamah Lisa.


"Sama-sama bu, saya titip Renata dan Lisa yah bu..," ucap mamah Lisa dengan melontarkan senyumannya.


"Tidak usah khawatir dua minggu sekali ibu akan sering-sering kesini untuk menengok anak kos ibu," lanjut bu Ratna kepada Renata dan Lisa.


"Kalau begitu saya tinggal dulu yah bu, karena saya masih ada urusan. Sekali lagi terimakasih banyak. Assalamualaikum...," ucap bu Ratna sembari menjabat tangan kepada semuannya.


"Iya bu, sama-sama. Waalaikumsalam..., hati-hati dijalan yah bu," jawab mereka serentak.


Setelah bu Ratna meninggalkan tempat kosannya, mereka pun segera membersihkan badannya yang sudah berkeringat karena muter-muter nyari kosan. Dilanjut dengan beberes, istirahat, sholat duhur dan makan siang.


Selesai sholat, mamah Lisa membuka aplikasi grab yang ada di HP nya, untuk memesan beberapa makanan.


Beberapa menit kemudian, makanan pun telah sampai dikosan. Diantarkan oleh abang kurir ganteng yang berkumis tipis. Ada menu paket bebek goreng dengan sambal lamongannya dan sedikit lalapan. Ditemani segelas es teh dingin, yang tentunya menambah kesegaran bagi yang menikmatinya. Apalagi siang-siang bolong begini, segerrr.


"Alhamdulillah..., mantap. Nikmat tuhanmu manakah yang kau dustakan," ucap Renata penuh syukur.


"Kenyang juga akhirnya, daritadi perutku ga bersahabat sekarang udah bersahabat lagi deh, hehe...," timpal Lisa.


"Apalagi ditambah makannya bareng-bareng kaya gini," ucap ibu Renata penuh haru.


"Ibu...," timpal Renata dengan mata berkaca-kaca.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2