Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Membahas Progja


__ADS_3

Selamat membaca😊


🌺🍃🌺🍃🌺


Malam yang pekat telah menyeru sang fajar untuk terbit. Dia datang saat manusia masih terlelap dalam istirahat yang tenang. Dia hadir untuk menemani jiwa-jiwa yang akan memulai setiap pekerjaan. Kini sang surya pun tanpa malu menampakkan dirinya.


Suara alarm HP membangunkan Renata secara paksa dari tidurnya.


"Selamat pagi dunia. Syukurlah Aku masih menikmati indahnya. Pastinya Salah satu makhluknya di bumi harus bangun sekarang," ucap Renata bersemangat sembari merenggangkan otot-ototnya yang agak kaku.


"Bangun, Lisa...," panggil Renata sembari menyenandungkan namanya.


"Iya-iya, mentang-mentang suaranya merdu bangunin orang pake nada segala," sahut Lisa yang telah membuka matanya. Dia mulai bangun dari tidurnya sembari mengucek kedua matanya.


Renata dan Lisa segera bangkit dari tempat tidur. Dengan langkah yang mantap mereka menuju ke arah kamar mandi untuk melakukan ritual pagi harinya secara bergantian.


Saat keluar, Renata telah siap dengan bajunya yang rapih dan wangi. Rambutnya yang ia biarkan tergerai bergerak saat dirinya berputar melihat bagian tubuh yang lainnya di depan cermin.


"Ayo berangkat," ajak Renata pada Lisa yang juga telah siap untuk ke kampus.


Mereka berangkat bersama Sandra yang telah menjemputnya. Hari ini adalah jadwal kumpul kelompok progja departemen Renata dkk. Akan tetapi ada beberapa progja yang mengharuskan kerjasama antar departemen yang berbeda. Kebetulan departemen Renata bekerjasama dengan departemennya Sandra dkk, sehingga mereka bisa berangkat bersama untuk menghadiri perkumpulan yang sama pula.

__ADS_1


🌺 Kampus 🌺


Angin yang berbisik lembut menyuarakan alam yang terasa begitu ramahnya. Menyusuri setiap jalan koridor kampus. Renata, Sandra dan Lisa pun menuju pohon rindang dan tempat bersantai yang telah disediakan oleh kampus.


Terlihat sekeliling taman yang sangat indah. Lahan yang luas dipenuhi dengan aneka pepohonan dan juga bunga. Menambah keelokan suasana taman pagi ini. Beberapa belalang pun beterbangan di antara dedaunan yang rimbun dan kadang hinggap di kayu lapuk karena termakan usia.


Ternyata Yudha dan beberapa pengurus BEM lainnya sudah ada disitu. Renata, Sandra dan Lisa segera merapat ke tempat. Sekarang tinggal Caca saja yang belum ada di tempat itu. Karena terlalu lama menunggu Caca dan mereka juga tidak mau membuang-buang waktu, pembahasan masalah progja segera dimulai.


Semua yang hadir saling beraspirasi mengeluarkan pendapatnya. Mereka saling bertukar pikiran untuk menciptakan sebuah ide gagasan yang paling menarik untuk acara pesta rakyat nanti. Meski begitu, ada juga selingan canda dan tawa diantara mereka. Apalagi ditemani dengan pisang goreng yang masih panas dan aqua gelas, tentunya menambah keseruan kumpul kali ini.


"Sorry, sorry, gue telat," celetuk Caca yang baru saja hadir ditengah-tengah mereka.


"Wih, ada ratu kesiangan nih," ucap Sandra menyindir. Dibalas dengan tatapan sinis Caca yang terlihat sangat kesal dengannya.


"Iya-iya gue paham," ucapnya judes. Karena Caca memang paling tidak suka jika ada yang menasehatinya.


"Geser-geser," lanjutnya lirih. Dia duduk disebelah Sandra.


"Baru pertama ajah udah kaya gini, gimana ke depannya," lanjut Sandra menyindir lirih sembari memunculkan sedikit tawa yang tahan.


"Rese banget sih loe," ucap Caca semakin kesal.

__ADS_1


"Udah-udah. Ayo Sandra, Caca, kita fokus lagi yah," ucap Yudha yang melihat keduannya sedari tadi ribut sendiri.


Beberapa jam kemudian gagasan demi gagasan telah disepakati. Mereka semua pun segera menyusun konsep dan rancangan kegiatan yang akan direalisasikan saat pesta rakyat nanti.


Renata dan Yudha mulai saling bekerjasama, membuka buku tulisnya dan saling bertukar pikiran untuk menuliskan idenya. Mereka terlihat sangat bersemangat dan kompak. Apalagi Yudha yang selalu mengistimewakan Renata. Dia mendengarkan segala ide yang dikeluarkan olehnya. Sampai-sampai lupa kalau ada anggota lain didepartemen mereka.


Yudha seakan tidak mendengar segala pendapat yang dikeluarkan oleh Lisa. Hingga membuat Lisa merasa sangat kesal bahkan ingin marah namun ditahan olehnya.


Tanpa disadari ternyata sedari tadi Caca memperhatikan tingkah laku diantara ketigannya. Dia terus mengamati dan kepo dengan mereka.


Kenapa yah wajah Lisa sekesal itu melihat Yudha dan Renata. Em, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiran Lisa. Aku jadi penasaran. Aha, sepertinya menarik. Aku harus cari tahu.


"Ngapain kamu liatin mereka, emang udah selesai tuh kerjaan. Fokus dong, kaya ga ada kerjaan ajah," tegur Sandra melirik kearah Caca yang tatapannya terus tertuju kearah Renata, Lisa dan Yudha.


Sumpah yah ngeselin banget orang yang satu ini. Lagi-lagi ikut campur ajah urusan gue. Ok, berhubung kali ini gue lagi baik. Jadi gue ga mau memperpanjang urusan. Tapi awas ajah kalau semakin hari loe dan temen-temen loe semakin menjadi, ga akan ada kata ampun untuk kalian.


Rapat hari ini telah selesai. Kemungkinan dalam beberapa minggu ke depan akan sering diadakan perkumpulan dengan masing-masing departemen yang saling bekerjasama. Serta rapat besar dengan semua pengurus BEM. Tujuannya untuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan saat pesta rakyat nanti dengan sangat maksimal.


bersambung...


🌺🍃🌺🍃🌺

__ADS_1


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏


__ADS_2