Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Galau


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Yudha menyuruh Sandra untuk pulang ke rumahnya. Tidak perlu mengantarkan Renata ataupun Lisa pulang ke kos. Mengingat jarak rumahnya yang jauh dari kampus. Bukan seperti mereka yang anak kos-kosan.


Mereka pun berkendara dengan arah yang berlawanan. Sandra melajukan mobilnya ke arah kiri. Sedangkan Yudha yang bersama Renata dan Lisa, melajukan mobilnya ke arah kanan menuju kosan mereka.


๐ŸŒบ Kos Arimbi ๐ŸŒบ


Yudha mengerem mobilnya di tempat tujuan. Dia keluar dari mobil dan membukakan pintu mobilnya untuk Renata dan Lisa. Mereka mengucapkan kalimat terimakasih kepada Yudha untuk semua kebaikannya hari ini. Yudha pun membalas ucapan mereka sembari mengembangkan senyuman manisnya.


Yudha kembali masuk ke dalam mobil. Membuka kaca mobilnya dan melempar senyumannya lagi dengan tatapan yang berbeda kepada Renata dan Lisa. Kemudian melajukan mobilnya meninggalkan mereka.


Masuklah mereka ke dalam kos. Renata mencantelkan tasnya di belakang pintu kamar kos dan bergegas mandi. Sedangkan Lisa menjatuhkan tas dan badanya di atas kasur. Indra penglihatannya tertuju ke atas atap. Wajahnya termenung membayangkan kejadian tadi. Terlintas dipikiran Lisa, nasib perasaannya kepada Yudha.


Mungkin, semua orang pasti ingin memiliki cinta yang indah. Mencintai dan dicintai pula. Akan tetapi, hal ini yang tidak dapat Lisa miliki sampai sekarang.


Lelah menyukai dalam diam. Lelah mencintai sendirian. Lelah sayang sama dia, sedangkan dia sayang sama yang lain. Mau move on tapi susah banget. Coba ajah cerita cintaku kaya di film-film yang awalnya sudah berusaha move on, eh..., gak taunnya dia ngajak jadian.


Daridulu Lisa sudah berusaha untuk move dari Yudha. Karena dia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Akan tetapi, semakin besar usahanya untuk menghapus rasa itu, semakin kuat cinta yang dia rasakan. Hingga akhirnya rasa itu dibiarkan terus tumbuh dan berkembang. Dalam diam dia terus mencintainya. Walaupun dia tahu hanya akan berakhir sakit.


Tiba-tiba saja Renata yang telah selesai mandi dan ganti baju, melihat sahabatnya itu sedang melamun. Dia menjatuhkan badannya dikasur dan ikut berbaring di sebelah Lisa. Lisa pun sontak terkagetkan dan tersadar dari lamunanya.


"Cie..., kayaknya ada yang lagi mikirin sesuatu nih," ucap Renata menggodanya. Dia tidak tahu kalau dirinyalah dan Yudha yang sedang Lisa pikirkan.


"Enggak kok...," ucap Lisa mengelak.


"Hayo..., mikirin apa?" godanya lagi sembari mencolek pipi Lisa dan mengelitikinya dengan maksud agar Lisa tertawa dan tidak murung lagi.


Renata merasa senang melihat Lisa yang kembali tertawa lepas. Meski dia tidak tahu apa sebenarnya yang sedang Lisa pikirkan. Karena Lisa tidak mau bercerita sedikitpun.

__ADS_1


Syukurlah Lisa bisa tersenyum kembali. Soalnya daritadi sikapnya aneh. Apalagi pas di kedai kaya orang habis nangis.


Sekarang giliran Renata yang mulai termenung. Terhanyut dalam lamunan membayangkan kejadian yang tadi dia alami bersama Yudha di kedai es krim.


Kalau dipikir-pikir, Yudha baik banget sama aku dan dia juga sangat perhatian. Terus barukali ini juga, aku merasakan sesuatu yang berbeda saat dia menatapku. Apa ini yang dinamakan..., ah tidak! Ingat Renata..., kamu dan Yudha hanya sebatas teman saja.


๐ŸŒบ Kos Arjuna ๐ŸŒบ


Sampailah Yudha di kosannya. Dia duduk didepan pintu kamar kos. Perlahan membuka tali sepatunya, sembari membayangkan kejadian di kedai es krim tadi. Dia merasa sangat senang, senyum-senyum sendiri dan menggelengkan kepalanya.


Yudha pun meletakkan sepatu yang telah selesai dibukanya, di rak sepatu yang telah tersusun rapi. Setelah itu, masuklah dia ke dalam kamar kosnya.


๐ŸŒบ Rumah Sandra ๐ŸŒบ


Sandra turun dari mobil dengan wajah datarnya. Melangkah masuk ke dalam rumah dan meleparkan tas di sofa tamu serta membaringkan badanya disitu. Memandangi kondisi rumah yang sunyi dan sepi. Hanya ada dia, bi Fatma assisten rumah tangganya dan mang Ujang tukang kebun andalannya.


Dia mengerucutkan bibirnya. Mengingat kedua orangtuanya yang masih diluar kota. Padahal, sebentar lagi adalah hari ulang tahunnya.


Bi Fatma mengantarkan segelas air dingin untuk Sandra. Dia tahu kalau majikannya itu, pasti sangat kelelahan baru pulang dari kampus. Bi Fatma tersenyum padanya. Dia seakan mengerti apa yang tengah dipikirkan oleh majikannya itu.


"Silahkan diminum non Sandra. Mumpung masih dingin, biar fresh," ucap bi Fatma meletakkan air es diatas meja tamu.


"Bi, mama sama papa kapan pulang sih?" tanya Sandra memiringkan bola matanya kearah yang sama, menatap tajam bi Fatma.


"Bibi juga tidak tahu non. Lah emangnya ga bilang sama non?" tanya bi Fatma.


"Kalau bilang mah gak mungkin aku tanya bibi. Kemarin ajah pas berangkat aku masih di kampus. Dan mereka cuma ngasih tahu lewat chat. Gak ngasih tau pula, berapa lama mereka disana," ucap Sandra kesal.


"Kenapa ga di chat lagi ajah non mama sama papanya?" tanya bi Fatma menyuruh Sandra.


"Yah bibi kaya ga tau ajah. Mereka kan kalau lagi sibuk di luar kota, cuma di read doang pesan dariku," jawab Sandra semakin kesal.

__ADS_1


"Yaudah bibi boleh kembali ke dapur. Makasih yah bi, atas minumanya," lanjutnya.


"Sama-sama non, bibi permisi," ucapnya menundukkan kepala.


Menjelang malam hari, ada yang mengetuk pintu utama rumahnya. Ketukannya terdengar semakin keras, akan tetapi seperti tidak ada orang disana. Sandra merasa takut dan cemas. Dia pun mendatangi kamar bi Fatma, untuk menyuruhnya membukakan pintu.


Dengan sigap bi Fatma mengambil sapu yang ada di dapur, sebagai senjata yang akan digunakannya, apabila ada orang yang berniat jahat. Sandra mengikuti bi Fatma dibelakangnya. Dia tidak mau kalau sampai ada apa-apa dengan bi Fatma. Dengan sangat hati-hati, bi Fatma segera membuka pintu.


"Surprise...," mama dan papa Sandra mengejutkan mereka saat pintu sudah terbuka.


"Mamah, papah, kalian sudah pulang...," ucap Sandra dengan senyum terkejutnya, sembari mengajak mamah dan papahnya masuk serta menyuruhnya duduk di sofa keluarga. Sementara, bi Fatma membawa masuk koper ke dalam kamar mereka.


"Iya dong, kan kita cuma dua hari disana. Sebenarnya kita masih lama sih. Masih ada beberapa yang harus di selesaikan. Tapi..., kita tidak mau mengecewakan kamu sayang," ucap mamahnya sembari mencolek hidung Sandra.


"Em..., terharu. Mamah sama papah so sweet banget sih. Tapi bener kan mah, pah, urusan kalian disana sudah beres. Soalnya Sandra juga gak mau urusan kalian jadi terbengkalai gara-gara Sandra," ucapnya sedikit ragu.


"Kamu tenang ajah sayang. Semuannya sudah papah serahkan ke sekretaris pribadi papah. Dia yang akan mengurus perusahaan selama kita tidak ada disana," ucap papah Sandra sembari mengelus lembut rambut putrinya.


"Syukurlah kalau gitu, Sandra jadi lega. Sebenarnya daritadi Sandra sedang kesal loh sama mamah dan papah. Tapi sekarang sudah enggak deh. Karena kepulangan kalian merupakan obat kekesalan untuk Sandra," ucap Sandra melebarkan senyumnya.


Kedua orangtuanya memang sangat sibuk. Mereka sering menghabiskan waktunya di luar kota. Karena harus mengurus beberapa cabang perusahaannya yang ada diluar jakarta.


Akan tetapi, sesibuk apapun mereka, tetap saja putrinya yang nomer satu. Mereka sangat bertanggung jawab terhadap kebahagiaan putrinya. Bahkan ulang tahun Sandra, yang jatuh pada hari sabtu, sudah mereka persiapkan dengan baik dari jauh-jauh hari.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2