Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Cinta itu telah hadir


__ADS_3

Selamat membaca😊


🌺🍃🌺🍃🌺


Malam telah tiba, setelah seharian bersembunyi dibalik kilauan cahaya matahari dan mencatat segala peristiwa yang ada. Malam hadir menenangkan kehidupan serta memberi cerita tentang perjalanan manusia seharian. 


Pesta rakyat masih akan terus berlangsung sampai tengah malam nanti. Begitu juga dengan panggung hiburan yang akan terus mengguncang penonton yang hadir, dengan berbagai suguhan pertunjukkan yang akan membuat suasana semakin meriah.


Setelah blackpink, berbagai artis lokal pun juga turut memeriahkan acara. Salah satunya adalah Judika. Lagu cinta karena cinta sangat cocok dibawakan oleh Judika pada malam hari ini. Karena kebanyakan dari penontonnya adalah kalangan anak muda yang sedang kasmaran.


Lagu yang sangat mellow ini memiliki makna berarti yang sangat menyentuh relung hati setiap pendengarnya. Dimana sebuah cinta hadir tanpa adanya syarat dan paksaan oleh siapapun. Cinta yang hadir, tidak dapat dijelaskan alasannya karena hanya hati yang bicara.


Renata, Sandra, Lisa, Yudha dan Caca juga berada dibawah area panggung untuk menyaksikan langsung performa dari Judika. Kebetulan Yudha yang mengajak mereka, karena dia merupakan salah satu fans berat dari penyanyi papan atas bersuara emas ini.


(Coba reader bayangkan dengan khidmat, apabila kalian sedang menikmati lagu CKC bersama orang tersayang😅Buat yang punya pasangan atau sedang kasmaran saja yah, wkwk. Jomblo jangan baper, hehe...)


Sangkin terlena dan terhanyutnya Yudha menikmati lagu itu, dia yang semakin menjiwai setiap lirik lagunya, tiba-tiba saja memegang tangan Renata. Renata yang tersadar pun menoleh saat merasakan tangan seseorang disampingnya memegang tangannya.


Yudha tersenyum, akan tetapi Renata hanya menatapnya dengan tubuh bergetar. Jantungnya seakan berhenti saat Yudha menatapnya lekat-lekat. Dia membisu,lidahnya kaku untuk berkata.


Aku merasakan hangatnya tangan Yudha ketika memegangku. Jauh dilubuk hatiku, aku tidak bisa menolak bahwa aku merasakan getaran yang berbeda. Aku merasakan sesuatu hal yang membuatku tenang. Apa ini yang dinamakan cinta.


Mereka masih terus menatap satu sama lain. Mulut Yudha hendak mengatakan sesuatu, namun enggan. Dia manarik nafasnya sembari berkata,


"Bentar ya," Yudha melepas tangannya dari Renata dan mengambil HP yang ada di saku celananya. Dia menatap Renata lagi, sembari tersenyum, lalu mengarahkan kameran HP nya tepat di depan Renata.


"Bagus," ucap Yudha memuji sembari tersenyum.


"Foto ini akan aku pajang dikamar buat kenang-kenangan, biar kalau ga sempat ketemu kamu, tinggal pandang ajah deh fotonya," lanjutnya yang masih terus memunculkan senyuman di wajahnya.


Renata yang melihat setiap perlakuan dan ucapan Yudha padanya, hanya bisa mengangguk dan tersipu malu. Karena dia juga masih bertanya-tanya pada perasaannya sendiri.


"Ih Yudha mah foto ga ngajak-ngajak," timpal Sandra yang melihat mereka tadi selfi berdua.

__ADS_1


"Yah kamu San, ga tau moment ajah. Ntar lain kali kamu aku ajakin foto," ucap Yudha.


"Iya, iya deh," ucap Sandra mengerti.


Dari belakang, seorang wanita yang tak lain sahabat Renata, mengamatinya dengan mata berkaca-kaca. Perasaannya saat ini tidak karuan, berkecambuk. Sakit hati, bingung dan cemburu menjadi satu. Siapa lagi kalau bukan Lisa. Dia yang sudah tidak kuat melihat kedekatan keduannya, memilih untuk meninggalkan panggung acara dan mencari tempat yang bisa menenangkan suasana hatinya saat ini.


Caca yang melihatnya pun, mengikuti Lisa pergi dan menghampirinya. Dia merangkul Caca yang sedang duduk di kursi stand yang sudah tutup. Kebetulan ada kursi kosong disitu. Beberapa stand memang ada yang sudah ditutup, karena suasana yang sudah hampir tengah malam. Dan sebentar lagi acara juga selesai.


Dengan langkah pelan, Caca semakin mendekat kearah Lisa yang sedang duduk termenung sendirian. Kepalanya menunduk. Kedua tangannya yang dia letakkan di atas paha, menyangga wajahnya yang dia tutup menggunakan kedua telapak tangannya.


Suara sepatu Caca, membuatnya membuka telapak tangan yang masih menutup wajahnya itu, sembari mengangkat kepalanya dan melihat orang yang datang padanya.


"Caca, ngapain kamu kesini? Kamu ngikutin aku yah?" tanya Lisa yang merasa aneh dengan Caca.


"Harusnya gue yang tanya Lis, loe kenapa ninggalin panggung acara, dan kesini sendirian. Ada masalahkah?" jawab Caca dengan ucapannya yang sangat lembut. Dia pura-pura khawatir, padahal punya maksud lain.


"Aku ga papa Ca, aku cuma lelah ajah. Makanya aku ninggalin panggung acara," jawab Lisa mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya.


"Ga, aku beneran ga papa kok Ca. Makasih atas tawarannya," ucap Lisa sembari sedikit memunculkan senyuman di wajahnya yang masih terlihat sendu.


Ok, ga papa kalau loe masih belum mau ngasih tau ke gue Lis. Gue bakalan nyari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.


"Eh Ca, acaranya udah selesai belum?" tanya Lisa dengan maksud mengalihkan pembicaraan, agar Caca tidak tanya-tanya lagi tentangnya.


"Ga tau tuh, paling bentar lagi selesai. Judika kan perform terakhir kan, dia juga kayaknya tadi udah mau selesai kan lagunnya," jawab Caca.


Di panggung acara MC mulai melontarkan kalimat penutupan acara. Itu tandanya serangkaian acara pesta rakyat yang telah digelar selama satu hari penuh, telah selesai. Ditambah juga dengan string spray diatas panggung. Semua penonton yang hadir juga membubarkan diri. Dan para penjaga stand juga mulai menutup standnya masing-masing.


"Ayo pulang," ajak Sandra pada Renata sembari merangkul pundaknya.


"Lisa mana?" tanya Renata berbarengan dengan Yudha.


"Uhuy, kompak banget kalian. Ga cuma Lisa, Markonah juga ga ada," jawab Sandra.

__ADS_1


"Hah? Markonah yang mana San? Emang tadi kita sama Markonah?" tanya Renata bingung.


"Iya Markonah, kalau dalam jawa Markonah itu (Manusia ora genah) kalau Indonesianya (Manusia ga jelas) atau lebih tepatnya GaJeSe (Ga Jelas Sedunia), hahaha," ucap Sandra sembari tertawa geli.


"Siapa sih yang kamu maksud San?" lanjutnya


"Siapa lagi kalau bukan Caca😅," jawab Sandra.


"Yaelah, tak kira ada Markonah beneran disini. Bisa ajah kamu San, haha. Yaudah yuk cari Lisa," ajak Renata pada Sandra dan Yudha.


Renata, Sandra dan Yudha melangkahkan kakinya meninggalkan panggung acara dan mencari Lisa disekitar stand. Sekitar lima menit mencari, akhirnya mereka menemukan Lisa yang sedang berada di stand kuliner yang sudah tutup bersama dengan Caca.


"Ya ampun Lisa sayang kok kamu ada disini sih. Markonah kok juga ada disini sih, gangguin sisterku yah," ucap Sandra sembari meledek Caca.


"Loe ga liat apa Sandrong, orang adem ayem kaya gini juga. Gangguinnya dari segi mana coba...," ucap Caca ketus.


Aku ga akan pernah melarang Lisa buat gaul dengan siapun. Tapi untuk kali ini aku ga akan pernah biarin Caca buat deket-deket sama Lisa. Karena aku tahu dia seperti apa. Aku takut ajah, kalau suatu hari nanti dia bakalan kasih pengaruh buruk buat Lisa. Apalagi Lisa kan ga tahu sifat asli Caca.


"Udah-udah, maaf Ca aku ga mau ada keributan disini, jadi kamu tahu kan apa yang harus kamu lakuin sekarang," tegas Renata.


Tanpa sepatah katapun, Caca langsung meninggalkan mereka dengan wajah kesalnya. Dia melangkahkan kaki menuju parkiran tempat mobilnya berada.


"Kesal, kesal, kesal," ucap Caca sembari memukul setir mobilnya.


Mereka semua tuh bener-bener nyebelin banget sih. Mereka udah bikin gue naik darah. Awas ajah, mereka belum tahu siapa yang sedang mereka hadapi. Kalau sudah begini, aku jadi semakin yakin dan bersemangat untuk memulai permainan ini. Membuat perpecahan diantara mereka. Lanjutnya dengan senyuman yang mengekspresikan wajah jahatnya.


bersambung...


🌺🍃🌺🍃🌺


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏

__ADS_1


__ADS_2