
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Semua tamu mendekat ke meja kue tar yang telah dipersiapkan. Mereka memulai menyanyikan lagu happy birth day dan peniupan lilin oleh Sandra. Dilanjut pemotongan kue tar. Sandra meminta mamah dan papahnya agar ikut memotong kue juga.
Potongan kue pertama diberikan kepada kedua orangtuanya. Dia menyuapi satu persatu mamah dan papahnya. Mereka melayangkan kecupan di kening sandra dan memeluknya. Kemudian kedua orang tuannya memberikan sebuah kunci mobil, sebagai kado ulang tahunnya.
Potongan kue kedua diberikan kepada Gery. Sebelumnya dia memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Sandra. Dan
menjulurkan sebuah kotak perhiasan sebagai kado ulang tahun Sandra.
Sandra tak sabar ingin melihat isinya. Dia segera membuka kotak perhiasan itu. Isinya ternyata sebuah kalung berlian. Sandra sangat terpukau dan berterimakasih kepadanya.
Gery pun mengambil kalung itu dari tangan Sandra dan memasangkan ke lehernya. Sandra merasa sangat bahagia. Dia terus saja mengembangkan senyumannya kepada Gery.
Para tamu tercengang melihat kejadian romantis itu. Mereka memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Sandra dan Gery.
Selanjutnya adalah potongan kue ketiga, yang akan diberikan kepada teman-teman terdekatnya. Yaitu Renata, Lisa dan Yudha. Sandra mendekat kearah mereka. Memberikan suapan pertama kepada Renata.
"Selamat ulang tahun Sandra, bahagia selalu untukmu," ucap Renata dengan senyum manisnya dan langsung memeluk Sandra.
__ADS_1
"Ini aku punya sesuatu untukmu. Maaf mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang lainnya. Hanya ini yang bisa aku berikan," ucap Renata yang telah melepasakan pelukannya. Dia menjulurkan tangannya memberikan sebuah gulungan kertas putih yang diikat dengan pita warna pink.
"Apa ini Ren? tanya Sandra.
"Buka ajah kalau kamu penasaran San," ucap Renata deg-degan karena takut Sandra tidak menyukai kado pemberian darinya.
"Wah..., menakjubkan! Lukisan ini bagus sekali Ren? Kapan kamu mempersiapkan semua ini? tanya Sandra dengan ekspresi senang bercampur haru.
"Beberapa jam yang lalu, sebelum aku datang ke ulang tahunmu. Maaf yah San, kalau gambar sketsa wajahmu jelek. Hehe...," ucap Renata tersipu malu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Enggak Ren, ini tuh beneran bagus banget. Kaya pelukis profesional. Kamu memang sangat berbakat yah Ren. Tidak hanya dalam mendesain busana. Tapi melukis pun kamu sangat ahli," ucap Sandra memuji.
"Pokoknya aku janji Ren. Aku akan menjaga dan menyimpan baik-baik kado yang tak ternilai ini. Akan ku belikan bingkai yang bagus. Biar bisa dipajang di dinding kamarku. ucap Sandra menatap Renata dengan penuh senyuman.
Suapan kedua dan ketiga diberikan kepada Lisa dan Yudha. Mereka juga memberikan selamat dan sebuah kado ulang tahun untuk Sandra.
Pemotongan kue selanjutnya dilakukan oleh bi Fatma. Dia membagiakanya kepada semua tamu yang hadir. Agar mereka juga ikut merasakan kuenya.
Terakhir acara ditutup oleh Sandra. Dengan memberikan beberapa kalimat penutupan diacara ulang tahunnya.
โIni adalah ulang tahunku yang terbaikโ, ucap Sandra bersemangat.
__ADS_1
Dia mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya yang sudah mengadakan pesta ulang tahun semeriah itu. Dia juga sangat berterimakasih kepada para tamu undangan dan teman-temannya yang telah meluangkan waktu untuk datang ke pesta ulang tahunnya.
Sandra sangat senang sekali, karena kebahagiaannya dapat dibagikan pula untuk orang-orang disekitarnya. Memang setiap tahun Sandra merayakan ulang tahun, tapi tahun ini lebih istimewa karena kali ini tunangannya dapat menghadiri ulang tahun Sandra.
Semua rangkaian acara pun telah selesai. Para tamu undangan juga sudah mulai meninggalkan gedung itu. Sekarang suasana menjadi sepi. Hanya tinggal Sandra, kedua orang tua Sandra, Gery, Renata, Lisa dan Yudha.
"Sandra kita pamit pulang dulu yah..., sekali lagi selamat ulang tahun Sandra," ucap Renata menjabat tangan Sandra disusul oleh Lisa dan Yudha.
"Hati-hati dijalan yah kalian..., dan makasih banget loh udah hadir kesini," balas Sandra.
Mereka juga menyalimi kedua orang tua Sandra. Dan bergegas meninggalkan gedung itu. Karena malam juga sudah semakin larut.
Yudha pun mengantarkan Lisa dan Renata pulang ke kosannya.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐
__ADS_1