
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Mentari terbenam di sebelah barat. Gumpalan asap berganti menjadi langit hitam. Daun yang tertiup angin, berjoget layaknya tidak memiliki masalah. Suara adzan menyambut kehadiran malam. Mendatangkan cinta pada setiap hamba, untuk mengabdi dan menyembah sang Esa.
Renata yang telah selesai menghadap sang pencipta, mendaratkan pantatnya di atas kursi tempat belajar. Mengambil buku gambar di rak buku dan sebuah pensil di kotak pensil berwarna pink. Memulai berimajinasi untuk menggoreskan ide yang dipikirkannya pada sebuah buku gambar yang masih kosong itu.
"Ren, sebenarnya kamu suka ga sih sama Yudha?" tanya Lisa serius memandangi sahabatnya yang sedang menggambar. Tiba-tiba saja dia bertanya seperti itu.
"Pertanyaan macam apa itu, ya enggaklah Lis. Mana mungkin. Aku tuh menganggap dia cuma teman. Udah, ga lebih dari itu," jawab Renata yang telah menjeda gambarnya, karena tiba-tiba pikirannya terbuyarkan oleh pertanyaan Lisa.
"Kok kamu aneh sih Lis? Tiba-tiba saja tanya kaya gitu? tanya Renata yang telah memutar badannya kearah Lisa dengan tatapan tajamnya.
"Ya ga papa Ren, aku cuma mau memastikan ajah," jawab Lisa mengalihkan pandangan ke ponsel miliknya.
Renata pun memutar kembali badanya kearah buku gambar dan melanjutkan menggambarnya. Dia membiarkan pensil itu menari-nari di atas buku gambar untuk menghasilkan sebuah desain yang mengagumkan.
๐บ Kos Arjuna ๐บ
Yudha merebahkan tubuhnya diatas kasur dan melemparkan tasnya ke sembarang arah. Dia kelelahan karena baru saja pulang dari kegiatan kampus. Yudha membuka aplikasi whatsapp di HP nya. Jemariya mengetik dengan lincah sebuah pesan yang dikirimkan kepada Renata. Pesan tersebut berisi tulisan bahwasanya Yudha akan menjemput Renata untuk berangkat bersama ke kampus, besok pagi.
๐บ Kos Arimbi ๐บ
Handphone milik Renata bergetar dan berdenting tanda ada notifikasi pesan masuk. Perhatiannya teralihkan kearah HP yang ada disamping buku gambar. Diambilnya HP tersebut dan dibukalah aplikasi whatsappnya.Terlihat ada satu pesan masuk dari Yudha. Renata hanya meread dan mengabaikan pesan tersebut. Dia terus saja sibuk menyelesaikan gambarnya.
Ditutuplah buku gambar yang telah selesai Renata gunakan untuk menggambar. Dia
membereskan meja belajarnya. Memasukkan buku-buku dan alat tulis yang akan dibawa besok ke dalam tas kuliahnya. Termasuk juga gambar yang telah dia selesaikan tadi, karena akan dikumpulkan besok.
Kantuk mulai menyerangnya. Renata melirik kearah Lisa yang sudah tertidur pulas diatas kasur. Dia pun langsung bergerak menuju tempat tidur untuk membaringkan tubuhnya. Perlahan netranya mulai tertutup dan terlelap dalam tidur.
Hari ini Renata bangun sedikit lebih pagi. Karena ada mata kuliah menggambar model untuk fashion design bersama bu Anya. Beliau dosen yang sangat tertib dan disiplin. Maka dari itu, Renata harus sudah sampai di kelas sebelum pukul 07.00 atau sebelum perkuliahan dimulai.
__ADS_1
Selesai berpakaian, Renata membuka nasi bungkus yang dibelikan oleh Lisa. Mereka berdua sarapan bersama.
Teet...teet...dari luar sudah ada yang membunyikan klakson mobil. Renata membungkus kembali makanan yang belum dihabiskannya itu dan meninggalkan Lisa makan sendirian. Dia segera membuka pintu kos, karena mengira Sandra sudah menunggunya di depan kos.
Didepan pintu, terlihat laki-laki bertubuh tinggi dengan penampilaannya yang keren. Diiringi senyum manisnya yang dilihatkan saat Renata membuka pintu. Dia adalah Yudha.
"Pagi Ren...," sapa Yudha melontarkan senyum manisnya lagi.
"Pagi juga Yud," jawab Renata merasa aneh pada Yudha yang tiba-tiba datang menjemputnya. Padahal dia belum sempat membalas pesan whatsappnya semalam.
"Sudah siap? Ayo kita berangkat," ajak Yudha mempersilahkan Renata menuju mobilnya.
"Maaf sebelumnya Yud, bukannya aku mau menolak kebaikanmu. Tapi kan aku belum menjawab apa-apa dari pesanmu semalam. Kenapa kamu tiba-tiba...," ucap Renata sedikit kesal.
"Oh..., kalau soal itu ga masalah Ren. Kamu mau jawab atau tidak pun aku akan tetap menjemputmu," ucap Yudha santai.
"Ayok," ajaknya lagi.
Karena merasa tidak enak dengan Yudha, Renata pun menerima ajakan dia untuk ke kampus bersamanya.
Sandra pun menerima permintaan maaf dari Renata. Dia mengerti dengan situasinya saat ini. Dia pikir laki-laki itu adalah pacar Renata.
"Yaudah aku berangkat dulu sama Lisa yah Ren, sampai ketemu di kelas," ucap Sandra melambaikan tangan, meninggalkan Renata menuju mobilnya.
"Ayo Lis, sudah ditunggu sama Sandra," panggil Renata pada Lisa yang masih berada di dalam kos.
"Iya Ren," jawab Lisa langsung keluar dan mengunci pintu kos.
"Loh ada Yudha ternyata," ucap Lisa yang telah berada dihadapan Renata.
"Iya Lis, kali ini kamu berangkat dulu sama Sandra yah, nanti aku nyusul sama Yudha," ucap Renata.
"Oh yaudah," ucapnya singkat.
__ADS_1
Lisa membuang pandangan, dadanya seperti terbakar tiap kali melihat Renata bersama Yudha. Ingin protes, tapi sadar posisinya bukan siapa-siapa Yudha. Daripada harus emosi pagi-pagi Lisa memilih langsung masuk ke dalam mobil Sandra.
๐บ Ruang Kelas ๐บ
"Pagi...," sapa Renata tersenyum melewati teman-temannya.
"Cie..., senang banget kayaknya yang habis diantar pacar ke kampus. Ups, keceplosan," sindir Maya salah satu teman rombel Renata.
"Ih apaan sih May. Enggak kok dia bukan pacar aku. Dia temanku dari jaman SMA dulu," ucap Renata merasa malu.
"Kalau iya juga gak papa sih Ren, santai ajah sama kita," celetuk Agnes melanjutkan ucapan Maya.
Renata pun mengacuhkan ucapan Agnez, dia membuang muka dan melewatinya begitu saja. Dia langsung duduk di samping Sandra yang sudah mendahuluinya sampai di kelas.
Renata melirik ke arah Sandra yang juga melirik ke arahnya. Mereka saling melempar senyum saat mata keduannya bertemu.
"Ehem...," Sandra memberikan kode kepada Renata.
"Apa sih San, udah deh jangan ikut-ikutan. Dia cuma teman aku," ucap Renata mempertegas.
"Iya-iya," jawab Sandra dengan menahan tawa.
Suasana kelas menjadi tenang, ketika bu Anya memasuki ruangan. Semua mahasiswa menata dan merapikan posisi duduknya. Mengeluarkan buku dan polpoin dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja. Membuka lebar mata mereka serta menajamkan telinga. Siap untuk mengikuti perkuliahan hari ini.
Bu Anya mengeluarkan laptop dan menyambungkannya pada LCD untuk ditampilkan pada layar. Beliau memulai menyampaikan materinya dengan sangat detail dan terperinci. Semuannya terlihat fokus menyimak presentasi pembelajaran dari bu Anya. Entah itu serius atau cuma pura-pura.
Perkuliahan empat sks bersama bu Anya telah selesai. Bu Anya menutupnya dengan sedikit kata-kata motivasi untuk mengobarkan semangat mahasiswanya. Tak lupa beliau juga menyuruh mahasiswanya untuk mengumpulkan tugas menggambar yang waktu itu beliau informasikan lewat grub WA.
Beliau keluar meninggalkan ruang kelas dengan mejanya yang sudah bersih dan tidak ada satupun barang miliknya yang tertinggal. Diikuti oleh mahasiswanya yang mulai meninggalkan kelas satu persatu.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
__ADS_1
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐