
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Hari-hari dilewatinya seperti biasa. Tak terasa, satu minggu pun telah berlalu.
Hari ini adalah hari pertama Renata masuk kuliah. Dia mengenakan baju berkerah lengan pendek bermotif, yang berwarna tosca dan celana panjang berbahan jeans berwarna putih. Sepatu flat shoes berwarna hitam dengan pita di bagian depannya bergaris tosca. Serta tote bag berwarna hitam yang menyantel di lengan sebelah kirinya.
Rambut panjangnya yang lurus, dibiarkan terurai. Meski sederhana, akan tetapi Renata tipe orang yang girly dan selalu memperhatikan penampilan.
Seperti biasa Renata berangkat bersama Lisa dengan berjalan kaki. Setelah sampai di fakultasnya, mereka pun harus berpisah karena berbeda jurusan.
Renata berjalan terburu-buru dan panik, karena takut dosennya sudah berada di dalam kelas. Diapun tidak menyadari kalau ada seseorang dihadapannya yang sedang berjalan.
"Bruukk..., awww," Renata merintih kesakitan karena terjatuh akibat kecerobohannya sendiri.
"Kamu gak gpp? Maaf, tadi aku jalan sambil mainan HP jadi ga liat ada orang. Sini aku bantu," ucap seseorang sembari mengulurkan tangannya.
Renata pun menanggapi tangan itu. Dia membantu Renata berdiri. Akan tetapi, Renata masih sibuk membersihkan celananya yang kotor.
"Emmm ga papa kok, aku juga yang salah. Aku terlalu panik," ucap Renata.
"Panik? Kamu mahasiswa baru bukan? Lagi nyari ruangan kuliah yah? tanya seseorang itu.
Renata langsung berhenti membersihkan bajunya dan mendongkakkan kepala melihat wanita yang baru saja menabrakknya tadi. Dia tinggi, kulitnya putih, alisnya tebal, pupil matanya hitam kecoklatan, berambut pendek dan manis.
"Hai...," suaranya mengagetkan Renata dari lamunan.
"Eh iya, aku mahasiswa baru. Iya aku lagi nyari ruangan. Kamu maba juga disini? " tanya Renata.
"Iya aku maba disini, aku juga bingung sedang nyari ruangan. Kamu jurusan apa?" tanyanya lagi.
"Aku jurusan fashion design rombel satu," jawab Renata.
"Sama dong, aku juga. Hari ini ada mata kuliah bahasa inggris dengan Bu Natali, diruangan 102 kan? tanyanya.
__ADS_1
"Iya benar," jawab Renata.
"Kalau begitu kita bareng ajah yuk. Oh ya kenalin namaku Sandra," ucapnya sembari mengulurkan tangan kanannya.
"Namaku Renata," ucapnya sembari menjabat tangan Sandra.
"Senang berkenalan denganmu Renata. Semoga kita bisa menjadi teman baik," lanjutnya.
"Yaudah ayo kita kesana. Kayaknya ruang 102 sebelah sana deh," ajak Renata.
"Ayok," jawab Sandra.
Mereka berdua pun mencari ruangan itu. Setelah sekitar lima menit, akhirnya sampai juga diruangan itu. Dan sudah banyak mahasiswa yang berkumpul disitu. Akan tetapi, untungnya perkuliahan belum dimulai.
Mereka mendapatkan tempat duduk yang agak belakang. Akan tetapi tidak masalah, yang penting mereka sudah berada di kelas dan selamat dari dosen yang katanya terkenal killer itu. Renata pun duduk bersebelahan dengan Sandra. Setelah beberapa detik, bu Natali datang. Suasana kelas yang ramai berubah menjadi hening dan menegangkan.
Perkuliahan hari ini dimulai dengan perkenalan. Bu Natali menyuruh setiap mahasiswa maju ke depan kelas dan memperkenalkan dirinya masing-masing menggunakan bahasa inggris.
Beliau mengatakan hari ini belum mulai pembelajaran. Hanya perkenalan dan saling sharing saja. Akan tetapi, untuk perkenalan akan dimasukkan ke daftar nilai. Semakin bagus dalam menyampaikan, akan semakin tinggi pula nilainya.
Disela menunggu kuliah jam berikutnya, Sandra mengajak Renata ke kantin kampus untuk makan siang. Sembari menunggu es teh manis dan semangkok soto, mereka mengorbol tentang kehidupannya dulu di sekolah masing-masing. Mereka juga sempat bertukar nomer HP, facebook dan media sosial lainnya.
Sesekali serius dan sesekali bercanda. Sandra orangnya asik, tidak sombong dan lucu. Renata merasa nyaman walaupun baru pertama kali mengenalnya.
Setelah makan siang dan sholat dzuhur di mushola jurusan, mereka pun segera masuk ke ruang kelas untuk mengikuti perkuliahan berikutnya.
Tak terasa semua mata kuliah hari ini telah selesai. Jam di tangan Renata sudah menunjukkan pukul 17.00.
Huh..., rasanya aku ingin sekali merebahkan tubuhku diatas kasur dan terlelap disana. Tapi aku harus jalan kaki dulu untuk mencapainya. Leherku pegel dan kepalaku juga sedikit pusing. Karena menjalani perkuliahan dari pagi sampai sore. Melelahkan, tapi menyenangkan juga sih, karena aku mendapatkan teman baru seperti Sandra.
"Ren..., mau pulang kemana? Bareng gak?" tanya Sandra sembari memegang bahu Renata dari belakang yang sedang melangkahkan kakinya keluar ruangan.
"Eh, kamu San. Aku kira siapa? Emang kamu bawa kendaraan?" tanya Renata.
"Haha, kamu digituin ajah kaget. Iya, aku bawa mobil. Ada tuh di parkiran," jawab Sandra.
__ADS_1
"Tapi kosanku dekat kok San. Bisa dijangkau dari sini dengan berjalan kaki," ucap Renata menolak.
"Halah, gak papa. Biar sekalian jalan. Lagian kamu kayaknya juga udah capek. Liat tuh, rambut sampai acak-acakan begitu," ucap Sandra.
"Hehe..., yaudah kalau gitu San," ucap Renata tersipu malu sembari memegang rambutnya.
Didalam mobil Sandra, sangat wangi. Karena terdapat pengharum mobil yang dipasangnya. Mobilnya juga rapih, tidak berantakan. Dia juga menyetir mobil dengan santai, tidak kebut-kebutan. Terkadang sambil menyetir mobilnya, dia mengajak Renata mengobrol dan bertanya tentang arah jalan menuju kosannya.
Sampailah Renata dikosannya. Renata mengucapkan terimakasih kepada Sandra. Karena sudah menemaninya seharian. Sandra pun mengiyakan dengan senyuman manisnya. Renata segera turun dari mobil dan Sandra pun melajukan mobilnya, meninggalkan kosan Renata. Renata langsung masuk ke dalam kos.
Ditemuinya Lisa, yang sudah lebih dulu berada dikos.
"Loh Lis, kamu pulang jam berapa? tanya Renata.
"Daritadi dong, harusnya sih emang ada dua mata kuliah hari ini. Ya paling ga..., selesai jam 15.00 an lah, aku baru bisa pulang kos. Tapi karena dosen mata kuliah kedua gak masuk, jadinya aku bisa pulang lebih awal. Hehe...," ucap Lisa senang.
"Hmmm, enak banget. Aku masuk semua. Pusing aku Lis. Makan yang pedas-pedas kayaknya enak nih," ucap Renata yang telah membaringkan badanya di kasur.
"Yaudah nanti malam kita keluar ajah. Nyari bakso atau mie ayam. Ya, itung-itung makan malam, Hihi..., mau gak Ren? tanya Lisa.
"Boleh-boleh, tapi aku pengin bakso. Nanti kita beli bakso ajah yah Lis," jawab Renata.
"Ok, gak masalah. Terserah kamu ajah Ren," ucap Lisa.
"Ok, siip. Kita keluarnya habis isya ajah. Biar sekalian udah sholat," ucap Renata mempertegas.
"Yuhuuu...," ucap Lisa mengangguk.
Renata dan Lisa pun melakukan aktifitas seperti biasa. Baru setelah itu keluar mencari abang tukang bakso, Hehe.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
__ADS_1
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐