
Membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Kini Renata telah berada diatas sampan bersama Yudha. Yudha mengajak Renata mengelilingi danau sembari menyetel musik romantis yang ada di HP nya. Hawa yang sejuk dan adem sangat mendukung hati keduanya. Apalagi kondisi danau yang sepi, hanya ada sampan mereka yang melintasi di atas air danau. Membuat dunia seakan milik mereka berdua. Sepertinya Renata sudah mulai terbawa oleh suasana. Dia terlihat sangat menikmati kebersamaannya dengan Yudha.
"Kenapa kamu mengajakku kesini Yud? Trus mengapa danau seluas dan sebagus ini hanya ada kita berdua yang menaiki sampan? Trus kemana Ricko ko dia pergi begitu saja. Ga tanggung jawab, udah membawaku kesini," tanya Renata sedikit kesal.
"Udah kamu nikmati saja. Jangan banyak tanya dulu," jawab Yudha sembari mengembangkan senyumnya.
"Sungguh indah ciptaan Allah. Aku merasa nyaman ada disini. Apalagi ditemani...," ucapnya memandang ke arah Yudha yang masih mengayuh sampannya. Untungnya Renata tidak keceplosan. Dan untungnya lagi Yudha sedang tidak memperhatikannya.
"Kenapa kamu mematikan musiknya Yud. Hmmm, kamu mengacaukan imajinasiku saja," lanjutnya.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan. Kita telah sampai di tepi."
"Yaudah ayo kita turun."
"Kamu tau ga Ren ini danau apa? Banyak orang menyebutnya, danau ini adalah danau cinta. Karena disini kerap kali dijadikan saksi perjalanan cinta seseorang. Banyak pasangan muda mudi maupun tua yang meresmikan hubungannya disini."
"Kalau gitu ga cocok dong kita ada disini. Mengapa Ricko membawaku ke sini."
"Karena aku akan melakukan hal yang sama, seperti yang orang-orang lakukan Ren."
Renata masih saja bersikap polos mendengar ucapan Yudha. Entah dia beneran belum mengerti atau hanya pura-pura tidak mengerti. Yang jelas saat ini hati keduannya seperti penggalan lirik lagu "Dewa 19", wkwk.
Setiap ada kamu mengapa jantungku
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Lalu Yudha menatap Renata dengan sangat serius dan menggenggam erat kedua tangannya sampai membuatnya tidak bisa berkutik dan berkata apa-apa lagi.
"Ren ada hal serius yang ingin aku katakan padamu. Mungkin kalau aku sudah mengatakannya kamu akan berpikir aku ini laki-laki yang tidak tahu malu bahkan bisa dibilang tidak tahu diri. Mungkin bagimu aku ini sangat lancang, mengejar seseorang yang entah bagaimana perasaan yang sebenarnya padaku. Tapi kali ini disaksikan oleh alam semesta aku akan mengatakannya lagi untuk yang ketiga kalinya. Sungguh Ren dari lubuk hati yang paling dalam aku ingin hubungan kita lebih dari seorang teman atau sahabat."
__ADS_1
"Maksudmu Yud? tanyanya dengan mata berkaca-kaca."
"Aku ingin kamu menjadi wanita yang spesial dihatiku. Aku ingin kita jadian. Dan aku juga ingin kita tidak sekedar pacaran saja. Karena aku ingin membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Setelah lulus kuliah nanti aku akan langsung melamarmu."
"Kamu masih ingat kan Ren, kebaya yang dulu pernah aku kasih ke kamu, tapi belum sempat kamu pakai. Dan aku menyuruhmu untuk menyimpannya. Nah, aku ingin kamu mengenakannya nanti pada saat acara pertunangan kita."
"Tapi aku tidak akan pernah memaksa perasaanmu untuk bisa menyukaiku kok Ren. Sekarang aku pasrah, dengan apapun jawaban darimu. Yang jelas apapun itu, kamu akan selalu ada dihatiku."
Renatapun melepaskan kedua tangannya dari genggaman Yudha. Dia membalikkan badanya, membelakangi Yudha. Renata berusaha untuk menyakinkan perasaannya terlebih dahulu dan memikirkan kembali ucapan ibunya saat menjenguk Renata. Sebelum akhirnya dia harus memberikan jawaban untuk Yudha.
Sebenarnya aku dilema harus menjawab apa pada Yudha. Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Karena pada kenyataannya aku memang sudah mulai membuka hatiku untuknya. Mungkin ini saat yang tepat untukku memulai hal baru bersamanya. Lagipula ibu juga sangat merestuiku dengan Yudha.
"A, aku..., aku tidak bisa Yud," jawab Renata yang telah berhadapan kembali dengan Yudha.
"Iya aku sudah tau kamu pasti akan menolakku lagi untuk yang ketiga kalinya," ucapnya penuh kekecewaan.
Ngenes banget hidup aku.
"Maksutnya, aku ga bisa bisa lagi untuk menolakmu Yud".
"Aku menerimamu," lanjutnya pelan.
"Apa..., aku ga dengar. Aku pengin dengar yang sejelas jelasnya.
"Aku menerimamu.............," teriak Renata yang membuat suaranya menggema.
"Hiyaaaa, yes, yes, yes. Akhirnya setelah sekian lama. Renata menerimaku............," teriak Yudha.
Kemudian datanglah teman-teman yang lainnya. Sandra, Anton dan Ricko karena mendengar teriakan dari Renata dan Yudha. Itu menandakan giliran mereka yang akan beraksi. Mereka yang sedari tadi sembunyi di balik semak-semak yang ada di sekitar danau, memunculkan diri dan membawa sebuah karton berisi tulisan "I Love You". Yang ditunjukkan pada Renata. Masing-masing dari mereka memegang dua karton agar sesuai dengan jumlah hurufnya. Tapi sayangnya huruf itu hanya membentuk tulisan "I ve You".
Renata senang dan terharu melihat teman-teman lainnya yang juga datang membawa sebuah kejutan yang memang telah direncanakan dari jauh-jauh hari. Meski akhirnya dia juga tertawa terbahak-bahak setelah membaca tulisan yang hurufnya ternyata kurang. Yudha yang juga menyadari hal tersebut, segera mengkode Sandra, Anton dan Ricko agar menyadari bahwa ada kesalahan dengan apa yang mereka bawa.
"Maaf yah Ren, kamu pasti menertawakan itu yah," ucap Yudha sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menunjuk ke arah Sandra, Anton dan Ricko.
"Lah kok jadi gini sih dibaca, apa yang kurang nih? tanya Sandra yang mencocokkan hurufnya dengan Anton dan Ricko.
__ADS_1
"Lisa, Lisa mana Lisa, kok ga ada dia." jawab Ricko.
"Oh iya, mana sih Lisa. Yaudah yuk kita ke Renata dan Yudha dulu," ajak Sandra.
"Cieee, akhirnya. Selamat yah kalian. Hmmm, aku ikut seneng deh melihatnya. Kalian pasangan yang serasi," ucap Sandra.
"Yoi, berarti rencana kita berhasil," timpal Anton.
"Eitsss, tunggu dulu masih ada yang lebih wow dari ini. Btw, maaf yah tadi tulisannya ada yang kurang, gara-gara Lisa nih. Ga tau kemana dia," lanjut Sandra.
"Jadi Lisa ada disini juga. Oh, kamu sama Lisa sekongkol yah San, jadi ini rencana kalian.
"Hehe, tapi mantap kan sisterku."
"Huh dasar."
Tapi ngomong-ngomong Lisa kemana yah. Dia ko ga ada diantara kita.
Jadi tadi saat Lisa, Sandra, Anton dan Ricko masih berada di semak-semak. Lisa pergi meninggalkan Sandra, Anton dan Ricko tanpa sepengetahuan mereka. Karena mereka masih fokus mengamati Renata dan Yudha. Sehingga tidak menyadari kepergian Lisa. Sedangkan Lisa dia merasa benar-benar sudah tidak kuat melihat apa yang ada di depan matanya. Air matanya juga hampir tumpah, makanya dia lebih memilih untuk meninggalkan mereka semua.
Di sebuah tempat duduk yang ada ditaman, lumayan jauh dari danau. Lisa menumpahkan segala emosinya di tempat itu. Air mata terus membasahi wajahnya. Amarahnya yang memuncak, membuat dia hampir membabat habis pot tanah liat berisi tanaman yang ada di taman dengan batu.
"Ga adil! Ini semua ga adail! Kenapa sih ga ada yang peka denganku. Kenapa selalu saja Renata! Renata! Dan Renata!"
"Ini semua memang ga adil buat loe Lis," ucap seseorang.
"Coba loe bayangin, loe udah banyak berkorban untuk Renata. Tapi apa justru Renata lah yang selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan. Jangan bodoh Lis, loe juga pantas untuk bahagia. Seharusnya loe pertahankan apa yang seharusnya loe dapatkan. Loe ngerti kan maksud gue," lanjutnya.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐
__ADS_1