
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Hari yang ditunggu-tunggu para siswa telah tiba. Dag dig dug der..., itulah perasaan para siswa saat ini. Hari ini adalah hari rabu. Lebih tepatnya adalah hari ujiannya para siswa.
Para siswa menganggap hari ini adalah hari maut. Karena ada sebagian yang bilang, hari ini adalah hari penentuan hidup dan matinya seseorang. Maksudnya adalah kalau hasilnya nanti lulus, berarti hidup. Akan tetapi, kalau hasilnya nanti tidak lulus, berarti mati.
Mati disini bukan berarti dimandikan, dikain kafani, disholati dan dimasukkan ke dalam liang lahat. Kata mati disini maksudnya adalah mati masa depannya. Karena ujian merupakan pintu gerbang menuju masa depan. Perjuangan tiga tahun lamannya, tentu hanya akan sia-sia saja. Apabila hasil akhirnya tragis atau sangat menyedihkan.
Pukul 07.00 para siswa sudah berada di depan kelasnya masing-masing sesuai dengan nomer yang ada di kartu ujian.
Sembari menunggu pengawas datang, para siswa membuka bukunya kembali untuk belajar soal-soal persiapan ujian. Begitupula dengan Renata yang masih asyik membolak-balik bukunya.
Pukul 07.00 pun telah berlalu. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Pengawas ujian sudah mulai berdatangan satu persatu dan masuk ke ruang kelas yang akan diawasinya. Renata dan siswa lainnya pun segera memasuki kelas, karena melihat pengawas juga sudah masuk.
Ujian di ruangan Renata sudah dimulai. Suasana sangat hening dan menegangkan. Seperti biasa, sebelum memulai mengerjakan, pengawas membacakan aturan atau tata tertib ujian.
Tata tertib ujian, diantarnya adalah :
Tidak boleh ada buku dalam bentuk apapun, di atas meja atau di laci meja.
Tidak boleh membawa atau menyalakan HP
Tidak boleh saling bertukar jawaban, apabila ada yang ketahuan, maka lembar jawab ujian akan dicoret dan dianggap gugur.
Tidak boleh membawa kunci jawaban, bagi yang ketahuan akan dikeluarkan dari ruang ujian
Tidak boleh berbicara antar teman, bagi yang ketahuan akan diberi peringatan, tiga kali melanggar, maka akan dikeluarkan.
Waktu mengerjakan 120 menit, apabila waktu telah selesai segera kumpulkan dan tinggalkan ruangan.
Dan seterusnya....,
__ADS_1
Itulah beberapa tata tertib yang harus dipatuhi dalam mengikuti ujian. Setelah pengawas selesai membacakan tata tertib, para siswa pun mulai mengerjakan soalnya masing-masing.
Ada dua orang pengawas ujian pada masing-masing ruang kelas. Dimana pengawas yang satu, mengawasi dibagian depan. Dan yang satunnya lagi mengawasi dibagian belakang. Hal ini tentunya membuat para siswa tidak dapat berkutik sedikit pun. Ditambah lagi pengawas ujiannya dari sekolah lain yang kebetulan karakternya sangat tegas dan killer.
Berbeda dari teman-temannya yang terlihat seperti cacing kepanasan, Renata justru mengerjakan ujian dengan sangat tenang dan santai. Padahal Pengawas berada tepat dibelakang tempat duduk Renata.
Kebetulan Renata mendapatkan nomer meja bagian paling belakang. Jadi otomatis sangat berdekatan dengan pengawas bagian belakang.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah apa yang sudah aku pelajari keluar semua di ujian," ucap Renata dalam hati.
Renata sangat senang dan bersyukur karena apa yang telah dia pelajari tidak sia-sia. Dengan wajah penuh senyum, Renata segera menyelesaikan ujiannya, yang tinggal lima soal lagi.
Waktu masih tersisa 30 menit. Disaat teman-teman yang lain masih mengerjakan, Renata pun telah menyelesaikan semua soal. Akan tetapi, dia tidak mau langsung mengumpulkan. Dia mengecek dan meneliti kembali semua jawaban. Sembari menunggu waktu mengerjakan habis.
Seratus dua puluh menit telah berlalu. Tet..., tet..., tet..., bunyi bel sekolah yang tandanya waktu mengerjakan telah selesai. Renata pun segera mengumpulkan soal dan jawaban yang sudah diselesaikannya sedari tadi.
Renata juga meninggalkan ruang kelas dan menghampiri sahabatnya Lisa, untuk istirahat.
"Lis, Lisa...," sapa Renata dengan penuh senyum sembari melambaikan tangan kepada Lisa yang masih berada diruang kelas membereskan kotak pensilnya.
"Bentar Ren," jawab Renata lirih dengan melambaikan tangan juga.
"Ayo Lis kita ke kantin, perutku keroncongan," ajak Renata kepada Lisa yang sudah keluar dari ruang ujian.
"Ayo, ayo Ren, aku juga lapar nih," ucap Lisa.
"Ren..., gimana ini, aku ga yakin deh bisa dapat nilai bagus, tadi susah banget soalnya," ucap Lisa dengan wajah penuh ke khawatiran.
"Tapi kamu bisa kan Lis?" Itu beberapa kan ada juga soal yang sama persis kita pelajari waktu kita belajar bersama," ucap Renata sembari berjalan menuju kantin bersama Lisa.
"Iya sih Ren. Tapi aku ga tau, benar atau tidak mengerjakannya. Soalnya aku agak lupa sama rumusnya," lanjut Lisa yang semakin khawatir.
"Tenang ajah pasti benar kok. Yakinlah Lis..., dan sudahlah ga usah dipikirin. Anggap saja matematika sudah berlalu. Kita fokus saja sama ujian jam ke dua nanti yaitu bahasa inggris. Jangan dipikirin terus loh, nanti stress," ucap Renata menenangkan Lisa.
"Kamu mau pesan apa Lis? Kalau aku nasi rames sama air putih," tanya Renata yang sudah sampai di kantin bersama Lisa. Sembari duduk di kursi yang masih kosong.
"Yaudah aku sama kaya kamu ajah Ren," jawab Lisa.
__ADS_1
"Ok Lis," lanjut Renata.
"Bu, nasi rames sama air putihnya dua," ucap Renata kepada ibu kantin sekolahnya.
Nasi rames dengan lauk tempe orek dan mie goreng yang ditambah dengan taburan bawang goreng telah siap disajikan. Renata dan Lisa pun langsung menyantapnya dengan lahap. Mereka memang sudah sangat kelaparan, karena tadi pagi mereka harus cepat-cepat sampai di sekolah. Jadinya cuma sarapan sedikit.
Setelah selesai makan, meraka pun segera kembali ke ruang ujian masing-masing. Karena takut ujian berikutnya akan segera dimulai.
Saat perjalanan menuju ruang ujian, Renata dan Lisa berpapasan dengan Yudha yang juga akan masuk ke ruang ujiannya.
"Renata, Lisa...," sapa Yudha dengan senyuman.
"Eh, Yudha..., gimana tadi ujiannya Yud? Gampang atau susah?" tanya Renata kepada Yudha.
"Gampang-gampang Ren, baru kali ini deh aku ngerjain soal ga perlu mikir lama. Biasanya satu soal ajah aku sampai berulang-ulang harus memahami soalnya dulu. Mungkin sangkin bodohnya aku kali yah Ren," ucap Yudha dengan nada seakan-akan menertawakan diri sendiri.
"Baguslah kalau gitu, semoga nanti kamu dapat nilai bagus yah Yud. Kamu juga sudah berusaha keras kemarin Yud," ucap Renata.
"Makasih banyak yah Ren atas ilmunya kemarin, sangat bermanfaat," ucap Yudha kepada Renata.
"Sama-sama Yud, berbagi itu kan indah. Apalagi dalam urusan ilmu," lanjut Renata.
Tet..., tet..., tet..., bel pergantian ujian pun dimulai.
Renata, Lisa, Yudha saling berpisah untuk kembali ke ruang ujiannya masing-masing.
Ujian jam ke dua segera dimulai. Ujian ke dua memiliki aturan yang sama seperti ujian pertama.
Selesainya ujian di jam kedua, menjadi pertanda bahwa ujian dihari pertama telah usai.
Setelah semua mata pelajaran yang diujikan di hari pertama selesai, para siswa pulang ke rumah masing-masing. Renata dan Lisa pun sudah meninggalkan sekolah sedari tadi.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
__ADS_1
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐