
Sungguh, Arnold merasakan bahwa dunia saat ini benar-benar sedang mempermainkannya. Dulu, dia adalah seorang laki-laki yang mempunyai seorang istri yang sangat cantik dan juga baik hati yang telah dia khianati karena seorang wanita yang merupakan sahabat istrinya sendiri. Bisa dikatakan Arnold pernah tergelincir di dalam kehidupan yang salah dan akhirnya telah memberikan karma buruk di dalam hidupnya yang mungkin harus Arnold tanggung seumur hidupnya. Kebangkrutan perusahaan keluarganya. Hal yang benar-benar sangat menyakitkan untuk Arnold.
Wanita yang dulu selalu menggodanya dan terus mengejarnya, setelah istrinya menceraikan Arnold. Dia mulai menunjukkan sifat aslinya yang hanya menginginkan harta dan kekayaan yang dia miliki.
Belakangan Arnold juga baru mengetahui kalau ternyata Lalita bekerja sama dengan manajernya yang dulu, di tempat Arnold pernah bekerja untuk menghancurkan perusahaan Arnold. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi Arnold daripada kenyataan itu yang benar-benar telah meruntuhkan dunianya dalam sekejap.
Waktu itu kebetulan Arnold sedang makan siang dan Arnold melihat Lalita yang sedang berbicara dengan Susilo, manager Lalita yang dulu, saat dia masih bekerja di perusahaan saingan Arnold.
"Kamu hebat sekali Lalita. Hanya dalam waktu 10 tahun kau sudah bisa membuat bangkrut perusahaan Arnold. Aku sangat kagum sekali dengan kemampuanmu ini. Bos besar pasti akan memberikan banyak bonus untukmu karena kamu sudah berhasil melaksanakan misi kamu." Lalita terdengar tertawa renyah mendengar apa yang dikatakan oleh Susilo.
Lalita sangat bahagia karena mendapatkan pujian dari laki-laki yang sudah lama dia sukai. Selama Lalita menikah dengan Arnold pun, dia secara diam-diam suka berhubungan dengan pria beristri itu. Lalita sangat menyukai Susilo yang merupakan cinta pertamanya saat SMA dulu.
"Bagaimana? Apakah istrimu sudah siap untuk diceraikan? Bukankah waktu itu, kau bilang setelah aku berhasil menghancurkan Arnold, maka kamu akan menikahiku, bukan?" tanya Lalita dengan gaya manjanya sambil mulai menggoda Susilo.
__ADS_1
Sungguh hati Arnold tiba-tiba saja merasa mual ketika melihat adegan itu. Arnold tidak menyangka kalau wanita yang selama ini dia turuti semua keinginannya bahkan sampai menghancurkan dirinya sendiri ternyata tidak lebih dari seorang wanita penggoda suami orang lain.
"Sabar, sayang. Aku gak mungkin menceraikan istri aku begitu saja. Saat ini dia sedang hamil anakku tidak mungkin kan aku menelantarkan darah dariku sendiri hanya untuk menikahi kamu? Apalagi, kamu belum tentu suatu saat nanti bisa memberikanku anak. Aku ga mungkin menyanyi-nyiakan istriku yang merupakan ibu dari anak-anakku," Susilo mulai sibuk dengan makan siangnya.
Lalita terlihat cemberut mendengar jawaban dari Susilo yang ternyata tidak serius untuk memberikan masa depan bagi dirinya.
"Kamu kan sudah punya anak 3 dengan istrimu yang sekarang. Apa kamu masih menginginkan anak dariku juga? Kamu tahu kan Mas? Kalau aku tuh nggak mau gendut dan jelek, hanya gara-gara melahirkan. Oleh karena itu selama ini aku menggunakan KB supaya tidak usah hamil anak Mas Arnold. Idih, ogah banget di suruh hamil pria pecundang kayak dia!" Lalita terlihat bergidik ketika membayangkan dirinya hamil anak Arnold.
Telinga Arnold benar-benar panas rasanya mendengar semua penghinaan itu.
Arnold benar-benar tidak pernah menyangka kalau ternyata Lalita memandang dirinya seperti itu. Setelah semua yang dia miliki habis karena dikuras oleh dia.
Arnold baru mengetahui kalau ternyata Lalita menggunakan KB. Padahal selama ini dia begitu menginginkan untuk mempunyai seorang anak. Setelah pernikahannya lebih dari 10 tahun bersama Lalita. Arnold benar-benar tidak menyangka kalau ternyata dirinya ditipu mentah-mentah oleh istrinya sendiri. Lalita ternyata hanya berpura-pura ketika mengatakan menginginkan anak darinya.
__ADS_1
"Sabarlah, yang penting sekarang, bukankah kita masih bisa bertemu dan bersenang-senang? Istriku saat ini sedang hamil, dia ga bisa melayani hasratku di ranjang. Aku akan selalu mencari kamu, untuk itu. Kamu aku pastikan tidak akan pernah kedinginan setiap malam. Aku udah ijin sama istri aku, kalau aku akan pergi ke luar kota. Dinas dengan bos besar. Kamu harus siap-siap dengan lingerie kamu ya, biar aku tambah cinta sama kamu," Lalita terlihat begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Susilo.
Arnold merasakan hatinya begitu sakit setelah dia mengetahui semua kenyataan itu. Istrinya, yang selama ini dianggap sebagai wanita yang paling baik bahkan mengalahkan Anya, ternyata tidak lebih dari wanita khianat yang bekerjasama dengan musuhnya untuk menghancurkan perusahaan milik keluarganya yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Hati Arnold sungguh panas sekali. Darahnya mendidih seketika. Saat dia melihat Lalita mulai berciuman dengan pria bernama Susilo itu. Ciuman yang amat panas. Mereka seperti yang tidak takut akan kelihatan orang lain, melakukan hal seperti itu di depan publik.
Arnold sebenarnya ingin melabrak mereka berdua Tetapi dia urungkan karena dia ingin memberikan sebuah pembalasan yang jauh lebih menyakitkan untuk Lalita.
'Aku akan mengambil semua barang-barang branded yang sudah dia beli dengan menggunakan uangku. Akan aku lelang semuanya hingga tak bersisa. Setidaknya dengan uang itu, aku bisa membayar gaji pegawaiku selama beberapa bulan ke depan. Dia pasti akan mulai sibuk untuk berbulan madu dengan bajingan Itu. Aku akan menggunakan waktu itu untuk menjual semua barang-barang miliknya." Arnold terlihat tersenyum membayangkan wajah Lalita yang pasti akan mengamuk besar ketika barang-barang kesayangannya sudah raib dan hilang semua dari tempat penyimpanannya.
Arnold memilih untuk meninggalkan restoran itu daripada melihat pasangan haram yang sedang mengumbar cinta terlarang mereka. Arnold hanya mengambil beberapa foto dan video selama beberapa detik yang akan dia gunakan untuk menuntut perceraian Lalita di pengadilan.
Arnold walaupun hatinya sakit luar biasa tetapi dia merasa bersyukur karena Tuhan sudah menunjukkan warna sesungguhnya seorang Lalita.
__ADS_1
"Syukurlah setidaknya aku belum habis-habisan demi wanita itu. Aku harus segera ke kantor. Tadi sekretarisku menelepon kalau utusan Blue Investasi akan segera datang ke kantor. Semoga saja akan ada kabar baik yang bisa menyelamatkan para karyawan yang saat ini sedang diancam PHK. Ya Allah!! Ampunkanlah dosaku dan berikanlah kesempatan untukku memperbaiki kesalahan yang sudah kulakukan di masa lalu. Aku tahu engkau adalah sebaik-baik penerima tobat dari hambaMu yang berdosa," Arnold berdoa dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan dari Tuhannya yang telah berbaik hati membukakan tabir rahasia seorang Lalita di depan matanya sendiri.