
Arnold merasa lemas tubuhnya melihat apa yang sudah di lakukan oleh Anya kepada dirinya. Arnold benar-benar tidak menyangka kalau Anya bisa melakukan itu terhadapnya.
"Sudahlah lupakan saja tentang perusahaan itu. Papa akan membuatkan perusahaan yang lebih baik untukmu." ucap Rudi pada Arnold.
Arnold lemas sekali karena tahu soal kekejaman hati Anya yang ternyata sudah terlalu lama dia sakiti. "Pah, apa kita benar-benar tidak bisa berjuang untuk mengembalikan perusahaan itu lagi?" tanya Arnold masih berusaha untuk membujuk ayahnya agar membantunya bisa mendapatkan kembali perusahaan yang telah dia rintis dari nol.
Arnold benar-benar menyesali apa yang sudah terjadi pada dirinya. Kalau bukan karena Lalita yang suka menghancurkan kehidupannya, tidak mungkin dia sampai kepada titik kehidupan semacam ini.
"Arnold, dengan dana sebanyak itu untuk mengembalikan perusahaanmu, kita benar-benar diambang kebangkrutan. Sudahlah Arnold! Belajar dan berusaha untuk melepaskan sesuatu yang memang sudah bukan untukmu lagi. Belajar untuk bisa mengikhlaskan itu. Papa akan membangun satu perusahaan lain untuk kamu, yang pasti akan jauh lebih baik dan bisa kau kelola untuk kedepannya." Rudi berusaha membujuk Arnold agar bisa melepaskan perusahaan itu yang sudah tidak bisa terjangkau lagi untuk dia membelinya.
Arnold terduduk lemas di kantor perusahaan milik ayahnya. Dia benar-benar merasa buruk karena gagal untuk mendapatkan kembali perusahaan miliknya dengan bantuan sama ayah.
"Kau bisa mengurus perusahaan Papa ini. Kalau kau mau. Lagi pula Papa juga kan harus kembali ke luar negeri dan tidak bisa berlama-lama di sini. Kau menyerahlah untuk bisa mendapatkan perusahaan itu lagi. Percaya sama Papa. Itu hanya bagian dari konspirasi Anya yang ingin balas dendam kepadamu karena sudah pernah menyakiti hati kamu di masa lalu." Arnold terus menggelengkan kepalanya. Karena benar-benar dia tidak percaya bahwa Anya begitu tega berbuat hal demikian terhadapnya.
Arnold berpikir masih ada harapan untuk mereka berdua masih bisa kembali rujuk. Nyatanya semua tambah sulit sekarang. Dirinya bahkan tidak tahu keberadaan Anya ada di mana.
"Bantu aku untuk mengetahui keberadaan Anya di mana. Aku ingin bicara langsung dengannya, Pah!" suara Arnold terlihat begitu lesu dan tampak tidak bersemangat.
__ADS_1
Rudi menepuk bahu putranya yang sekarang semakin lemah saja. Rudi tahu kalau Arnold saat ini sedang mengalami masalah yang besar karena masa lalunya bersama Lalita dan Anya.
"Sebagai seorang laki-laki itu harus bisa bangkit untuk mempertahankan kehidupanmu yang bermartabat. Jangan pernah kalah oleh masa lalu ataupun masa depanmu. Berjuanglah dan tetap tegak di atas kakimu sendiri. Paham?" Arnold menatap sang ayah dengan tatapan yang benar-benar sangat sulit untuk diartikan oleh Rudi.
Rudi kemudian menghubungi anak buahnya yang selalu dia percaya untuk mencari informasi apapun yang dia inginkan.
"Tolong kau selidiki tentang mantan menantuku yang bernama Anya. Dapatkan semua informasi tentang dia. Kirimkan secepatnya kepadaku setelah Kau menemukan apapun tentang dia." setelah memberikan perintah kepada anak buahnya Rudi Kemudian bertemu lagi dengan Arnold yang masih terduduk lesu di atas sofa.
Arnold hanya bisa meratapi masa lalunya yang tidak mawas diri. Kini saat dia ingin bertobat dengan kehidupan yang baru, seakan semuanya tertutup untuk dirinya. Arnold meminta kepada ayahnya agar menolongnya bisa keluar dari penderitaan itu.
"Tenanglah, Arnold! Papa yakin kalau kalian berjodoh pasti kalian akan bertemu lagi. Sekarang kalau kau memang masih ingin kembali kepadanya. Papa sarankan, berjuanglah dan buktikan bahwa kau tulus mencintainya. Bukan semata-mata hanya karena perusahaanmu saja." Arnold menggelengkan kepalanya karena menolak hal itu.
Arnold sudah sadar bahwa dirinya sudah tidak ada harapan untuk bersama Anya lagi. Apalagi Anya selama ini selalu bersama James. Arnold yakin sekali kalau di antara mereka berdua ada hubungan istimewa yang tidak sederhana.
"Ya sudah Papa akan kembali ke luar negeri. Kau uruslah perceraianmu dengan Lalita secepatnya. Jangan buang waktu. Atau wanita itu akan memberikan kerepotan yang lebih banyak untuk keluarga kita," Arnold menatap ayahnya yang sudah bersiap untuk kembali meninggalkan dirinya.
Arnold Hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi dalam hidupnya.
__ADS_1
Arnold sangat sadar bahwa dia tidak bisa menahan ayahnya terlalu lama. Karena ayahnya punya banyak sekali bisnis dan urusan di luar negeri yang harus diurus olehnya.
"Kau tidak usah khawatir, Arnold. Setelah anak buahku mengetahui segala sesuatu tentang Anya, Papa pasti akan mengabarkannya padamu. Semangat, Arnold! Jangan loyo kayak gitu. musuhmu akan merasa bahagia kalau melihat kau menderita begitu!" pesan Rudi untuk anaknya.
Arnold merasa bersyukur karena Ayahnya masih peduli padanya dan mau membantu dirinya untuk menyelesaikan masalah besar dalam hidupnya.
"Berhati-hatilah, Pah. Kalau sudah sampai di sana hubungi Arnold. Arnold akan menunggu kabar dari Papa!" Arnold kemudian memeluk ayahnya Ketika sang ayah sudah siap untuk meninggalkan Indonesia.
Arnold meneteskan air matanya untuk perpisahan tersebut. Karena setelah hari ini entah kapan lagi tidak bisa bertemu dengan sang ayah yang memiliki aktivitas bejibun dan sibuk luar biasa.
Arnold memang memilih untuk hidup mandiri dari sang ayah. Alih-alih hidup menumpang dengan sang ayah yang kaya raya di luar negeri bersama istri mudanya. Terkadang Rudi membantu kesulitan anaknya yang hanya ada satu saja, hasil pernikahan bersama istri pertamanya.
Dari istri mudanya Rudi memiliki satu orang putri yang sekarang masih kuliah. Arnold dan adik tirinya selama ini belum pernah bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.
Selain itu Arnold juga tidak pernah meresturai ayahnya untuk menikah lagi dengan istrinya yang sekarang. Wanita jahat yang telah merebut ayahnya dari ibunya yang sudah meninggal karena depresi.
Ibunya Arnold meninggal setelah mengetahui perselingkuhan ayahnya yang sudah memiliki seorang anak dengan wanita itu. Arnold sampai saat ini pun masih belum pernah bertemu dengan ibu tiri maupun adik tirinya yang memang sengaja dibawa pergi jauh oleh ayahnya ke luar negeri. Karena tidak ingin mengganggu kehidupan Arnold.
__ADS_1
"Papa pergi dulu, hati-hatilah dan jangan masuk jebakan mereka. Ingat, Arnold! Jadilah seorang pria yang bermartabat dan punya harga diri. Walaupun kau memiliki kesalahan terhadap Anya, jangan mau untuk dijadikan lelucon oleh mantan istri kamu itu! Papa tidak suka kalau sampai kamu bertekuk lutut di hadapannya! Papa tidak rela anak Papa melakukan hal itu!" Arnold hanya mengangguk saja dan tidak menanggapi apapun yang dikatakan oleh Rudi.