Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 51


__ADS_3

Setelah Anya dan James menikah, Mereka pun kemudian mendapatkan hak asuh atas Loly. Sungguh bahagia sekali hati Anya. Dia Akhirnya bisa kembali bernafas dengan lega. "Terima kasih, James! Tanpa bantuanmu, aku rasa akan sangat sulit untukku berjuang sendiri. Terima kasih!" Anya benar-benar sangat terharu dengan semua hal yang dilakukan James untuk dirinya.


Sementara itu, Rudi yang tampak begitu geram setelah mendengar hasil keputusan dari pengadilan. Rudi berencana akan menculik Loly dan membawa Loly ke Amerika. Rudi tidak akan mau menyerah untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau dan mewujudkan keinginan yang dia janjikan kepada Arnold sebelum meninggal.


"Anya, datanglah ke Mansion. Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu di sana. Ajak juga Loly, karena aku juga memiliki sesuatu untuk ditunjukkan kepada cucuku." pinta Rudi dengan suara yang senormal mungkin agar anyah ataupun jam tidak kerja dengan rencana yang sudah dia susun dari dalam kepalanya.


Rudi sudah mengatur segalanya dengan kepala pelayan yang saat ini sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Rudi juga sudah mengatur kepergian James dari sisi Anya untuk pergi ke luar negeri selama beberapa hari untuk menangani bisnis mereka yang bermasalah.


Sebenarnya itu semua sudah diatur oleh Rudi. Rudi sengaja ingin menjauhkan James dari Anya maupun Loly. Tetapi Anya hendak menolak keinginan ataupun undangan dari Rudi. Tetapi Rudi memaksa Anya untuk datang ke sana.


"Mah, tidak apa-apa kita nanti saja ke rumah Kakek. Anggap saja sebagai silaturahmi!" Loly mengulas senyum kepada ibunya yang sejujurnya tidak nyaman untuk menerima undangan itu.


Akhirnya Anya pun ikut di dalam mobil milik Rudi untuk menuju ke Mansion keluarga Bagaskara. Hati Anya sebenarnya benar-benar merasakan kelut dan khawatir. Tetapi dia berusaha untuk bersikap tenang dan tidak membuat kegaduhan.


'Besok kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan Loly.' monolog Rudi dalam hatinya.


Rudi sejak tadi hanya melihat sekilas ke arahnya maupun Loly yang terus saja bersikap waspada terhadap dirinya. Di tengah perjalanan mobil yang membawa mereka sudah dihadang oleh 10 orang bodyguard menggunakan pakaian hitam.

__ADS_1


Rudi awalnya mengira kalau mereka adalah anak buahnya sendiri. Sehingga dia anteng saja dan tidak melawan sama sekali ketika mobil mereka diarahkan menuju ke luar kota dan masuk sebuah gudang kosong yang gelap dan pengap.


'Kenapa mereka begitu kasar padaku? Siapa sebenarnya mereka?' batin Rudi yang sudah mulai Curiga dengan gerak-gerik mereka yang tidak biasa.


Anya dan Loly sejak tadi mereka hanya bisa saling menggenggam telapak tangan masing-masing untuk memberikan kekuatan pada yang lain.


"Kakek, siapa mereka? Kenapa mereka membawa kita kemari?" tanya Loly kepada Rudi.


Saat Rudi hendak menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Loly, muncul Anjani dan kekasih brondongnya yang tertawa dengan penuh kemenangan. "Hallo bandot tua, apa kabarnya? Apa kau rindu denganku?" tanya Anjani dengan senyumnya yang begitu menakutkan di masa Loly maupun Anya.


Loly benar-benar tidak menyangka kalau nenek tirinya begitu berani menculik mereka. "Sungguh berani kau melakukan ini pada kami. Apa kau sudah bosan hidup?" tanya Rudi dengan penuh amarah kepada Anjani yang saat ini sedang tertawa terbahak dan merasa lucu dengan ekspresi suaminya yang selama ini selalu sombong padanya.


Rudi tidak bisa berkata-kata mendengar semua yang dikatakan oleh Anjani yang sedang protes kelakuan dirinya sendiri yang tidak adil kepada ibu dan anak itu yang saat ini sedang memberontak atas keputusan yang dia buat.


"Bahkan kalau kau memelihara anjing pun setelah bertahun-tahun kau menghabiskan waktu bersama, pasti ada perasaan sayang terhadapnya. Tapi kenapa kau tidak bisa menyayangiku maupun anakku? Kenapa?" Anjani terlihat begitu murka kepada Rudi yang sudah tidak adil kepada dirinya.


Rudi menatap wajah Anjani dengan lekat. Rudi sadar bahwa dirinya sedang memelihara macan yang ganas dan kini macan itu sedang berbalik menggigit dirinya karena merasa tidak adil dalam hak waris.

__ADS_1


"Aku masih memiliki keturunan darah daging Arnold yang merupakan daerah dagingku sendiri. Lalu, kenapa aku harus mewariskan harta kekayaanku kepada anakmu yang bukan darah dagingku sendiri? Kau apa tidak bisa berpikir dengan jerih? Walaupun ahli waris diberikan kepada Loly, tetapi anakmu bisa tetap bersama-sama dengan cucuku untuk mengelola perusahaan bersamanya. Di mana masalah yang kau bilang tidak adil?" tanya Rudi sambil terus menggelengkan kepala karena tidak mengerti pola pikir Anjani.


"Anakku harus terus menjadi anjing yang mengais tulang yang dilemparkan oleh ahli Waris kamu? Hey, tua bangka! Kau jangan pernah bermimpi!" Teriak Anjani benar-benar sudah kehilangan kesabaran.


Rudi baru pertama kali melihat sifat Anjani yang sesungguhnya yang diperlihatkan kepadanya. Rudi tidak pernah menyangka kalau ternyata Anjani memiliki begitu banyak keluhan terhadap dirinya.


"Selama bertahun-tahun Aku menjadikanmu sebagai istriku dan anakmu sebagai kepercayaanku. Kurang apa lagi aku dalam memperlakukan kalian?" tanya Rudi yang mulai merasa kesal.


"Hanya dengan Aku membunuh keturunanmu dan dirimu, maka seluruh harta keluarga Bagaskara akan menjadi milikku! Hahaha!" Anjani tertawa terbahak-bahak karena merasa bahagia saat membayangkan dirinya mendapatkan semua harta yang dimiliki Rudi maupun Anya.


Kekasih Anjani hanya diam saja dan tidak mau untuk melakukan apapun. Dia di sana bertugas hanya untuk membawa Rudi, Anya dan Loly. Selebihnya akan di urus langsung oleh Anjani.


"Bunuh mereka semua dan jangan tinggalkan jejak!" perintah Anjani kepada anak buahnya yang sejak tadi sudah menodongkan pistol ke kepala mereka.


Akan tetapi tiba-tiba saja polisi sudah ada di antara mereka. Anjani terkejut karena tidak mengira Kalau tempat persembunyiannya bisa diketahui oleh Polisi.


"Pasti ada yang menjadi penghianat di sisiku yang memberikan kabar kepada polisi untuk menemukan tempat ini." monolog Anjani dengan kesal.

__ADS_1


"Kau jangan menebak sembarangan karena Polisi datang kemari atas laporan yang kubuat. Kau tahu bukan?? Kalau aku menggunakan GPS di dalam tubuhku, sehingga asistenku bisa menemukan keberadaanku! Hahahaha!" Rudi tertawa bahagia atas kemenangan yang berada di tangannya.


__ADS_2