Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 31


__ADS_3

Anya mengeluarkan semua barang-barang Arnold di kantornya. Anya sudah memutuskan akan menjual perusahaan itu ke pihak asing, alih-alih memberikan perusahaan itu kepada Arnold untuk di tebus dengan menggunakan uang milik ayahnya yang sengaja datang dari Italia untuk menolong Arnold bisa mengambil alih kembali perusahaan itu dari Anya.


Arnold terlihat mengerutkan keningnya ketika dia datang ke perusahaan dan masuk ke dalam ruangannya. Semua sudah bersih tanpa sisa.


"Ke mana barang-barangku yang ada di dalam kantor yang selama ini aku tempati? Kenapa tidak ada satupun yang tersisa di sana?" tanya Arnold kepada sekretarisnya yang terlihat ketakutan menatapnya.


Arnold merasa ada yang janggal dengan semua itu. Arnold kemudian langsung masuk ke dalam kantor Anya yang juga sudah bersih persis seperti kantor yang dia tempati.


Arnold benar-benar merasa bingung dan heran dengan semua itu.


"Sheilla! Katakan padaku! Apa yang terjadi dengan kantor ini? Kenapa ruanganku dan ruangan Nyonya Anya sudah bersih semua? Apa yang sedang terjadi di sini?" tanya Arnold kepada sekretarisnya yang terlihat begitu bingung untuk menjelaskan semuanya kepada mantan atasannya.


Sheila kemudian menjelaskan semuanya kepada Arnold tentang Anya yang sudah menjual perusahaan itu kepada pihak asing.


"Apa? Kau jangan berbohong atau bercanda padaku! Karena itu benar-benar tidak lucu sama sekali." ucap Arnold kepada Sheilla yang sekarang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya Tuan. Tapi sayangnya yang saya ceritakan semuanya adalah kebenaran. Tuan bisa bertanya sendiri kepada tim HRD yang sudah mengurus semua pesangon para karyawan yang dipecat oleh pembalik perusahaan yang baru." Sheilla terlihat begitu sedih ketika mengatakan hal itu kepada Arnold.


Arnold tampak limbung dan hampir saja terjatuh ke lantai karena tungkainya sudah tidak sanggup untuk menahan berat badannya.


"Anda baik-baik saja Tuan?" Sheila berusaha untuk mendudukkan tubuh Arnold di kursi yang tidak terlalu jauh dari tempat Mereka berdiri saat ini.


"Di mana Nyonya Anya sekarang?" tanya Arnold dengan suara yang gemetar.

__ADS_1


Arnold bahkan benar-benar tidak sabar lagi untuk mendengar jawaban dari Sheilla tentang keberadaan Anya saat ini.


Arnold hampir gila hanya untuk menunggu apa yang dikatakan oleh Sheilla. "Cepat jawab pertanyaanku! Kenapa kau malah diam saja?" tanya Arnold dengan suara yang serak dan juga kesedihan di hatinya yang mulai membuncah di dadanya.


"Nyonya Anya sudah kembali ke Cina sejak 1 jam yang lalu. Ini, beliau hanya menitipkan surat ini untuk anda." Arnold langsung merebut surat yang disodorkan oleh Sheilla kepadanya.


Sheilla benar-benar merasa kasihan dengan kondisi Arnold yang terbaru.


Arnold benar-benar tidak menyangka kalau Anya benar-benar kejam terhadap dirinya. Bagaimana bisa hanya menjual perusahaannya ke pihak asing dengan harga dua kali lipat dari ketika hanya membeli dari dirinya.


Anya tampaknya benar-benar sedang menguji kesabaran Arnold yang pasti akan kesulitan untuk bisa membelinya kembali dari pemilik yang baru.


Orang Amerika itu pasti akan sangat sulit untuk dibujuk agar memberikan kembali perusahaan itu kepadanya. Arnold benar-benar sudah putus asa dengan nasibnya sendiri yang telah gagal menyelamatkan perusahaan keluarganya.


" Apakah kamu benar-benar marah denganku gara-gara kejadian semalam? Kenapa hanya dalam waktu 24 jam kau sanggup melakukan kekejaman seperti ini terhadapku?" monolog Arnold yang benar-benar tidak percaya bahwa wanita selembut Anya ternyata mampu melakukan hal sekejam itu terhadapnya.


Bisa dikatakan investasi yang dilakukan oleh Anya 100% berhasil karena hanya dalam waktu 3 bulan saja dia telah mengembalikan investasinya menjadi dua kali lipat.


"Apa yang sedang kau lakukan?? Kenapa kau seperti orang linglung seperti itu Arnold?" tanya Rudi pada anaknya yang saat ini sedang membaca surat perjanjian penjualan perusahaannya kepada orang Amerika.


Arnold hanya menyerahkan surat yang ada di tangannya kepada Rudi. Akan tetapi Arnold terlihat mengurutkan keningnya ketika melihat Rudi yang malah tertawa saat membaca surat itu.


"Tenanglah Arnold yang membeli perusahaan ini adalah temanku. Nanti aku bisa membujuk dia untuk kembali menjualnya kepada kita!" Rudi tersenyum begitu percaya diri kepada anaknya yang mulai memiliki harapan untuk bisa mendapatkan kembali perusahaannya.

__ADS_1


Arnold tanpa kembali bersemangat setelah mendapatkan janji tersebut dari ayahnya.


Arnold seakan mendapatkan sebuah air di sebuah Padang gersang. Arnold merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Ayahnya di Indonesia.


Walaupun keinginannya untuk rujuk dengan Anya bisa dikatakan gagal total, tetapi setidaknya sang ayah bisa membantu dia untuk mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang telah di jual oleh Anya secara sepihak.


"Terima kasih Pah, atas bantuanmu! Aku benar-benar sangat berterima kasih atas semuanya! Aku berjanji akan mengurus perusahaan ini dengan lebih baik lagi!" janji Arnold kepada ayahnya yang tampak tersenyum dan menggampangkan masalah itu.


Arnold dan Rudi tidak mengetahui perjanjian yang dilakukan oleh Anya dan orang Amerika yang membeli perusahaan itu.


Mereka sepakat akan menjual perusahaan Arnold kepada Arnold kembali dengan harga dua kali lipat dari orang Amerika tersebut membelinya dari Anya.


Jadi, apabila Arnold ingin mendapatkan kembali perusahaannya ke tangannya dia harus membayar 4 kali lipat dari harga yang dulu diberikan oleh Anya saat membeli perusahaan tersebut dari Arnold untuk menyelamatkannya supaya tidak bangkrut.


Senyum kebahagiaan Arnold itu tidak akan bertahan lama, karena semuanya sudah berada di dalam kendali Anya dan sahabatnya.


Ya!! Orang Amerika itu masih tergolong sahabat Anya di dunia investasi. Jadi, Arnold harus siap merogoh kocek yang sangat dalam apabila Arnold memang benar-benar menginginkan perusahaan Itu kembali kepada dia.


***


Anya saat ini sedang tersenyum bahagia melihat rekaman CCTV yang dikirimkan oleh Sheilla kepadanya. Anya merasa puas dengan pembalasan dendamnya terhadap Arnold yang pasti akan stres dan pusing tujuh keliling untuk mendapatkan uang agar bisa mendapatkan kembali perusahaan itu ke tangannya.


Anya sendiri tidak mengerti. Kenapa dia bisa memiliki jiwa psikopat yang kejam seperti itu ketika dia melakukan pembalasan kepada Arnold.

__ADS_1


Mungkin karena perasaan terhina yang didapatkan oleh Anya. Karena perbuatan Arnold yang sudah mencium bibirnya tanpa izin. Membuat Anya merasakan kebencian yang luar biasa kepada mantan suaminya.


Kejadian malam itu benar-benar telah sukses untuk membangkitkan emosi dan amarahannya pada titik nadir terendahnya. Ya!! Anya yakin bahwa dirinya bisa berbuat lebih kejam lagi terhadap Arnold dan ayah mertuanya yang kelihatannya tidak memikirkan, bagaimana perasaan Anya sekarang setelah pengkhianatan Arnold kepada dirinya dengan Lalita.


__ADS_2