Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 12


__ADS_3

Arnold mendekati Anya yang masih membentangkan jarak begitu jauh terhadap dirinya.


"Jangan mendekat!! Tetap di situ atau Aku akan pergi meninggalkan tempat ini!" Anya melotot kepada Arnold yang sontak membeku di tempat melihat amarah di mata Anya.


Anya tidak mau kalau sampai hatinya terganggu gegara Arnold yang saat ini sedang mencari perhatian darinya.


'Arnold sejak dulu tidak pernah memiliki itikat baik untuk bersamaku. Aku yakin, pria kurang ajar ini sedang merencanakan sesuatu yang buruk untukku. Aku harus ekstra hati-hati jangan sampai terpengaruh dengan apapun yang dia lakukan padaku!' batin Anya yang mulai merasa kesal dan tidak nyaman berada di samping Arnold yang sejak tadi terus menatapnya.


Arnold yang tahu kalau saat ini Anya senang gugup malah merasa senang."Tampaknya dia masih mencintaiku. Kalau dia tidak mencintaiku, tidak mungkin dia sampai rela menggelontorkan uang begitu banyak untuk membeli perusahaan ini dan memintaku untuk menjadi wakilnya. batin Arnold dengan penuh percaya diri.


Arnold dan Anya beberapa saat lamanya saling diam satu sama lain. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Kenapa kok diam saja dari tadi? Cepat katakan apa keperluanmu untuk mengajak bicara empat mata seperti ini? Kau pikir aku orang yang tidak punya kesibukan? Sehingga harus melayani orang iseng sepertimu?" tanya Anya dengan Ketus dan tidak bersahabat.


Arnold menghela nafas berat melihat kemarahan dan kebencian di mata Anya. Arnold seketika menghempaskan asanya untuk bisa kembali merengkuh Anya yang sekarang semakin cantik dan berkuasa.


Arnold bisa melihat bahwa keputusannya di masa lalu adalah sebuah kebodohan karena lebih memilih dan percaya kepada Lalita yang jahat dan hanya memanfaatkan cintanya saja.


Arnold berdiam sejenak. Dia terlihat berpikir keras untuk bisa berbicara dengan Anya secara santai. Karena sejujurnya saat ini saat ini jantungnya berdebar sangat kencang.


Seketika ingatan di masa lalu ketika dulu dirinya bertemu dengan Anya, mulai menyeruak masuk di dalam pikirannya. Layaknya kaset rusak yang terus berputar di kepalanya.


"Aku pergi!" Anya yang sudah merasa tidak nyaman berduaan dengan Arnold sontak langsung pergi meninggalkan laki-laki itu.

__ADS_1


Arnold yang terkejut melihat hanya meninggalkan dia di ruangan meeting, Arnold lalu menarik tangan Anya dan siapa yang menyangka kalau Arnold tiba-tiba saja mencium bibirnya.


Anya yang terkejut refleks langsung menampar wajah Arnold dengan mata yang memerah.


"Lancang!!! Berani-beraninya kau melakukan hal tercela seperti ini padaku!" Anya merasakan darahnya berdesir begitu cepat, jantungnya saat ini sedang berdegup sangat kencang.


Arnold tidak marah sama sekali mendapatkan tamparan dari Anya. Arnold malah semakin dekat pada mantan istrinya yang sekarang telah menjadi bosnya karena sudah resmi membeli perusahaannya dari tangan para pemegang saham yang menyerah dan tidak ingin melanjutkan perjuangan mereka untuk mempertahankan perusahaan itu.


"Kenapa? Apakah aku salah? Bukankah kamu membeli perusahaan ini dan menyelamatkannya dari kebangkrutan karena kau masih mencintaiku? Karena kau masih ingin bersamaku! Apakah aku salah, Anya? Kalau aku memberikan apa yang kau inginkan?" tanya Arnold dengan wajah tengilnya yang membuat Anya langsung memerah wajahnya karena marah dan emosi.


Anya tidak pernah menyangka kalau ternyata mantan suaminya itu seorang pria yang sangat tidak tahu malu dan juga begitu percaya diri.


"Jangan pernah bermimpi kalau aku masih mencintai kamu! Karena itu semua hanya ada di dalam otak udang kamu yang bodoh itu!" Anya kemudian meninggalkan Arnold yang masih membeku di tempatnya.


"Lalu kalau bukan karena kau mencintaiku. Kenapa kau sampai rela membuang uangmu begitu banyak untuk menyelamatkan perusahaan yang sudah bobrok ini? Jujurlah padaku Anya!" Arnold menghentikan langkah Anya yang hendak meninggalkan ruang meeting.


Anya memalingkan wajahnya dan menatap Arnold yang masih menunggu jawabannya.


"Itu karena aku ingin balas dendam kepadamu! Aku ingin memberikan penderitaan yang sangat besar dengan menjadikanmu sebagai wakilku di perusahaan yang merupakan kebanggaanmu sejak dulu. Aku juga akan memberikan ajaran yang sangat luar biasa untuk Lalitamu yang biadab itu!" Arnold bisa melihat kebencian yang begitu besar di mata Anya.


Hati Arnold terasa disayat sembilu melihat Anya yang sekarang sudah berubah 180 derajat.


Arnold seakan tidak mengenal lagi wanita yang berdiri di hadapannya yang penuh dengan api kemarahan dan kebencian yang begitu besar kepadanya dan Lalita, istrinya yang sekarang.

__ADS_1


"Kenapa kau membenciku dengan begitu besar? Bukankah dulu kamu yang meninggalkan aku dan memilih untuk bercerai denganku?" tanya Arnold pada Anya yang langsung memalingkan wajahnya ketika Arnold terus menatap matanya.


Arnold tahu kalau dirinya telah bergerak begitu banyak salah kepada Anya di masa lalu.


"Sudahlah! Kenapa kau ini seperti remaja yang tidak bisa move on dari masa lalu? Sekarang kau lakukan saja tugasmu sebagai wakilku di perusahaan ini. Karena hari-hari pembalasan dendam akan segera dimulai!" Anya kemudian keluar dari ruangan meeting tanpa memperdulikan lagi apapun yang dikatakan Arnold kepadanya.


Arnold berusaha untuk menghentikan langkah Anya yang meninggalkan dirinya begitu saja. Tetapi dia terlambat karena Anya sudah pergi meninggalkan perusahaan dengan tergesa-gesa.


Arnold dari kejauhan melihat Lalita yang sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan amarah.


'Dia pasti sudah tahu kalau semua barang-barang brandednya sudah menghilang dari kamarnya. Apakah dia akan mengamuk kepadaku?' batin Arnold yang hanya bisa melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya.


Arnold bersiap siaga untuk mendapatkan semua semprotan amarah dari Lalita yang dia kenal sebagai wanita barbar yang sangat suka kekerasan.


Arnold baru menyadari hal itu setelah beberapa saat lamanya kepergian Anya dalam hidupnya. Lalita akan memukul Arnold setiap kali keinginan dia ditolak olehnya.


Arnold merasakan bahwa dirinya selama ini telah benar-benar tertipu aleh sikap lemah lembut yang ditunjukkan oleh Lalita ketika merayu dirinya dan akhirnya terjerumus di dalam perselingkuhan di saat pernikahannya bersama Anya masih berlangsung.


Dengan tidak punya sopan santun Lalita langsung mendorong pintu ruangan Arnold dengan keras dan membantingnya sampai terdengar suara gedebug yang sangat kencang.


Sekretaris Arnold bahkan sampai terkejut luar biasa melihat amarah dari Nyonya bosnya yang memang terkenal sombong di kantor Arnold.


' Ya ampun! Apakah dia seorang manusia beradab? Kenapa dia berperilaku seperti itu di kantor suaminya, pada saat jam sibuk begini? Apakah dia tidak takut akan merusak image dan nama baik suaminya?' batin sang sekretaris melihat kelakuan Lalita yang sangat kasar dan seperti tidak menghargai Arnold sebagai suaminya lagi

__ADS_1


__ADS_2