
"Bagaimana kabar, Arnold?" tanya Anya yang terlihat begitu khawatir.
"Dia saat ini sedang tidur baru saja cari dokter selesai memeriksanya. Terima kasih, Anya. Karena kamu mau datang kemari dan menjenguk Arnold." Anya hanya mengangguk saja.
Rudi menyambut kedatangan Anya dengan bahagia. Rudi sudah ketakutan sendiri ketika Anya yang lama sekali datangnya. Tadi Anya lama menunggu taksi, jadi dia datang membutuhkan waktu yang lama.
Loly terlihat menguap terus. Dia benar-benar tidak suka berada di tempat itu. Anya memaksanya untuk ikut dengannya ke rumah sakit. Padahal saat ini Loly benar-benar sangat mengantuk dan ingin sekali tidur.
Bayangkan saja! Jam 01.00 malam, dia masih berada di luar pada jam seperti itu. Itu baru pertama kali terjadi di dalam hidup Loly.
Dan lebih menyebalkan lagi, Loly tidak mengetahui untuk apa dia berada di tempat itu. "Mah, kita disini mau ngapain sih?? Loly ngantuk banget tahu, Mah! Astaga! Jam berapa ini, Mamahku sayang?" Loly terus merengek dan meminta untuk pulang lagi.
Anya menarik tangan Loly kemudian mendekati Rudi. "Kenalkan, dia adalah Kakek kamu, cepat beri salam dulu!" ucap Anya pada Loly yang auto melotot mendengarnya.
Loly selama ini tidak pernah mengetahui tentang keluarga ayahnya ataupun siapa ayah kandungnya.
Jadi wajar kalau Loly terkejut dengan hal itu. "Aduh, Mah!! Selama bertahun-tahun aku tidak pernah mengenal, siapa ayahku dan keluarganya. Kenapa tiba-tiba hari ini aku memiliki seorang kakek? Mama gak usah bercanda!" Loly sudah berniat untuk meninggalkan rumah sakit.
Tapi kalau dilihat secara lebih jelas terlihat mata Loly yang mererah karena tangis. Suara Loly saja sampai bergetar karena menahan kesedihan di hatinya.
__ADS_1
Loly tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Anya bisa merasakan perasaan Loly yang pasti merasa di telantarkan oleh ayah dan Kakeknya.
"Mereka tidak tahu tentang kehadiran kamu di dunia ini, Loly. Mama bercerai dengan ayahmu kemudian pergi ke luar negeri dan mama baru tahu kalau mama sudah mengandung kamu. Kalau kamu ingin membenci seseorang benci sama Mama. Mama yang selama ini merahasiakan kehadiranmu dari mereka." Anya berusaha untuk menerangkan kepada Loly yang saat ini sedang sesegukan.
Rudi cukup terkejut mendengar pengakuan dari Anya soal Loly. Rudi tidak menyangka ada anak di antara Arnold dan Anya yang sudah lama bercerai.
"Ini bukan kesalahan Mama. Kenapa Loly harus membenci Mama?" tanya Loly sambil memeluk Anya.
"Semua yang terjadi kepada kita adalah salah dia yang sudah mengkhianati Mama. Mama sama sekali tidak bersalah dalam hal ini!" Loly terus memeluk ayah dan berusaha untuk menghibur dirinya sendiri yang sejujurnya saat ini benar-benar sangat bingung sekali untuk menyikapi semua itu.
Ibu dan anak itu terlihat menangis bersama. "Saat ini Arnold sedang berjuang dengan nyawanya. Dia baru selesai menjalani operasi dan masih dalam tahap pemulihan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya setelah ini. Anya! Aku yakin, kehadiran Loly adalah hadiah terindah untuk Arnold." ucap Rudi dengan air mata yang mengalir di kelopak matanya.
Rudi benar-benar tidak pernah menyangka kalau benar-benar ada anak di antara mereka. Ya! Rudi berharap dengan adanya Loly diantara mereka, akan memudahkan niat Arnold untuk bisa rujuk dengan Anya.
Rudi sudah mendengarkan semua keinginan Arnold yang berharap untuk kembali rujuk bersama mantan istrinya setelah mengetahui semua kejahatan Lalita yang ternyata hanya memanfaatkan dirinya.
"Aku tidak akan mau untuk mengakui anakmu sebagai ayahku. Dia tidak memiliki andil apapun dalam kehidupanku! Aku gak mau menerima dia sebagai ayahku!" Loly dengan begitu frontal melawan Rudi yang begitu percaya dirinya mengharapkan rujuk antara Arnold dan Anya.
Anya baru melihat kemarahan Loly yang begitu besar terhadap seseorang.
__ADS_1
"Ibuku sudah bertunangan dengan Om James! Satu bulan lagi mereka akan menikah. Jadi sebaiknya hapus pikiran kalian untuk bisa masuk ke dalam kehidupan kami. Paham?" Loly langsung menatap tajam kepada Rudi yang terkejut mendengar ucapannya yang begitu keras dan penuh amarah.
Rudi bisa memahami amarah di hati Loly yang pasti merasa sakit hati dengan masa lalu yang pernah dilewati oleh mereka yang pastinya tidak mudah.
"Kakek paham kamu membenci kami setelah apa yang sudah dilakukan oleh ayahmu di masa lalu. Tapi, ayahmu saat ini sedang sakit keras. Dia ingin bertemu dengan kalian dan meminta maaf kepada ibumu." Rudi berusaha untuk mendekat kepada Loly tetapi Loly terus menghindar dan menjauhinya.
Anya merasa serba salah dengan keadaan yang saat ini sedang terjadi.
"Bukankah dari dulu kau selalu bertanya tentang siapa ayah kandungmu? Bertanya tentang Kakek dan Nenek kamu? Kenapa ketika bertemu kau malah melakukan aksi seperti ini? Apa yang sedang kau lakukan Loly? Mama jadi bingung sama kamu!" Anya terlihat begitu kecewa kepada putrinya.
Loly menarik tangannya untuk menjauh dari Rudi yang sejak tadi terus memperhatikan mereka berdua. "Mama!! Loly harap Mama tidak melupakan tentang status mama sebagai tunangan Om James! Kalau mama sampai rujuk dengan orang yang kata mama adalah ayahku, maka aku yang akan benar-benar menikah dengan Om James!" Loly kemudian pergi meninggalkan Anya yang masih Bengong di tempat.
Anya benar-benar tidak mengerti kenapa putrinya begitu kasar dan tidak masuk akal seperti itu? Dia memperkenalkan Loly kepada Arnold dan ayahnya. Bukan karena ada keinginan untuk rujuk dengan Arnold. Anya hanya ingin dengan mempertemukan ayah dan anak yang hampir 11 tahun tidak pernah bertemu. Apa itu salah??
"Loly! Kamu terlalu banyak berpikir sehingga membuat kamu menjadi kehilangan akal sehat kamu. Mama tidak pernah mengatakan bahwa Mana akan rujuk dengan ayahmu. Loly! Kembali!" ucap Anya yang terus mengejar Loly yang tadi berlari keluar dari rumah sakit.
Anya benar-benar tidak mengerti dengan kelakuan Loly yang begitu frontal dan sangat keras untuk menolak kehadiran Ayah kandungnya sendiri dan Rudi sebagai kakeknya.
Anya terus mencari Loly dan berusaha menghubunginya melalui ponsel tetapi tidak juga diangkat.
__ADS_1
"Aih!! Kemana anak ini?" Anya benar-benar sangat mengkhawatirkan keberadaan putrinya sekarang.
Jam sudah semakin larut malam. Anya masih belum juga bisa berhasil menemukan Loly. Setelah sekitar dua jam Anya mencari di sekitar rumah sakit. Anya juga sudah meminta untuk melihat rekaman CCTV di sekitar lingkungan rumah sakit tetapi tidak juga memperlihatkan titik terang untuk mengetahui keberadaan Loly saat ini. Anya sangat bingung sekali untuk bisa menemukan keberadaan Putri yang tadi pergi dalam keadaan marah kepadanya.