Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 34


__ADS_3

Anya akan memastikan untuk melindungi Loly dari sentuhan Arnold. Anya tidak akan pernah mengizinkan Arnold untuk bertemu dengan putrinya yang selama ini telah dia sembunyikan dengan begitu rapat dari Arnold.


"Aku harus segera pindah, James! Aku tidak akan pernah membiarkan laki-laki itu menyentuh putriku sampai kapanpun! Aku gak akan biarkan!" Anya terlihat gemetar dan ketakutan sekali.


James menghela nafas berat. James sebenarnya merasa kasihan kepada Anya yang harus terus bersembunyi dari mantan suaminya perihal anaknya.


"Menurutku, kau biarkan saja kalau memang Arnold mau ketemu atau bertanya tentang Loly. Dia bagaimanapun adalah ayahnya. Apalagi Loly adalah seorang perempuan. Suatu saat ketika dia menikah dia membutuhkan ayahnya sebagai wali!" ucap James berusaha untuk menasehati Anya.


Akan tetapi nasehat itu malah semakin membuat Anya marah dan kesal pada James.


"Aku tidak peduli! Pokoknya untuk saat ini aku tidak akan mengizinkan anakku bertemu dengan laki-laki b******* itu!' teriak Anya dengan mata memerah.


James kemudian mendekati Loly yang tadi terlihat sedang mengintip di kamarnya dan mencuri dengar pembicaraan mereka.


James tidak tahu lagi harus melakukan apa. "Baiklah!! Aku akan mempersiapkan kebanggaan kalian ke Amerika. Ada perusahaanku di sana. Setidaknya, bisa sekalian mengurus perusahaanku di sana. Kalian anggap saja sedang berlibur." Anya tersenyum dan berterima kasih kepada James yang sudah mau menolongnya.


James kemudian menelpon sekretarisnya untuk segera menyiapkan keberangkatan mereka ke mereka. Hanya butuh setengah hari, semuanya sudah siap. Anya tidak memperdulikan apapun lagi. Saat ini dia hanya ingin menjauh dari Arnold.


Tidak mau sampai Arnold bertemu dengan Loly atau merampasnya dari dia. Anya sudah cukup hidup menderita selama ini dan dia hanya menginginkan hidup tenang.


Anya tahu Arnold pasti akan merasa dendam kepadanya. Karena sudah menjual perusahaannya ke pihak asing. Padahal bukan seperti itu isi dari perjanjian investasi yang dulu dilakukan oleh Anya di perusahaan milik Arnold.

__ADS_1


Selama berada di jet pribadi milik James, Anya hanya melamun dan tidak mau bicara apapun. James dan Loly hanya bisa saling menatap satu sama lain. Mereka bingung mau ngapain. Akhirnya James hanya bisa mengajak Loly bermain di ruangan lainnya yang ada di jet pribadinya.


"Om, Kenapa mamaku dari tadi melamun terus? Siapa laki-laki yang bertemu denganku kemarin?" tanya Loly penasaran sekali.


James hanya bisa mengelus lembut pucuk kepala Loly. James sangat kasihan kepada Gadis itu yang sampai saat ini belum juga mengetahui tentang ayah kandungnya.


Permasalahan Anya dan Arnold yang sangat komplek memang sangat sulit untuk dirinya ikut campur di dalamnya.


Luka hati Anya terlalu dalam untuk bisa memaafkan Arnold begitu saja. Saat Anya sedang berjuang dan kehamilan yang sulit, Arnold malah main gila dan mereka bercerai demi kesehatan mental Anya ketika itu. Anya tidak mau mentalnya hancur karena penghianatan yang dilakukan Arnold bersama wanita yang dulu di anggap sahabatnya Anya.


"Sudahlah, Loly! Biarkan saja ibumu untuk dapat merenungkan tentang hidupnya. Yang penting kamu belajarlah yang benar dan jangan membuat ibumu merasa bersedih. Ok?" tanya James pada gadis kecil yang duduk di sampingnya.


Anya langsung masuk ke apartemen yang sudah disiapkan oleh James. James sendiri kemudian pergi ke apartemen miliknya sendiri yang tepat berada di depan unit milik Anya.


"Istirahatlah dan jangan memusingkan lagi tentang mantan suami kamu! Dia sama sekali tidak layak untuk mendapatkan perhatian darimu. Paham?" tanya James pada Anya.


Anya tidak menanggapi apapun yang dikatakan oleh James. Anya malah masuk ke kamarnya.


Sementara Loly dia pun memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Loly terlihat menerawang kembali kejadian dimana dirinya bertemu dengan Arnold tanpa sengaja.


"Apakah benar kalau laki-laki itu adalah ayahku? Wah! Aku tidak menyangka kalau ternyata aku memiliki seorang ayah yang sangat tampan. Pantas saja aku memiliki wajah yang begini cantik. Bibit bermutu ternyata asal diriku ini." Loly yang tidak mengetahui tentang kehidupan masa lalu Ibunya dan sang ayah malah terlihat bahagia setelah bertemu dengan orang yang dia pikir adalah ayahnya.

__ADS_1


Loly sudah cukup besar dan sudah cukup untuk mengerti situasi yang sedang terjadi di dalam hidupnya. Usianya sekarang sudah 10 tahun dan dia sudah mengerti kalau ada yang salah antara dirinya, ibunya dan pria yang kemungkinan besar berstatus sebagai ayahnya.


"Sekarang aku bisa menyombongkan diriku di hadapan teman-temanku yang selalu membullyku sebagai anak haram. Aku punya ayah dan ayahku sangat tampan dan keren!" Loly terlihat begitu bahagia.


Loly selama ini selalu merasa sedih dan harus menahan diri ketika teman-teman di sekolahannya selalu mengejek dan menjelek-jelekkan dirinya sebagai anak haram tanpa ayah.


Loly selama ini selalu menyembunyikan penderitanya dari Anya karena tidak mau melihat ibunya sedih. Loly selalu melihat anak yang menangis setiap kali bertanya tentang ayahnya.


Loly kemudian tidur dengan lelap. Dia tidak tahu saat James datang ke apartemen mereka untuk membawa makan malam mereka.


"Anya! Makanlah dulu. Aku takut kalau nanti kamu jadi sakit karena terlalu memikirkan tentang Arnold. Aku sudah berkali-kali melamarmu dan memintamu untuk menjadi istriku. Kalau kamu menikah denganku sejak dulu, Arnold pasti tidak akan pernah berpikir bahwa Loly adalah anaknya." Anya menatap tajam kepada James yang selalu mengungkit kata-kata yang sama darinya.


Anya memilih berlalu dari hadapan pemuda itu dan dia pergi ke kamar mandi. "Aku pulang dulu. Oh ya, jangan lupa, makanlah makananmu. Anya!! Kau tahu kan kalau aku adalah orang yang paling peduli denganmu?" tanya James di balik pintu kamar mandi milik Anya.


Anya hanya diam dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh James.


"Aku hanya ingin hidup damai dan tenang Aku sudah melepaskan semua dendam dan sakit hatiku gara-gara Arnold dan Lalita. Setelah merebut dan menjual perusahaan Arnold, aku anggap dendamku selesai. Kenapa dia malah datang lagi dalam kehidupanku? Kenapa?" Anya terlihat tidak baik-baik saja. Hatinya sedih dan merana.


Anya menatap bintang di langit yang terlihat dari kaca jendela kamar mandinya. Sangat indah sekali!


Setelah menemukan ketenangan kembali, Anya pun kemudian keluar dari kamar mandi dan segera menggenakan pakaiannya. Anya melihat Loly yang masih terlelap di kamarnya.

__ADS_1


Anya menatap wajah putrinya yang begitu teduh dan damai. "Maafkan Mama sayang yang sudah begitu tega menjauhkanmu dari ayahmu. Mama tahu kalau selama ini kau menderita karena jauh dari ayahmu. Mama tahu kalau kamu selalu dibully di sekolahanmu karena tidak punya ayah. Maafkan keegoisan Mama!" Anya menangis sambil memeluk Loly yang mulai bangun karena merasa terusik gegara Anya yang memeluknya sambil menangis pilu.


__ADS_2