Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 36


__ADS_3

Rudi dan Anjani datang ke rumah sakit ketika mereka di hubungi oleh pihak rumah sakit bahwa Arnold sedang di rawat di sana.


"Sabar ya, Pah!" ucap Anjani berusaha menghibur suaminya yang begitu khawatir dengan kondisi Arnold.


Rudi melirik kearahnya dan memeluk Anjani. Saat itu ponselnya berdering, "Maaf, Pah! ? Mama pergi dulu sebentar. Mau angkat telepon dulu." Anjani langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Rudi yang masih terlihat begitu sedih, karena sampai saat ini dokter yang menangani Arnold masih belum keluar juga.


Hati Rudi tidak bisa tenang sebelum mengetahui kondisi Arnold yang sesungguhnya.


Sementara itu Anjani yang sedang sibuk menelpon terlihat marah, "Kamu apa-apaan sih? Kenapa menelpon saya? Kan saya sudah bilang, kalau bukan saya menghubungimu jangan coba-coba kau untuk mencariku!" teriak Anjani yang sedang marah.


Anjani tidak suka kalau berondong peliharaannya mencarinya apalagi sampai menghubunginya ketika Rudi sedang bersamanya. Hal itu tentu saja sangat berbahaya untuk Anjani.


"Tapi ayang, kamu udah seminggu gak mencari aku. Aku merindukan kamu. Ayang, uang yang kamu transfer seminggu yang lalu sudah habis. Aku boleh minta tolong kepada kamu gak? Transfer ya, aku mau kirim uang untuk ibuku di Indonesia!' ucap pemuda itu di seberang sana tanpa merasa takut pada Anjani.


Anjani yang saat ini sedang marah langsung ngomel panjang lebar kepada peliharaannya.


"Kamu tuh cuma pintarnya minta uang saja padaku. Apa kau kira aku ini ATM berjalan? Kurang ajar!" Anjani terlihat begitu murka.


Sangking fokusnya berbicara dengan kekasihnya, Anjani sampai tidak melihat kehadiran Rudi di sana.


"Siapa sih, Sayang yang menelpon kamu? Kenapa kau malah marah-marah ketika menerima teleponnya?" tanya Rudi sambil memeluk Anjani dari belakang.


Anjani terkejut luar biasa melihat Rudi yang sudah berada di belakangnya. Anjani sontak langsung menutup panggilan telepon dan menemui Rudi.

__ADS_1


"Oh, itu sayang. Dia itu temannya Bram yang selalu saja meminta tolong kepada Mama untuk membantu biaya kuliahnya. Kamu tahu kan sayang, kalau anakku itu suka sekali bergaul dengan orang miskin." Dusta Anjani pada Rudi.


Rudi yang tidak mengetahui bahwa Anjani mengkhianati cintanya, selama berada di belakangnya, Rudi hanya percaya saja dengan semua yang dikatakan oleh Anjani.


"Blokir saja sayang. Kenapa ribet sekali?" tanya Rudi sambil mencium bibir istrinya yang tercinta.


Anjani hanye tersenyum saja pada Rudi. Dia merasa lega melihat respon dari Rudi yang kelihatannya tidak mendengarkan percakapan dia bersama brondong peliharaannya.


'Syukurlah! Mas Rudi tidak mendengarkan pembicaraanku tadi bersama Ronaldo bahwa tidak dia pasti akan marah besar kepadaku!' batin Anjani sambil menikmati ciuman suaminya yang sudah tua.


Anjani type tante girang yang suka jajan di luar dengan para brondong yang butuh uang untuk membayar biaya hidup mereka yang glamor. Hanya menjual body dan tampang mereka yang tampan demi menghibur para tante genit seperti Anjani.


Anjani kemudian mengajak Rudi untuk pergi ke ruangan Arnold yang tadi di bawa oleh suster ke ruangan yang sudah di siapkan oleh Rudi untuk Arnold.


Anjani hidup dalam kemewahan dan cinta yang banyak dari Rudi. Rudi bahkan sampai rela meninggalkan ibunya Arnold demi Anjani mau menikah dengan dirinya.


Tapi kasihan Rudi, yang selama puluhan tahun selalu dibohongi dan ditipu oleh Anjani.


Anjani yang sangat tahu kelemahan Rudi, dia selalu menggunakan semuanya dengan tepat demi kepentingannya sendiri dan kesenangan dirinya di luar bersama koleksi brondong peliharaannya yang selalu siap dia pakai kalau dia butuh belaian.


Rata-rata para brondong yang menjadi langganan Anjani adalah sahabat atau teman dari putranya sendiri dari suami pertamanya.


Anjani benar-benar tidak merasa takut sama sekali kepada rugi yang sudah takluk kepadanya. "Sayang aku akan pergi ke restoran dulu ya, untuk mencari makan untuk kita selama menunggu Arnold di rumah sakit." Anjani mencium pipi Rudi kemudian dia langsung meninggalkan Rudi begitu saja.

__ADS_1


Setelah kepergian Anjani Rudi langsung menghubungi asistennya. "Sekarang juga datang ke rumah sakit!" perintah Rudi dengan tegas dan jelas.


Sekitar 10 menit kemudian asisten Rudy pun datang, "Ada apa Tuan?" tanya sang asisten dengan nafas ngos-ngosan karena dia berlari untuk segera sampai di rumah sakit.


"Ada apa Tuan? Kenapa tuan menghubungi saya pada jam segini?" tanyanya sambil berusaha untuk mengatur nafasnya agar tidak ngos-ngosan.


"Sekarang juga cepat kau awasi istriku! Ingat!! Awasi dengan hati-hati. Ingatlah! Jangan sampai dia curiga kalau kau membuntutinya. Paham?" tanya Rudi kepada asistennya.


"Istriku saat ini sedang menemui seseorang di sebuah cafe di sekitar sini. Kau cari tahu apa yang mereka bicarakan. Jangan lupa kau juga rekam semuanya untuk menjadi bukti!" Perintah Rudi pada asistennya.


Setelah menyatakan setuju, asisten itu pun langsung pergi menuju tempat yang tadi diberitahukan oleh Rudi.


Benar saja apa yang di katakan oleh Rudi. Anjani saat ini sedang bertemu dengan seseorang yang tadi menghubunginya.


"Anjani oh Anjani! Apa yang sedang kau coba lakukan terhadapku? Selama ini aku selalu diam menanggapi semua perbuatanmu di luar sana. Karena aku pikir kau pasti membutuhkan hiburan untuk kesepian yang kamu rasa. Karena aku yang terlalu sibuk di luar dengan sugar baby ku. Ah, tapi kita memang cocok sekali. Hoby kita sama. Suka bermain di luar dengan yang lebih muda an menggoda." monolog Rudi yang sejenak melupakan soal Arnold yang masih belum ada kabarnya.


Sampai saat ini dokter masih belum juga memberitahukan penyakit yang diderita oleh Arnold. "Tuan! Bisakah Anda datang ke ruangan saya? Karena saya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan anda mengenai Tuan Arnold, putra Anda!" ucap dokter sambil menatap kepada Rudi yang dari tadi terus saja memperhatikan kepergian asistennya untuk mengikuti Anjani.


Rudi kemudian mengikuti dokter dan menunggu apa yang akan disampaikan olehnya kepada Rudi. Rudi benar-benar merasa sangat penasaran dengan kondisi Arnold yang terbaru.


"Maafkan saya. Karena saya terpaksa menyampaikan berita buruk ini. Tuan Arnold mempunyai penyakit leukimia. Dia harus segera dioperasi kalau ingin disembuhkan. Untung saja penyakit dia masih tahap awal sudah bisa kita deteksi. Sehingga akan lebih mudah untuk kita mencari pengobatan yang terbaik untuk beliau. Sehingga penyakit itu pergi dari tubuh Tuan Arnold.' Rudi benar-benar shock mendengar kabar berita tentang anaknya.


Rudi benar-benar tidak pernah menyangka, kalau ternyata Arnold juga mengidap penyakit yang sama seperti istrinya yang pertama.

__ADS_1


__ADS_2