Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 23


__ADS_3

"Anya! Kamu kenapa dibangunkan sejak tadi tidak juga mau bangun? Kamu kalau tidur sudah seperti babi yang tidak bisa bergerak." James kesal dan merasa gemes kepada Anya.


Anya yang merasa sangat lelah dan masih mengantuk tampak mengacuhkan semua yang dilakukan oleh pemuda itu pada dirinya.


"Pulang saja ke rumah kamu!! Lagian ngapain sih kamu di sini? Aku tidak mengundangmu!" Anya menimpali apa yang di katakan oleh James.


James kemudian pergi ke dapur dan mengambil makanan yang tadi dia masak.


"Apa kau yakin kalau kau tidak menginginkan makanan ini?" tanya James pada Anya yang masih memejamkan matanya.


James sengaja memancing Anya dengan memakan makanan itu di dalam kamar Anya. Anya yang pada dasarnya memang sudah lapar, tetapi saat ini dirinya terlalu mengantuk. Anya hanya bisa kesal terhadap kelakuan James yang keterlaluan menurutnya.


James sudah mengenal sepupunya dengan baik hal yang tidak bisa dilewatkan oleh Anya adalah makanan enak buatannya.


Sewaktu di luar negeri, James sudah biasa merawat anak yang seorang pekerja keras dan suka melupakan urusan makanan.


"James, kau sepupu gak ada akhlak!! Kenapa kau begitu tega menyiksaku dengan makanan enak seperti ini?" tanya Anya sambil memicingkan matanya yang mengantuk.


James terbahak melihat ekspresi lucu hanya yang sangat menderita karena tidak bisa memakan makanan itu.


"Baiklah karena aku adalah orang yang baik dan memiliki hati seluas samudra, aku dengan senang hati akan menyuapi kamu!" James kemudian menyodorkan sendok ke mulut Anya.


"Sandarkanlah tubuhmu di dashboard ranjang, supaya aku lebih mudah menyuapkannya padamu." James kemudian dengan begitu telaten menyaupi Anya yang sambil merem sambil makan.

__ADS_1


James merasa saat ini jantungnya sedang bertalu-talu. Entah kenapa, sejak beberapa hari ini dia merasa ada keanehan di dalam dirinya.


James kini selalu melihat Anya dengan pandangan yang berbeda. Tidak seperti dulu lagi. James merasa bingung sendiri dengan dirinya sendiri. Padahal selama beberapa tahun, dulu, saat mereka tinggal bersama di luar negeri, tidak ada hal yang demikian di hatinya. Semuanya terasa begitu biasa.


Entah kenapa, sejak mereka kembali ke Indonesia dan melihat hanya yang harus berjuang dalam menghadapi Arnold dan Lalita yang jahat. James merasa ada sesuatu yang menghilang di dalam dirinya dan perasaan tidak rela.


James seakan tidak suka melihat Anya kembali berurusan dengan orang-orang dari masa lalunya yang telah menyakitinya dengan demikian dalam.


"Kau belum mandi kan, tadi saat kau baru datang dari luar? Idih, jorok sekali kau ini!" James mengkeplak bahu Anya yang kini mulai kembali memeluk bantal gulingnya dengan erat.


"Weh, mandi dulu baru Kau tidur lagi! Bau sekali badan kau itu!" James terus membangunkan Anya yang cuek dan tidak peduli dengan semua yang dia lakukan padanya.


James menghela nafas berat. "Biarpun aku bau, kau tetap suka kan sama aku?" tanya Anya dengan senyum tengilnya. Walaupun matanya terpejam, tetapi kecantikan Anya tidak ada yang bisa membandingkannya.


'Sungguh bodoh sekali Arnold!! Bagaimana mungkin dia melepaskan mutiara seperti Anya demi batu kali seperti Lalita?' batin James yang mulai merasa ada keanehan di dalam dirinya ketika dia memandang sosok Anya.


"Udah sana pergi! Kau pulanglah ke rumahmu, ok?? Terima kasih untuk makan malamnya! Aku benar-benar sangat mengantuk dan lelah sekali, James! Apa kau tahu, James?? Hari ini adalah hari terberat dalam hidupku. Untung saja kepala pelayan arnol menerangkan kalau aku tidak bersalah hampir saja aku masuk penjara gegara Arnold yang du tusuk oleh Lalita." James terbelalak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Anya.


James kemudian memaksa Anya untuk bangun dan menjelaskan kepadanya dengan rinci supaya dirinya bisa paham dan mengerti semuanya.


Sambil menyandarkan kepalanya di dalam pelukan , Anya kemudian menceritakan semua kejadian hari ini kepada James tanpa dia lewatkan satu hal pun pada James.


James terlihat begitu geram mendengar semua cerita itu. "Eh, Anya! Apa kamu ga ada harga diri lagi? Lagian, Kamu kenapa sih datang-datang terus ke rumahnya Arnold, huh? Kau bikin aku kesal saja! Kalau kamu masuk penjara, lalu apa yang harus kulakukan, huh?" tanya James dengan kesal.

__ADS_1


Anya malah mendengkur dalam pelukan James. James merasa benar-benar frustasi. Dia bahasa heran sendiri dengan dirinya sekarang. Padahal di masa lalu, Anya sudah terbiasa melakukan hal seperti itu padanya.


Hubungan mereka sudah lebih dari saudara. Anya bahkan memperkenalkan dirinya kepada semua teman-temannya sebagai sepupunya. Walaupun sebenernya James adalah anak yatim piatu yang telah di berikan beasiswa oleh Anya sewaktu Anya masih menjadi istri Arnold.


Dengan kepintaran dan ke lihaiannya di dunia bisnis, James berhasil menaklukan dunianya. Sehingga dia menjadi lebih sukses daripada perusahaan milik Anya maupun milik Arnold.


Oleh karena itu James yang merasa berterima kasih kepadanya dia langsung menawarkan diri untuk menolong Anya. "Biarkan aku menolongmu! Sama seperti aku yang dulu membiarkan kamu untuk menolongku!" Akhirnya Anya menerima uluran tangan dari James dan dia menyamarkan hubungan mereka dengan status sepupu.


James menghela nafas berat. Sungguh!! James semakin frustasi dengan apa yang terjadi saat ini kepada dirinya ketika memandang seseorang seperti Anya. Wanita hebat yang telah banyak menderita karena orang-orang di masa lalunya.


'Anya aku ingin menjadi bagian dari kebahagiaanmu dan ingin menjadi obat dari rasa sakitmu. Apakah aku mampu?' monolog James pada saat itu.


James tanpa sadar malah jatuh tertidur dengan tetap memeluk Anya dengan erat. Anya membelaka matanya ketika dia bangun ternyata berada di dalam pelukan James.


"Ih, ini anak!! Memanfaatkan aku rupanya!" Anya memukul lengan James agar terbangun.


"Bangun, gak?" tanya Anya pada James.


Tetapi bukannya bangun James malah mengeratkan pelukannya dan hampir mencium Anya yang saat itu keningnya dekat dengan bibirnya.


"Eh, benar-benar enggak ada akhlak! Bagaimana kau bisa kau tidur di atas ranjangku? Bangun, James Arthur!!" Anya sampai berteriak di telinga James dan pemuda itu pun akhirnya bangun sambil misuh-misuh.


James memancingkan matanya tampaknya dia saat ini belum sadar di mana dirinya berada.

__ADS_1


"Apa sih Anya! Pagi-pagi kau sudah kayak petasan seperti ini!" Protes James yang terlihat hendak tertidur lagi.


Akan tetapi Anya tidak membiarkan pemuda itu untuk kembali berbaring di atas kasurnya. "Bangun, gak!!" Anya terus menggoncangkan bahu James dan memaksa pemuda itu untuk bangun dari tidur lelapnya yang terlihat begitu damai.


__ADS_2