
Begitu sampai, Anya langsung naik ke Unit milik James. Pemuda tampan itu memiliki banyak aset yang telah dia perjuangkan selama perjalanan karirnya sebagai seorang CEO.
"Mama?? Kok Mama lama sekali sih dari tadi Loly menunggu Mama!" protes Loly yang sebenarnya saat ini sedang akting di hadapan ibunya.
Loly sebenarnya sengaja melakukan itu hanya untuk memancing ibunya agar mau mengikutinya pergi ke balkon. "Mama, Aku ingin melihat bintang di rooftop apartemen Om James. Mama temani aku ya?" Loly langsung bergelayut manja di tangan ibunya yang masih bingung dengan kelakuan putrinya yang tidak biasanya.
"Ayo kita pulang saja. Kalau mau lihat bintang, kita lihat di rooftop apartemen kita saja. Kenapa harus di rumah orang lain, sih? Kau ini ada-ada saja!" protes Anya sambil mengacak rambut putrinya yang terlihat begitu cantik.
Loly terlihat cemberut karena keinginannya tidak dikabulkan oleh sang ibu. Loly mulai dengan aksi ngambek dan misuh-misuh. Membuat Anya jadi tak bisa berkutik.
"Baiklah! Ayo kita naik ke atas. Tapi ingat, Loly! Kita hanya sebentar saja di sana. Setelah itu kita pulang. Tidak baik malam-malam berada di rumah orang lain, apalagi pria lajang seperti Om James!" Anya membelankan suaranya karena takut didengarkan oleh James yang selama ini sudah dianggap sebagai Adiknya sendiri.
Loly langsung memeluk ibunya dengan penuh kebahagiaan. Langkah pertama sudah berhasil dengan lancar. Sekarang tinggal membawa ibunya ke atas rooftop sehingga acara lamaran yang sudah disiapkan oleh James akan berhasil tanpa banyak rintangan yang berarti.
Anya cukup terkesiap melihat lampu-lampu indah yang sudah dipersiapkan di atas rooftop dengan suara musik yang begitu romantis.
"Apakah ada orang yang sedang ulang tahun di sini? Kenapa terlihat ada sebuah pesta yang sudah disiapkan di atas ini?" tanya Anya yang masih heran melihat begitu meriahnya suasana di sana.
James keluar dengan senyum bahagia terpancar di wajahnya. "Anya, akhirnya kamu datang juga!" Anya cukup terkejut ketika melihat James yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya dengan senyum penuh kebahagiaan.
Anya tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Dia seakan mendapatkan firasat tentang apa yang akan dilakukan oleh James pada malam ini. Anya melirik sekilas ke arah Loly yang saat ini sedang duduk dan menatap ke arah mereka berdua dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Anya menarik nafas dalam. Dia merasakan tungkainya terasa lemas sekali. Jujur, sejak dulu Anya selalu menghindari momen-momen seperti saat ini di mana seseorang memintanya untuk menikahi seorang pria.
Cinta seorang Anya yang menghilang. Anya pernah berjanji ke dalam dirinya sendiri. Bahwa dia tidak akan pernah memiliki hubungan baru dengan siapa pun juga. Anya selama ini sudah mewanti-wanti dirinya sendiri untuk selalu menjaga hati agar dia tidak sampai terpesona kepada laki-laki.
"Anya, will you marry me?" tanya James sambil berlutut di hadapan Anya yang sejak tadi terus saja menatap bingung kepada James dan Loly.
Melihat ibunya yang hanya terpaku membuat Loly menjadi gemas dan khawatir.
"Kalau mama tidak mau menerima lamaran dari Om James, Loly yang akan menikah dengannya. Biarlah!! Loly yang akan menerima lamaran itu dan menikah dengan dia setelah lulus SMA!" ancam Loly yang tentu saja membuat semua orang yang ada di tempat itu kaget bukan kepalang.
James tidak terkecuali. Karena apa yang dikatakan oleh Loli tidak ada di dalam schedule rencana mereka yang sudah dibahas satu minggu lamanya.
Loly malah mendekati James dan menggenggam telapak tangannya dengan erat. "Tidak masalah!! Semua keputusan dan masa depanku ada di tangan mama. Aku pasrah, Mah!" Loly kemudian menundukkan kepalanya dengan penuh kesedihan.
Anya benar-benar Dilema dan sangat bingung dalam situasi saat ini. Loly rupanya sangat bersikeras menginginkan dia untuk menikah dengan James. Sehingga memberikan ancaman yang begitu nekat dan frontal kepada dirinya..
"Apakah kau sedang mengancam mamamu?" tanya Anya sambil menatap tajam kepada Loly yang sekarang menatapnya dengan sejuta pertanyaan.
Anya sangat tahu kalau Loly sejak dulu memang menyayangi James layaknya ayah kandungnya. Akan Tetapi hanya tidak pernah membayangkan bahwa putrinya akan menikah dengan James.
Bukankah hal itu sangat konyol?? Bahkan dalam mimpi pun Anya tidak pernah membayangkan tentang hal itu.
__ADS_1
"Mama harus memikirkan tentang lemaran ini tidak bisa sembarangan memutuskan." Anya akhirnya membuka suaranya setelah hampir 10 menit hanya terdiam saja.
James mendekat pada Anya. "Aku benar-benar menginginkan untuk menikah denganmu, Anya! Astaga! Tolong jangan pernah berpikir untuk menikahkanku dengan putri kecilmu! Aku nanti bisa dituduh sebagai Pedofil kalau benar-benar melakukan itu!" James sampe merasa lemas di seluruh tubuhnya saat membayangkan itu benar-benar terjadi dalam hidupnya.
Anya mesem sendiri melihat wajah pucat James kala membayangkan hal itu benar-benar terjadi dalam hidupnya. Loly sendiri hanya bersikap anteng di pojokan sambil terus memperhatikan interaksi antara keduanya yang terasa begitu menggemaskan.
Loly benar-benar tidak mengerti dengan perasaan ibunya yang sangat sulit untuk dibujuk. Padahal James adalah tipe laki-laki yang sangat tampan dan menawan. Dia juga pria yang baik. Tapi kenapa ibunya seperti yang begitu menghindari soal pernikahan dengan James??
Loly sampai frustasi sendiri ketika memikirkan tentang hal itu.
Anya kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan oleh James. "Bangunlah James!" perintah Anya pada pemuda Tampan itu yang saat ini benar-benar sedang frustasi memikirkan pernikahannya dengan Loly.
James tidak bergeming. " Pokoknya aku harus menerima lamaranku karena aku tidak mau menikah dengan anak kecil seperti Loly! Aku tidak mau! Anya!! Kau jangan berbuat kejam padaku dengan melakukan itu!" Anya tersenyum sendiri.
James terlihat begitu lucu dan menggemaskan dalam situasi seperti itu. Padahal biasanya James yang selalu usil dan jahil terhadap dirinya.
'Ternyata menyenangkan juga mempermainkan bocah ini. Baiklah!! aku akan lihat performanya sebagai tunanganku dan calon suamiku. Aku boleh memberikan dia kesempatan untuk membuatku jatuh cinta padanya!' batin Anya yang akhirnya memutuskan akan menerima lamaran dari James.
Anya menatap pemuda itu dengan horor. James benar-benar sudah berkeringat dingin sejak tadi. Hatinya sudah tidak karuan. James seperti seorang Pendosa yang saat ini sedang menunggu keputusan hukuman dari majelis hakim.
"Baiklah!! Aku akan menerima lamaranmu dengan catatan kau bisa membuatku jatuh cinta padamu selama satu bulan ke depan. Kalau kau gagal, maka pertunangan kita juga akan berakhir!" James terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Anya yang benar-benar di luar ekspektasinya.
__ADS_1