Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 25


__ADS_3

James kemudian mengajak Anya untuk pulang karena waktu yang sudah semakin malam. "Anya, ini sudah malam, ayo kita pulang. Biarkan dokter dan suster yang merawat dia. Lagi pula kau tidak memiliki tanggung jawab untuk mengurus dia. Dia bukan suami kamu, Anya!" James mencoba untuk mengingatkan Anya tentang statusnya sebagai mantan Arnold yang barangkali dilupakan oleh Anya.


Anya kemudian berpamitan kepada Arnold yang merasa tidak suka dengan kehadiran James di ruangan perawatannya.


"Baiklah, Aku berharap kamu segera sembuh. Aku pergi dulu." pamit Anya pada Arnold.


Arnold mengangguk dan mengizinkan Anya untuk meninggalkan rumah sakit.


"Selama masih ada James, kelihatannya akan sulit untuk aku bisa mendekati Anya kembali. Selain itu aku juga harus segera menyelesaikan perceraianku dengan Lalita. Aku tidak boleh mengecewakan Anya lagi untuk yang kedua kalinya. Aku akan segera mengembalikan situasi perusahaan seperti dulu dan mendapatkan hati Anya lagi. Aku akan meminta maaf kepada Anya atas kesalahanku di masa lalu. Anya adalah wanita yang baik. Dia pasti bisa menerimaku kembali selama aku bisa menunjukkan ketulusanku untuk mencintai dia kembali." Arnold menatap kepergian Anya bersama James.


Hati Arnold benar-benar merasa tidak suka melihat kedekatan Anya dengan James. "Sedikit demi sedikit aku akan memisahkan mereka berdua dan membuat Anya kembali bergantung kepadaku. Aku pasti bisa melakukan hal itu!" Arnold terlihat begitu percaya diri untuk bisa mendekati Anya kembali.


Tampaknya Arnold melupakan perasaan Anya yang telah tersakiti olehnya karena perbuatannya di masa lalu. Arnold begitu percaya diri bisa membuat Anya kembali mencintainya.


Arnold lupa bahwa cinta seorang Anya yang menghilang akan sangat sulit untuk kembali ditemukan. Karena perasaan itu telah benar-benar tersakiti oleh perbuatan khianat yang telah dia lakukan di masa lalu.


Anya sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk melupakan perasaan tentang cinta. Anya selamanya akan hidup sendiri dan tidak ingin berhubungan kembali dengan seorang laki-laki.


Hal itu pulalah yang menjadi alasan kenapa setelah 10 tahun lamanya bercerai dengan Arnold, sampai saat ini Anya masih sendiri.


***


James mengantarkan Anya sampai ke apartemen miliknya. "Istirahatlah dan ingatlah! Kamu tidak boleh memikirkan tentang Arnold lagi, karena aku tidak suka kamu melakukan itu. Paham?" Tanya James sampai menatap tajam kepada Anya.

__ADS_1


Anya hanya memutar bola matanya dengan malas melihat kelakuan James yang sudah seperti seorang suami yang sedang cemburu melihat dirinya dekat kembali dengan Arnold.


Padahal bagi Anya, kedekatan dirinya dengan Arnold tidak berarti apapun dan tidak akan pernah menyentuh hatinya sama sekali. Tetapi Anya juga tidak bisa mengabaikan perasaan James yang dia tahu sejak dulu menyukainya.


Tetapi James selama ini tidak pernah berani untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada Anya. James menutup rapat-rapat perasaannya sehingga tidak bisa dideteksi oleh siapapun.


Anya sendiri tidak mengerti kenapa James harus melakukan hal demikian. Anya tidak tahu, kalau James memiliki sindrom ketakutan kehilangan seseorang yang dia sayangi. Oleh karena itu James tidak pernah menyampaikan perasaan cintanya kepada Anya.


Trauma di masa kecilnya yang membuat James mengalami sindrom tersebut. Sejak kecil James hidup sendiri karena kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal saat kecelakaan. Orang baik yang menyelamatkan James telah mengirim anak kecil yang malang itu ke panti asuhan.


Di sanalah James pertama kali bertemu dengan Anya, ketika masih dalam status sebagai istri Arnold. Anya yang selama lebih dari 20 tahun menjadi donatur di Panti Asuhan tempat James tinggal dan dibesarkan di sana.


Anya hanya melanjutkan kebiasaan ayahnya ketika masih hidup menjadi donatur di Panti Asuhan itu.


Sepanjang malam, Anya sibuk memikirkan tentang sikap James yang selalu lepas kontrol apabila melihat dia dekat dengan Arnold.


"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh James?? Kenapa dia suka aneh dan marah tidak jelas begitu?" Anya terus menggelengkan kepalanya.


Anya benar-benar merasa sangat pusing dengan hal itu. Pada saat Anya sedang memikirkan apa yang terjadi pada hari itu, tiba-tiba saja ponselnya berdering berkali-kali. Anya melihat siapa yang telah menghubungi dirinya pada waktu malam hari seperti itu.


"Siapa sih orang yang tidak ada kerjaan menelponku malam-malam begini?" tanya Anya sambil keluar dari bathtub lalu menuju nakas yang ada di kamar tidurnya. Tempat di mana dirinya menyimpan ponselnya di sana.


"Loly?? Kenapa jam segini menelponku?" tanya Anya sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Sayang?? Apakah ada masalah di sana? Kenapa malam-malam menelpon?" tanya Anya dengan suara yang begitu lembut.


Terdengar suara seorang anak perempuan di seberang sana yang seperti sedang kesakitan.


"Mama, kapan pulang? Loly rindu sama Mama." Anya tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar ketika mendengar anak kecil itu memanggilnya mama.


"Mama juga rindu dengan Loly. Mama akan menyelesaikan permasalahan di Indonesia setelah itu akan kembali ke Cina untuk bersama denganmu. Sayang! Nurut sama pengasuh kamu, ya?? Mama akan segera kembali dan berkumpul lagi dengan Loly." janji Anya pada gadis itu.


"Tapi Loly sangat merindukan Mama. Apa tidak bisa, kalau Loly juga ke Indonesia dan tinggal bersama Mama saja?" tanya gadis kecil itu sambil menangis terisak. Hati Anya mencelos ketika mendengar suara tangisan putrinya.


Tetapi Anya tidak bisa membiarkan Loly untuk kembali ke Indonesia. Anya tidak mau kalau sampai Arnold tahu, kalau mereka berdua memiliki anak bersama.


Anya ingin merahasiakan keberadaan Loly untuk selamanya dari Arnold. Anya tidak akan pernah sanggup kehilangan Loly kalau sampai Arnold mengambilnya dari sisinya.


Pada saat itu ketika mereka sudah resmi bercerai dan Anya sudah menetap di Cina bersama James. Anya baru mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Awalnya Anya ingin menggugurkannya tetapi James meyakinkan kepadanya bahwa Anya dan anaknya tidak akan pernah mengalami kesulitan apapun karena dirinya akan selalu berada di samping Anya.


"Loly rindu sama Papa. Kenapa Papa tidak segera pulang dan menemuiku?" suara Loly membangkitkan kembali Ingatan dan kesadaran Anya yang tadi sejenak melamun memikirkan tentang masa lalunya bersama Arnold.


Anya kemudian menjelaskan kepada Loly bahwa James dan dirinya saat ini benar-benar sedang sibuk dengan proyek baru dan juga tender yang baru saja ditandatangani oleh perusahaan milik Arnold yang sekarang sudah di ambil alih oleh Anya.


"Tapi, sesibuk apapun kalian, kalian tidak boleh melupakanku. Aku disini sangat kesepian sekali. Mama! Apakah kau sudah tidak menyayangiku lagi?" hati Anya mencelos seketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari putri kecilnya.


Anya tiba-tiba merasa bersalah karena sudah terlalu sibuk bekerja sehingga melupakan keberadaan Loly di Cina bersama pengasuhnya yang dia percaya akan menjaga Loly dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2