Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 35


__ADS_3

Loly merasa bersalah sekali kepada ibunya. Karena sudah membuat sang ibu tercinta menangis begitu pilu. Mendadak Loly tidak menginginkan ayahnya lagi yang pasti telah memberikan luka hati untuk sang ibu tercinta. "Mama!! Loly ga akan bertanya tentang Papah lagi. Mama jangan nangis lagi! Hiks hiks! Mama maafkan Loly!" Hati Anya begitu terharu dan sedih mendengar kata-kata putrinya.


Perasaan bersalah sontak masuk ke dalam hati Anya. Anya tahu sekali penderitaan putrinya selama ini. Tetapi dirinya selalu menutup mata dan berusaha untuk menghindari segala pembicaraan tentang Arnold yang sudah mengecewakan dirinya.


"Maafkan Mama, sayang!! Mama telah berbuat salah kepadamu. Mama benar-benar seorang ibu yang buruk. Maafkan Mama, sayang!" Anak dan ibu itu terlihat saling berpelukan satu sama lain.


Mereka berusaha untuk menghibur hati masing-masing. Anya sangat mengerti bahwa anak seusia Loly sedang membutuhkan kasih sayang dari ayahnya. Anya berjanji kepada dirinya sendiri,bahwa dia akan mempertemukan Arnold dan Lily, bila suatu saat nanti mereka berpapasan lagi.


"Nanti kalau kita bertemu lagi dengan Papamu, mama akan mengijinkan Loly untuk bicara dengan Papa. Mama janji," janji Anya pada Loly dengan suara yang bergetar karena menahan perasaan sedih di hatinya.


Masalah dirinya dan Arnold memang bisa di katakan amat rumit dan sulit untuk bisa saling melepaskan dendam di hati masing-masing.


Anya juga sadar bahwa dirinya telah melakukan banyak kesalahan kepada Arnold dengan menjual perusahaan milik Arnold yang dia ketahui telah dirintis dari nol oleh Arnold.


Dulu saat mereka masih suami istri, Anya selalu mendukung Arnold dalam pembangunan perusahaan itu. Anya tahu dengan sangat jelas. Bagaimana Arnold siang dan malam berjuang untuk membangun perusahaan itu sehingga menjadi sukses dan berkembang hingga sekarang.


Cinta Arnold yang buta kepada Lalita, membuat Arnold menjadi tidak masuk akal. Dia mengijinkan Lalita menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi sehingga akhirnya membuat keuangan perusahaan menjadi kolaps dan akhirnya jatuh dan terlilit hutang di mana-mana.


Arnold di saat itu tidak mengetahui niat jahat yang dimiliki oleh Lalita yang ingin menghancurkan dirinya atas nama cinta.


Pengalaman benar-benar telah mendewasakan Arnold menjadi pribadi yang lebih baik. Arnold sekarang semakin waspada ketika dia berdekatan dengan seorang wanita.


Tidak brangasan lagi seperti dulu. Arnold sekarang kalem dan begitu teguh dalam prinsip hidupnya.

__ADS_1


"Anya kelihatannya menghindariku. Hanya dalam waktu sehari aku sudah kehilangan jejaknya lagi." Arnold terlihat begitu pusing memikirkan tentang keberadaan Anya yang ternyata memiliki anak dari hasil pernikahan mereka berdua di masa lalu.


Arnold tiba-tiba merasa hatinya begitu bahagia ketika memikirkan gadis cantik yang bertemu dengan dirinya tanpa disengaja.


"Kalau aku tahu dia adalah putriku. Aku pasti akan menghabiskan waktu lebih banyak dengannya. Dasar kau Arnold bodoh!! Bagaimana mungkin kau tidak menyadari wajahnya yang begitu mirip dengan Anya?" Arnold sepanjang hari hanya mondar-mandir dalam ruang kantornya.


Urusan bisnis yang harusnya dia selesaikan di China, malah dia serahkan semuanya kepada sekretaris dan asistennya. Sementara Arnold lebih sibuk mencari informasi tentang Anya dan putrinya.


"Anya!! Sebenarnya kamu di mana?" Arnold terlihat menimbang ponselnya.


Arnold ingin sekali menghubungi mantan istrinya. Tetapi dia mendapatkan kenyataan bahwa nomornya sudah diblokir sejak lama.


"Apa sampai saat ini dia belum bisa memaafkanku? Anya!! Masalah di antara kita sudah lebih dari 10 tahun. Bahkan ada anak di antara kita. Kenapa masih saja menyimpan dendam di hatimu?" tanya Arnold kepada dirinya sendiri.


Arnold bisa melihat kebahagiaan mereka berdua yang begitu jelas terlihat di dalam foto yang kini hanya tinggal kenangan saja.


Di antara mereka tidak ada lagi cinta ataupun kebahagiaan bersama yang ada hanyalah kebencian dan dendam yang sulit untuk dihapuskan. Arnold menyadari bahwa kesalahannya terhadap anaknya dan Anya terlalu besar.


Hati wanita manakah yang tidak akan merasakan kesakitan?? Ketika mengetahui suaminya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri di belakangnya. Arnold sangat sadar kesalahan dirinya.


"Aku akan meminta maaf kepadanya. Kalau bertemu dengannya lagi. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan maafnya. Aku harus bertemu dengan putriku, bagaimana pun caranya!" Arnold sudah bertekad akan memperjuangkan hak asuh atas Putri yang tidak pernah dia ketahui selama lebih dari 10 tahun namanya.


Arnold cukup kecewa kepada Anya yang sudah merahasiakan kehadiran Loly di atas dunia.

__ADS_1


Mungkin kalau Anya berterus terang saat itu, tentang kehamilannya. Mereka mungkin tidak akan bercerai dan tidak akan menghabiskan sisa hidup mereka dalam kebencian yang tak berujung.


Arnold sepanjang hari hanya menghabiskan waktunya berkeliling kota untuk mencari keberadaan Anya dan Loly.


Arnold sampai lemas seluruh tubuhnya karena seharian tidak makan maupun minum. Arnold benar-benar tidak sabar ingin bertemu kembali dengan putrinya.


Arnold bahkan sudah memberitahukan Rudi tentang Anya yang melahirkan seorang putri cantik tanpa sepengetahuannya.


"Bisa saja anak itu bukan milikmu. Ingat Arnold!! Kalian telah menikah berapa tahun sebelum kasus perselingkuhanmu dengan Lalita terungkap?? Bukankah selama itu Anya tidak hamil?" tante Rudi yang meragukan tentang kehamilan Anya sebagai darah daging Arnold.


Arnold langsung membantah apa yang dikatakan oleh ayahnya. "Anya pernah hamil, Pah! Dia mengalami keguguran karena terlalu lelah dalam bekerja. Anya saat itu sedang melakukan program kehamilan pada saat Lalita masuk ke dalam kehidupan kami dan menggangguku," Arnold sebenarnya merasa malu dengan dirinya sendiri ketika mengingat semua itu.


Kehidupan kelam yang disesali oleh Arnold ribuan kali adalah pertemuannya dengan Lalita. Arnold bahkan tidak mau menemui Lalita di penjara. Dia mengutus pengacaranya untuk menyelesaikan kasus perceraiannya bersama Lalita.


Arnold tidak ingin bertemu lagi dengan Lalita yang sudah menghancurkan kehidupannya hingga berkeping-keping.


"Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk bisa bertemu dengan Anya. Ya Allah!! Bimbinglah hamba untuk bisa menemukan anak dan mantan istriku. Aku benar-benar ingin meminta maaf kepada mereka. Karena aku sudah begitu jahat kepada mereka di masa lalu!" doa Arnold yang merasa sangat sedih dan lemas sekujur tubuhnya.


Arnold merasa bingung karena akhir-akhir ini tubuhnya terasa begitu lemah. Arnold terlihat menepikan mobilnya di pinggir jalan karena tiba-tiba saja kepalanya merasa pening dan pusing sekali.


Arnold terlihat memejamkan matanya untuk menghilangkan ataupun mengurangi rasa sakit yang sedang dia rasakan. Arnold akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terdekat. Setelah dirasakan sakit di kepalanya yang malah semakin kencang dan menyiksa dirinya. Arnold langsung pingsan ketika dia sampai di rumah sakit.


Suster dan tim para medis yang melihat Arnold pingsan di pintu masuk rumah sakit, langsung menangani Arnold seketika itu juga.

__ADS_1


__ADS_2