Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 27


__ADS_3

Lalita terkejut saat tiba-tiba saja Arnold dan beberapa orang polisi sudah mengepungnya. Pembeli tadi yang sudah melaporkan kepada polisi tentang transaksinya bersama Lalita.


"Kau menghianatiku! Lancang!" Lalita terlihat begitu marah kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya.


"Maafkan saya Nyonya Lalita. Tapi semua sertifikat ini bukan atas nama anda. Saya tidak mau nantinya akan mendapatkan masalah kedepannya. Karena transaksi kita yang tidak legal." Lalita melotot sempurna mendengar apa yang dikatakannya.


Polisi sudah bersiap untuk menangkapnya tetapi Lalita langsung berlari ke arah Arnold. "Sayang!! Kau tidak serius kan akan memenjarakan aku?? Maafkan aku sayang!! Aku tidak benar-benar akan menjual Mansion dan mobil sport milik ayahmu. Aku hanya sedang bercanda saja. Maafkan aku, sayang!" Arnold langsung mendorong tubuh Lalita yang tadi hendak memeluknya.


"Jangan sembarangan memeluk orang! Aku sudah memasukkan gugatan perceraian kita berdua ke pengadilan. Kau sebaiknya segera bersiap untuk dipanggil oleh pengadilan dalam kasus perceraian dan juga pencurianmu ini!" Arnold wajahnya begitu dingin dan juga datar.


Arnold benar-benar sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Lalita. Arnold tidak pernah menyangka kalau dirinya akan sampai ke titik di mana dia harus berbuat kejam kepada Lalita yang sudah membuatnya berpisah dengan Anya.


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Pak polisi segera bawa dia ke kantor polisi. Biarkan dia mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan." Arnold kemudian menemui orang yang tadi melaporkan transaksi mereka. Calon pembeli yang telah berbaik hati menolong Arnold.


"Terima kasih karena Anda sudah berbaik hati untuk melaporkan transaksi ini kepada kami. Kalau tidak, saya pasti akan dimarahi oleh ayah saya karena kehilangan mobil sport kesayangannya dia. Aih!! Tidak bisa saya bayangkan. Bagaimana amarah beliau terhadap saya!" Arnold menghela nafas berat.


Lalita terus memohon kepada Arnold agar dimaafkan dan meronta-rontak ketika polisi membawanya.


"Sayang!! Maafkan aku. Aku mohon!" Lalita terus menangis terisak dia benar-benar tidak terima diperlakukan seperti itu oleh suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami.


Arnold Kelihatannya benar-benar sudah bertekad akan menceraikan Lalita. Arnold sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Lalita yang suka berbuat sesuka hatinya.


"Pergilah baik-baik kalau kau tidak ingin dituntut dengan pasal yang jauh lebih berat lagi!" Lalita benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Arnold begitu tega padanya.

__ADS_1


Setelah kepergian Lalita yang dibawa oleh Polisi terlihat Arnold berbicara serius dengan calon pembeli yang begitu tertarik dengan beberapa mobil sport koleksi milik ayahnya.









Akan tetapi Arnold menolak permintaannya. Karena dia sangat tahu kalau ayahnya begitu mencintai mobil sport koleksinya. Saat ini ayahnya masih berada di luar negeri dalam rangka pengobatan. Dia juga mengurus bisnisnya yang ada di luar negeri.


"Maafkan saya pak. Bukannya saya sombong atau tidak butuh uang. Akn tetapi mobil-mobil itu milik ayah saya. Saya bisa digorok oleh dia kalau mobilnya saya jual. Anda tahu bukan? Bagaimana kerasnya tabiat ayah saya itu!" Arnold menghalang nafas berat ketika dia mengingat tentang ayahnya.


Walaupun merasa kecewa tetapi calon pembeli itu akhirnya bisa mengerti dengan penjelasan yang diberikan Arnold.


"Baiklah kalau misalkan suatu saat anda berubah pikiran dan bersedia untuk menjualnya, tolong hubungi saya. Ok?" Arnold mengangguk sambil bersalaman dengan orang tersebut yang kemudian berpamitan untuk kembali ke kediamannya.

__ADS_1


Arnold saat ini sedang memegang semua sertifikat yang telah dicuri oleh Lalita yang untungnya mereka masih menjadi rezekinya. Karena kebaikan calon pembeli itu yang mau melaporkan transaksi ilegal mereka ke kantor polisi. "Syukurlah kalian masih bisa aku selamatkan untuk saat ini. Aku harus segera menyelesaikan urusanku dengan Lalita. Aku tidak mau menyimpan duri di dalam dagingku. Ayahku dia pasti akan mengamuk besar kalau tahu mobilnya akan di jual oleh Lalita. Sejak dulu dia tidak pernah merestui pernikahanku dengannya." Arnold bermonolog dengan dirinya sendiri.


Arnold kemudian pergi dari tempat itu untuk kembali ke kantor. Dia menyimpan semua sertifikat miliknya di bank. Agar lebih aman.


Pengalaman tersebut benar-benar menjadi hal yang berharga untuk Arnold. Untuk jauh lebih berhati-hati lagi dengan siapapun juga.


"Syukurlah sekarang sudah aman. Aku bisa bekerja dengan tenang tanpa merasa takut akan kehilangan semuanya. Nanti aku akan menelpon Ayahku untuk membantu menyelesaikan masalahku dengan Anya. Mungkin dia bisa mengembalikan saham-saham yang dibeli oleh Anya di perusahaan ini. " Arnold kemudian masuk ke dalam ruangan Anya.


Akan tetapi dia tidak melihat keberadaan Anya di sana. "Kemana dia?? Tidak seperti biasanya dia pergi pada saat jam kantor seperti ini." Arnold kemudian mencari sekretaris Anya yang dia tugaskan untuk membantu semua pekerjaan Anya selama berada di kantor itu.


"Di mana Nyonya Anya? Kenapa tidak ada di kantor dia?" tanya Arnold sambil mengerutkan keningnya.


"Nyonya Anya ada keperluan mendesak. Dia sedang pergi ke luar negeri bersama dengan Tuan James." ucapnya dengan sopan.


Arnold merasa tidak senang dengan hal itu. "Kenapa tidak memberitahukanku kalau atasanmu akan pergi dari kantor?" tanya Arnold kesal sekali.


"Maafkan saya, Tuan!! Nyonya Anya yang berpesan agar tidak memberitahukan Anda soal kepergian dia." Arnold kemudian meninggalkan tempat itu menuju ke dalam ruangannya sendiri.


"Walaupun dia pemilik saham terbesar di perusahaan ini. Tetapi dia masih harus menjaga sopan santunnya padaku. Bagaimana pun juga aku ini wakilnya. Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui apa-apa tentang kegiatan dia? Sungguh keterlaluan!" Arnold menghempaskan tubuhnya di atas kursi.


Arnold melirik ke arah foto pernikahannya bersama Lalita yang langsung dia tutup lalu dia masukkan ke dalam tempat sampah dengan kesal."Kalau bukan karena perempuan itu yang selalu menggodaku di masa lalu. Aku tidak akan mungkin sampai pada saat seperti ini. Di mana aku menjadi orang asing dalam kehidupan Anya." monolog Arnold yang kemudian mengambil sebuah foto yang dia simpan dengan rapi di dalam laci mejanya.


Arnold merasakan jantungnya berdebar sangat kencang ketika melihat foto miliknya yang sedang bersama dengan Anya.

__ADS_1


"Dulu pernikahan kami begitu bahagia. Kalau bukan karena kehadiran Lalita, mungkin selamanya dia akan menjadi milikku. Mungkin kami akan memiliki beberapa orang anak yang lucu dan sangat menggemaskan." Arnold terlihat tersenyum ketika dia membayangkan hal itu benar-benar terjadi di dalam kehidupannya bersamaan Anya.


Jantung Arnold terasa berdetak begitu cepat. Entahlah!! Arnold seakan jatuh cinta kembali kepada Lalita. Akan tetapi dia tahu bahwa untuk bersama kembali dengan Anya, butuh sesuatu perjuangan yang sangat berat karena cinta seorang Anya yang menghilang akan sulit untuk dikembalikan seperti dulu lagi. Kaca yang sudah pernah retak tidak akan mungkin sama seperti baru lagi.


__ADS_2