
Arnold terlihat begitu lemas setelah pulang dari kantor pusat Blue Investasi. Arnold sudah benar-benar kehilangan harapan untuk bisa mendapatkan dana segar demi membangkitkan kembali perusahaan yang sudah susah payah dibangun oleh ayahnya dan juga kakeknya.
"Semua ini gara-gara Lalita yang suka sekali menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Dia benar-benar pembuat onar!" Arnold terlihat begitu murka ketika mengingat kembali semua hal yang dilakukan oleh Lalita yang secara perlahan telah menghancurkan perusahaan miliknya.
Lalita yang merupakan direktur keuangan dari perusahaan Itu benar-benar menggunakan kekuasaannya secara tidak baik.
Dengan sewenang-wenang dia menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadinya. Arnold yang tidak mau istrinya marah terhadap dirinya akhirnya hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Lalita yang sangat sulit untuk dikontrol.
Peringatan dari dewan direksi ataupun para pemegang saham lainnya tidak mau didengarkan oleh Lalita. Lalita yang sombong dan Arogan malah secara terang-terangan sengaja menantang mereka dengan menggunakan uang perusahaan semakin besar tanpa berpikir dulu.
Secara perlahan banyak pemegang saham yang mengundurkan diri dan meminta untuk menjual saham yang mereka miliki ke pihak luar.
Hingga akhirnya jatuh kepada titik yang benar-benar sudah tidak mampu lagi untuk menopang kebutuhan perusahaan. Hingga pada tiga bulan yang lalu, perusahaannya kedatangan seorang agen investasi yang berasal dari blue investasi yang menawarkan akuisisi untuk perusahaannya.
Arnold merasa sangat senang sekali seakan ada harapan untuk bisa membangunkan kembali perusahaannya yang saat ini benar-benar sedang colaps dan jatuh.
Akan tetapi siapa yang menyangka kalau ternyata perusahaan itu adalah milik Anya. Anya yang memang ingin membalas dendam kepada Arnold dan Lalita sengaja terus saja menunda proses penandatanganan akuisisi perusahaan milik Arnold.
Arnold sudah benar-benar frustasi untuk memikirkan hal itu. Seharian itu Arnold minum-minum di kantornya. Dia sudah kehabisan jalan untuk bisa mengembalikan perusahaannya seperti dulu.
Arnold sudah benar-benar stress karena setiap hari selalu banyak fax dan panggilan yang masuk untuk menagih hutang kepada dirinya.
__ADS_1
"Papa. Apakah anakmu harus berakhir hanya sampai di sini saja? Apakah ini adalah Karma karena aku sudah menyakiti hati Anya demi wanita brengsek seperti Lalita? Wanita yang hanya menginginkan hartaku saja." Arnold tampaknya sudah mulai mabuk akibat minum alkohol yang begitu banyak.
Lalita yang berniat untuk menjemput suaminya dia pun masuk ke dalam ruangan Arnold. Arnold yang saat ini sudah masuk ke dalam fase mabuk dia melihat Anya yang berjalan ke arahnya.
Arnold terlihat begitu bahagia melihat wanita yang sudah pernah disakiti di masa lalu demi seorang wanita yang sekarang telah menghancurkannya hingga ke titik nadir paling rendah.
"Anya, sayang. Maafkan aku. Aku sudah bersalah padamu dan sekarang aku harus menerima Keadaanku saat ini yang hancur lebur karena wanita brengsek itu. Wanita yang dulu begitu agresif menggodaku dan membuat aku tergila-gila dengan kenakalan dia. Anya!! Maafkan aku. Aku yang tidak bersyukur memilikimu sehingga tergoda dengan pelacur itu." Lalita mengerutkan keningnya ketika dia mendengar semua yang dikatakan oleh suaminya.
Lalita terlihat begitu geram mendengar semuanya. Lalita sangat tersinggung dengan semua kata-kata yang dilontarkan oleh Arnold untuk dirinya.
"Kau rupanya masih mencintai mantan istrimu yang sekarang sudah kembali. Kurang ajar kamu Mas! Berani-beraninya kamu mengatakan hal-hal busuk seperti itu tentang aku." Lalita terlihat begitu marah kepada Arnold dia bahkan sampai mendorong tubuh Arnold yang hendak memeluknya.
Arnold tergeletak di lantai ketika Lalita meninggalkannya di ruangan Arnold. Anya yang saat ini sedang berjalan menuju ke ruangan Arnold terlihat mengerutkan keningnya.
"Apa yang terjadi dengan kantor ini? Kenapa begitu suram dan nyaris tidak ada kehidupan di sini?" Anya menyusuri ruangan demi ruangan yang terlihat begitu sepi karena para karyawannya sudah banyak yang mengundurkan diri dari perusahaan Itu.
Kini karyawan yang tersisa hanyalah para karyawan yang loyal dan merasa sayang dengan perusahaan itu. Perusahaan yang telah mereka perjuangkan sejak mereka pertama kali bergabung di sana.
Mereka yang masih mau berjuang bersama Arnold untuk kembali membangun perusahaan itu seperti dulu. Walaupun sudah hilang harapan. Tetapi mereka masih bisa melihat ada secercah harapan di sana yang masih bisa mereka raih dengan keyakinan dan juga kerja keras.
"Arnold! Apa yang sedang kau lakukan di lantai?" Anya kemudian mendekati Arnold yang saat ini sedang terbaring di lantai.
__ADS_1
Hati Anya seketika merasa tenyuh saat dia melihat mantan suaminya yang begitu hancur dan tidak ada harapan. Anya melihat penampilan Arnold yang begitu lusuh dan tidak terawat sama sekali.
Padahal dulu ketika dirinya masih menjadi istri Arnold, dirinya selalu memastikan suaminya itu tampil keren dan parlente. Anya selalu menjaga penampilan sang suami agar sepadan dengan statusnya sebagai seorang CEO yang membawahi ratusan bahkan sampai ribuan karyawan.
Terlihat Anya yang meneteskan air matanya melihat Arnold yang begitu menyedihkan dan sangat berubah 180 derajat menjadi laki-laki yang tidak dia kenali lagi.
"Kehidupan semacam apakah yang sudah kau lalui bersama dengan Lalita? Kenapa kau harus jatuh terpuruk seperti ini? Aku kira kau akan hidup berbahagia dengan wanita yang Kau pilih yang katanya lebih baik daripada aku." Anya bermonolog sendiri ketika melihat Arnold yang masih tidak sadarkan diri dan terbaring di lantai.
Anya kemudian berusaha untuk menolong Arnold dengan cara memapahnya menuju sofa yang ada di dalam kantor milik mantan suaminya.
Arnold sekilas bisa melihat kedatangan Anya yang saat ini sedang membantunya untuk bisa berbaring di atas sofa.
Hati Anya yang pada dasarnya memang seorang wanita yang baik dan berhati lembut. Anya saat ini benar-benar tidak tega melihat Arnold yang jatuh terpuruk seperti itu.
Anya sudah meyakinkan dirinya akan segera mengacc proposal akuisisi yang ditawarkan oleh perusahaan Arnold dengan perusahaan miliknya.
"Mulai besok perusahaan ini akan menjadi milikku. Karena aku akan menjadi pemilik saham terbesar di perusahaan ini sebesar 70%. Aku akan menjadikan Arnold sebagai wakilku. Ini adalah balas dendam paling indah yang bisa aku lakukan kepada laki-laki yang dulu pernah menyakitiku. Akan kulihat bagaimana wajah Lalita ketika melihat suaminya sekarang berada di bawah kendaliku!" terlihat matanya yang memerah penuh dengan amarah ketika mengingat tentang Lalita yang sudah itu tega merampas suaminya.
Sahabat yang telah dia tampung di dalam rumahnya ternyata malah seekor ular yang berbisa dan telah membuat rumah tangganya bersama Arnold kacau dan akhirnya Anya memutuskan untuk bercerai.
Sekarang setelah 10 tahun berlalu, Anya kembali datang ke dalam kehidupan Arnold untuk membalas dendam atas perbuatan mereka berdua yang sudah menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping.
__ADS_1