
Arnold kemudian mendekati Lalita dan menatapnya dengan Intens. Arnold sebenarnya sudah merasa jijik dengan Lalita ketika dia kembali memikirkan semua yang sudah dilakukan wanita itu di masa lalu bersama dengan selingkuhannya yang ternyata sudah melangkah terlalu jauh.
"Aku sudah tahu kalau kau tidak pernah mencintaiku. Kau hanya ingin menghancurkan diriku, bukan?? Kau hanya ingin melihat aku menjadi gembel di jalan. Betul, bukan?" tanya Arnold dengan menatap sinis pada Lalita yang cukup terkejut mendengarkannya.
Lalita sampai tidak bisa berkata-kata melihat Arnold mengatakan semua itu dengan begitu lancar.
Lalita tiba-tiba merasa pening kepalanya karena dia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk bisa menaklukkan Arnold seperti dulu.
Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal yang sama ketika niatnya sudah diketahui oleh Arnold??
Lalita merasa lemas kakinya sampai dia terjatuh dan duduk di lantai. Air mata buaya mulai berderai. Lalita sedang berusaha untuk mencoba peruntungannya.
Lalita sangat tahu kalau sejak dulu Arnold selalu lemah dengan air matanya.
"Maafkan aku yang sudah pernah melakukan kesalahan kepadamu. Sekarang aku sudah sadar bahwa aku hanya mencintaimu. Laki-laki itu ternyata hanyalah suruhan Anya untuk menjatuhkanku. Sayang, Percayalah aku sudah tahu kalau aku salah Dan aku berjanji tidak akan mengulanginya. Sayang, tolong kau maafkan aku!" Arnold hanya melirik sekilas kepada Lalita.
Arnold tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Saat ini dia merasa sangat kesal sekali.
"Kembalikanlah semua sertifikat yang sudah kau curi dariku. Baru aku akan percaya dengan apa yang kau katakan tadi!" Lalita kena skakmat dari Arnold.
Lalita tidak bisa berkata-kata mendengar apa yang di katakan oleh Arnold. Arnold menatap Lalita dengan lekat.
Arnold tahu bahwa Lalita tidak akan mungkin begitu mudah menyerah.
" Pergilah dari sini! Karena aku akan segera memanggil polisi untuk kasus pencurian yang sudah kau lakukan kepadaku. Jangan sampai kau ditangkap oleh mereka. Ketika mereka datang kemari!" Lalita cukup terkejut ketika melihat Arnold yang mengambil ponselnya dan berniat untuk memanggil polisi ke rumah itu.
__ADS_1
Lalita mendekati Arnold dan bersikap menyedihkan di hadapannya untuk membuat Arnold merasa iba kepada dirinya.
Akan tetapi Arnold yang sudah merasa sakit hati dan semua yang sudah dilakukan oleh Lalita tidaklah merasa gentar sama sekali.
Arnold sangat mengenal Lalita. Arnold yakin sekali kalau wanita itu tidak akan menyerah apalagi sampai menyerahkan sertifikat-sertifikat mobil sport koleksi Arnold dan mansion miliknya yang nilainya lebih dari 100 miliar. Arnold sungguh ragu dengan Lalita.
Lalita sejak tadi mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Arnold kepadanya.
"Apakah benar kalau aku menyerahkan semua sertifikat itu, kau akan kembali padaku? Apa aku bisa percaya sama kamu? Kamu yakin tidak akan menipuku?" tanya Lalita sambil terus menatap Arnold.
Arnold tertawa sumbang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lalita.
"Kau adalah orang licik dan suka menipu orang lain. Makanya kau takut kalau orang lain akan melakukan hal yang sama padamu. Ya, kan?" Arnold menatap sinis kepada Lalita yang sekarang mulai merasa jengkel kepada Arnold.
Arnold sejak tadi sudah bersikap waspada agar tidak jatuh ke dalam perangkap Lalita yang penuh dengan muslihat dan akal bulus. Arnold tidak mau untuk terjatuh yang kedua kali di hadapan Lalita.
Lalita terlihat begitu putus asa. Akan tetapi kalau dia menyerah kepada Arnold pun dia tidak mau kalau sampai jatuh terpuruk dan tidak mendapatkan apapun juga.
Lalita ingin menyeret Arnold juga dalam pusaran kesialan hidupnya, kalau pahit-pahitnya dirinya akan masuk penjara. Lalita ingin Arnold juga pergi bersamanya ke penjara juga.
Lalita sejak tadi terus memutar otaknya untuk bisa mewujudkan keinginannya itu. Akan tetapi sejauh ini dia tidak melihat kesalahan Arnold, untuk membuat laki-laki itu masuk ke dalam penjara.
Lalita mulai stres sendiri. Lalita kemudian memiliki ide untuk membuat Arnold memukuli ataupun menganiaya dirinya. Lalita harap dirinya bisa melaporkan Arnold kepada polisi tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Arnold bisa membaca pola pikir Lalita saat ini. Arnold yang memang sudah waspada dengan tabiat Lalita yang buruk. Arnold tidak terpancing sama sekali. "Pergilah dari sini Lalita! Karena aku tidak mau melihatmu lagi! Kau tunggu saja polisi akan menangkapmu untuk kasus pencurian itu. Kalau kamu tidak memiliki tingkat baik untuk mengembalikan semua sertifikat yang sudah kau ambil dariku!" Lalita memegang kepalanya yang mulai terasa pening melihat kekerasan hati Arnold.
__ADS_1
'Sialan!! Kenapa laki-laki bodoh ini sekarang sangat sulit untuk aku rayu dan aku bujuk?? Padahal dulu dia adalah orang yang selalu mengikuti apapun yang aku mau!' Lalita seketika menyesali semua perbuatannya di belakang sana yang sudah merubah Arnold menjadi pribadi yang begitu dingin dan keras terhadap dirinya.
Lalita mulai merindukan sosok Arnold yang selalu memanjakan dan mengikuti semua yang dia mau.
Arnold benar-benar melakukan apa yang dia katakan kepada Lalita tadi. Terlihat Arnold yang sekarang sedang memanggil polisi ke Mansion miliknya.
"Kau?? Apa kau yakin kau benar-benar akan mengirimkanku ke kantor polisi?" Lalita benar-benar tidak percaya kekejaman seperti itu di miliki oleh Arnold kepada dirinya.
Lalita yang gelap mata tanpa sadar dia malah mengambil pisau buah yang ada di atas meja. Lalita langsung menusukkan belati itu ke perut Arnold.
Arnold yang tadi sedang sibuk berbicara dengan Polisi tidak menyadari bahaya yang saat ini sedang mengintai dirinya.
Lalita langsung pergi meninggalkan Mansion setelah melihat Arnold yang terkapar di lantai dengan bersimbah darah.
Arnold yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Lalita dia masih berusaha untuk berbicara dan berkomunikasi dan bicara dengan polisi.
"Tolong saya, Pak!! wanita yang sudah mencuri sertifikat rumah dan juga mobil sport ku telah menusukku dengan pisau. Tolong saya, Pak!" Arnold yang masih berusaha untuk tetap sadar.
Arnold masih berusaha menguatkan dirinya, agar masih bisa berbicara kepada polisi yang masih tersambung dengan telepon yang dia genggam.
Lalita yang ketakutan segera meninggalkan mansion. Anya yang kebetulan kembali lagi ke mansion milik Arnold, dia terkejut saat melihat Arnold yang berdarah dan pingsan.
"Arnold!! Astaga!! Apa yang terjadi padamu? Arnold!! Bangunlah!!" Arnold yang masih setengah sadar hanya memicingkan matanya dan merasa senang ketika melihat Anya di sana dan berusaha menyelamatkan dirinya.
Tepat ketika Anya hendak mengangkat tubuh Arnold untuk di bawa ke rumah sakit, tiba-tiba saja polisi sudah berada di lokasi dan menodongkan pistol ke arah Anya.
__ADS_1