Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 43


__ADS_3

Anya saat ini sedang di rumah sakit. Anya sendiri tidak tahu kenapa dirinya ada di sana. Dia hanya merasa tidak tega untuk menolak keinginan Rudi untuk dirinya menemui Arnold.


Namun hingga kini Anya belum bisa bertemu Arnold. Karena Arnold yang baru selesai di operasi masih belum sadar dan masih di isolasi di ruangan intensif. Demi kesehatan Arnold supaya cepat pulih, orang yang bisa mengunjungi Arnold sangat terbatas dan amat ketat sekali pengawasan dari dokter.


"Om saya harus pulang, Loly di rumah saat ini. Saya khawatir dengan dia. Nanti kalau Arnold sudah bisa di temui. Telpon saya saja, nanti saya akan ke sini lagi. Semoga Loly mau untuk saya ajak kesini." ucap Anya penuh pengharapan agar Loly mau memaafkan ayahnya dan melupakan masa lalu mereka yang pahit.


Memaafkan itu jauh lebih indah dari pada harus menyimpan dendam berkepanjangan. Anya selama bertahun-tahun hidup hanya untuk membalaskan dendamnya pada Arnold dan Lalita. Tetapi setelah dendamnya terbalaskan dia tidak merasakan apapun yang memuaskan hatinya.


Hanya ada kehampaan yang dia rasakan. Tapi Anya sadar bahwa dendam hanya membuat hatinya semakin kelam dan sesak.


Kini Anya sudah memutuskan untuk melupakan masa lalu dan rasa sakit hatinya kepada Arnold. Anya sudah merasakan ketenangan dan kebahagian.


"Terima kasih kamu sudah mau perduli dengan Arnold. Tolong kamu maafkan anakku yang sudah menyakiti kamu di masa lalu. Arnold hanya manusia biasa. Tak luput dari dosa. Anya! Om benar-benar berharap kamu bisa rujuk dengan Arnold. Kalian bisa mengurus bersama anak kalian. Semoga saja operasi ini berhasil dan membuat Arnold bisa sembuh dari penyakitnya!" ucap Rudi pelan saat dia mengungkapkan harapannya kepada Anya.


"Saya sudah bertunangan Om dan sebentar lagi kami akan menikah. Lagi pula kami sudah berpisah lama sekali. Tidak pantas Kalau tiba-tiba kami rujuk. Sudahlah lupakan tentang opini seperti itu. Saya tidak ingin melukai siapapun. Saya permisi dulu!" Anya langsung pergi setelah pamit pada Rudi.


Hati Anya saat ini sangat tenang dan dia sangat yakin dengan keputusannya. Anya menerima lamaran James dengan pkiran jernih dan sadar.

__ADS_1


Selain karena ancaman Loly yang mengatakan akan menikah dengan James kalau dia menolak lamaran itu. Anya jga sadar kalau James adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan mencintainya sejak lama.


Anya bukan orang bodoh yang tidak bisa mengetahui perasaan James sejak dulu yang begitu rapih dia sembunyikan dalam ikatan persahabatan di antara mereka berdua.


"Kamu di mana James?" tanya Anya saat dia menelpon James yang saat ini ada di kantornya.


"Di kantor. Kenapa?" tanya James merasa heran kepada Anya yang tumben sekali menghubunginnya dan menanyakan keberadaannya.


"Tunggulah di situ aku akan datang." Anya langsung menutup teleponnya. Setelah dia selesai mengatakan apa yang dia ingin katakan pada James.


James tampak heran pada Anya. James tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar sangat kencang dan ketakutan. Ya! James takut kalau Anya akan memutuskan untuk rujuk dengan Arnold dan berpisah dengannya.


"Ya Allah apakah Anya mau rujuk dengan Arnold dan memutuskan pertunangan kami? Ya Allah!! Aku mohon ya Allah! Kuatkanlah hatiku untuk menerima semua kenyataan yang akan menimp hubunganku bersama Anya. Aku mencintai dia ya Allah!" doa suci diucapkan oleh James dengan khusuk.


Sekitar 30 menit kemudian Anya pun datang ke dalam ruangannya. Saat ini jantung James berdetak sangat cepat. Sungguh! Dia sangat ketakutan kalau apa yang dikatakan oleh Loly menjadi sebuah kenyataan. Arnold amat kritis sekarang dan sedang berjuang dengan nyawanya. James bisa maklum kalau Anya memutuskan untuk merawat Arnold demi kemanusiaan dan rasa iba.


James sangat kenal dengan Anya yang memiliki hati yang baik dan lembut. "Ada apa?" tanya James sambil mempersiapkan hatinya untuk segala kemungkinan yang terburuk.

__ADS_1


Anya mengerutkan kening saat melihat wajah James yang begitu tegang saat bertatapan mata dengan dirinya. Anya sendiri sebenarnya tidak terlalu mengerti tentang perasaannya terhadap James. Tapi Anya tidak ingin mengecewakan James ataupun Loly yang berharap pernikahan dirinya bersama James bisa di lakukan dengan segera.


"Ayo kita menikah. Aku gak mau menunda lagi. Selama aku masih single Om Rudi pasti memaksaku untuk kembali rujuk dengan Arnold. Aku gak mau hal itu terjadi. So, ayo kita menikah dan menjalani hidup kita dengan lebih baik lagi!" Ucap anya sambil menatap tajam kepada James yang kaget dan shock luar biasa dengan apa yang dikatakan oleh Anya.


James tidak menyangka kalau ternyata Anya hendak mengatakan itu. James langsung memeluk Anya dengan haru. "Terima kasih! Ayo kita lakukan seperti yang kau inginkan. Kamu mau tema yang kayak gimana untuk pernikahan kita?" tanya James dengan begitu antusias dan semangat sekali.


Anya tersenyum melihat kebahagiaan yang sekarang tergambar di wajah James. Ya! Anya merasa yakin bahwa dirinya bisa merengkuh kebahagiaan bersama pemuda itu. Pemuda yang selalu bertahun-tahun telah mendampinginya dalam suka dan duka saat dia terjatuh pada tiitl terendah dalam hidupnya. Anya tidak pernah menyangka kalau dirinya akan menikahi pemuda yang dulu dia biayai.


Kepintaran dan keuletan James memang layak untuk diberikan empat jempol. Anya sangat bangga sekali kepada James yang sudah berhasil membuktikan dirinya sendiri. Dengan usaha dan kerja kerasnya, James berhasil meraih dan mewujudkan semua cita-citanya sehingga berhasil sampai saat ini.


Saat dirinya terjatuh dan merasa bahwa dunia menjauhinya dan tidak perduli lagi padang, James menawarkan sejuta kehangatan dan juga kenyamanan kepada dirinya.


"Kau bisa mengatur tema apapun juga. Aku gak keberatan. Aku ini sudah tua, James! Aku sudah tidak memperdulikan tentang hal-hal seperti itu. Bagiku, yang penting pernikahan kita bahagia nantinya dan selalu diliputi dengan cinta kasih dan kesetiaan." harap Anya dari sudut hati yang paling dalam.


James memerlukannya dan memberikan keyakinan padanya. "Percayalah padaku bahwa aku benar-benar mencintaimu dan Loly. Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu dan Loly. Anya, Terima kasih karena kamu sudah memutuskan untuk menikah denganku dan menolak tawaran rujuk dari Arnold. Terima kasih!" Anya cukup terkejut mendengarnya.


"Kau tahu dari mana Kalau Arnold menawarkan rujuk untukku?" tanya Anya heran.

__ADS_1


"Kau tahu? Seharian ini Loly terus menangis memikirkan tentang kemungkinan kamu rujuk dengan ayahnya dan meninggalkan aku. Ah, anak itu sangat sedih ketika memikirkan bahwa kau akan meninggalkan aku demi Arnold!" Anya menatap James ketika pemuda itu mengatakan semua yang terjadi antara James dan Loly.


__ADS_2