Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 24


__ADS_3

"Ayo kita ke rumah sakit dan menjenguk Arnold. Kasihan dia tidak ada yang mengurus dia. Pembantu yang bekerja di rumahnya malah memilih untuk mengundurkan diri. Karena takut terlibat dalam kasus penusukan dia yang dilakukan oleh Lalita." James hanya memutar bola matanya dengan malas. James merasa kesal kepada Anya yang masih saja peduli kepada Arnold yang sudah begitu jahat padanya di masa lalu.


James terlihat begitu malas menanggapi apa yang dikatakan oleh Anya. "Ayo siap-siap mau ikut aku atau tidak?" tanya Anya pada James yang hanya bisa menghela nafas kemudian mengikuti Anya.


"Aku heran sekali denganmu, Anya. Kenapa kamu masih bisa peduli kepada laki-laki jahat seperti Arnold? Dia sudah menghancurkan mental dan kehidupanmu di masa lalu. Apakah kau tidak merasa dendam sama sekali padanya?" James terlihat begitu gemas dengan Anya.


"James, menyetir yang benar! Jangan sampai kita kecelakaan gara-gara kamu yang tidak fokus!" protes Anya mengingatkan kepada James yang tadi hampir saja menabrak pejalan kaki yang melintas.


"Ckckc! Jangan katakan padaku kalau kau masih mencintai Arnold dan ingin kembali kepadanya!" James bahkan sampai mengerem tiba-tiba karena kesal di hatinya membayangkan hal itu benar-benar terjadi antara Arnold dan Anya.


Anya langsung mengkeplak bahu James karena tidak suka dengan perkataannya."Jangan bicara sembarangan! Aku tidak mencintainya! Aku juga tidak ingin mengembalikan hubungan kami seperti dulu. Aku hanya merasa kasihan kepadanya sebagai sesama manusia yang hidup di atas dunia ini! Tidak lebih!" James hanya berdecak lidah mendengar apa yang dikatakan Anya.


"Satu hal yang harus kamu ingat, Anya! Berselingkuh itu adalah penyakit kronis. Walaupun sekarang mungkin dia bisa bertaubat tapi suatu saat dia pasti akan kembali kumat lagi. Bahkan mungkin akan semakin parah." Anya merenungkan apa yang dikatakan James kepadanya.


"Aku tahu james!! Oleh karena itu aku sudah membentengi diriku agar tidak terpedaya lagi oleh laki-laki dan jahat dan suka menyakiti hati wanita!" Anya menatap jauh ke depan sementara James tidak terima kalau semua laki-laki dipukul rata semacam itu oleh Anya.


"Jangan karena kau bertemu dengan laki-laki bajingan! Lantas kau menganggap bahwa semua laki-laki di dunia ini adalah b*******! Tidak Anya! di dunia ini banyak laki-laki hebat yang mencintai dan menyayangi wanitanya dengan tulus! Anya, sayang!! Belajarlah untuk menoleh ke belakang. Siapa tahu di sana kau bisa melihat seorang laki-laki yang sedang menunggumu di sudut!" Anya hanya bisa tersenyum simpul mendengar perkataan James.

__ADS_1


Anya mengerti apa yang dikatakan oleh James. Akan tetapi sampai saat ini hatinya masih tertutup dan tidak ingin menerima laki-laki manapun di dalam hidupnya.


" Aku sedang menikmati kesendirianku, James! Aku tidak tertarik untuk menjalani hubungan baru dengan siapapun. Cukup satu kali cintaku dikhianati oleh seseorang!" ucapan Anya membuat James lemas.


"Bukankah kau bilang kalau kau ingin balas dendam kepada Arnold dan Lalita? Lalu apa yang saat ini sedang kau lakukan? Aku malah melihat kamu semakin dekat dengan bajingan itu!" James terlihat begitu cemburu ketika mengatakannya.


"Pembalasan dendam tidak harus melulu dengan menghancurkan sesuatu, James! Aku ingin membuat Arnold merasa menyesal karena dia sudah melepaskanku demi Lalita yang ternyata memilih untuk menghancurkan hidupnya dengan mencuri semua sertifikat benda berharganya. Bisa di katakan, Tuhan yang sudah membalaskan semua itu kepada Arnold lewat wanita yang dia cintai. Apa kau tahu?? Kalau Lalita berselingkuh dengan salah satu anak buahku yang dulu aku tugaskan untuk menggoda Lalita!" James tidak heran sama sekali dengan nasib Arnold sekarang yang begitu menyedihkan.


"Aku ingin setelah kau membereskan masalah dengan perusahaan Arnold, kita kembali ke luar negeri. Aku tidak suka kita tinggal di sini! Kamu jadi tidak fokus dengan bisnismu karena hanya sibuk mengurus Arnold dan istri biadab dia!" James terlihat murka saat berbicara tentang Arnold.


Hal itu terjadi karena James yang mengingat penderitaan Anya gegara Arnold dan Lalita di masa lalu. Lebih gilanya, Lalita pernah menggoda dirinya dengan tanpa merasa malu sama sekali.


"Kamu janji kan? Awas kau tidak boleh mengingkari janji kamu itu!" Anya tersenyum melihat James yang seperti tidak percaya padanya.


James akhirnya mengendarai mobil dengan tenang dan sampai di rumah sakit. James sengaja terus berada di dekat Anya dan tidak membiarkan mereka berduaan.


Entah kenapa James seperti sedang menunjukkan kepemilikannya terhadap Anya di hadapan Arnold.

__ADS_1


James benar-benar tidak rela kalau sampai Anya terluka lagi karena laki-laki itu yang sudah menjatuhkan harkat dan martabatnya di masa lalu.


"Terima Kasih Anya. Karena kamu sudah menolong aku dan membantuku. Mungkin kalau kau tidak datang tepat waktu, aku mungkin sudah lewat karena perbuatan Lalita. Terima kasih sekali lagi!" James menggengam tangan Anya dengan erat.


"Apa kau tahu? Kalau Anya hampir saja masuk penjara gara-gara polisi berpikir bahwa dialah yang sudah mencelakai kamu. Ckckkc!! Apa kau tidak bisa menyelesaikan hubunganmu dengan Lalita secara baik-baik? Sehingga tidak terjadi perbuatan kriminal semacam itu!" Arnold sebenarnya merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh James yang terkesan ikut campur dan mengadilinya.


Arnold menghela nafas berat dan tertekan sekali. Arnold menatap pada James yang terlihat sangat tidak berperasaan sekali.


"Kamu sebenarnya siapa? Kenapa nyambar terus seperti itu dari tadi, obrolanku dengan Anya?" tanya Arnold yang sedikit banyak merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh James yang menurutnya lancang sekali.


Anya melihat mereka berdua seperti bersitegang karena dirinya. Dia merasa tidak nyaman karena hal itu. Anya paling tidak suka kalau melihat James yang sudah mulai mengeluarkan sifat posesifnya kepada siapapun yang dekat dengannya.


"James kita datang kemari bukan untuk membuat orang pusing dengan kelakuan kamu. Tetapi untuk menjenguknya. Bisakah kau tidak membuat keributan disini?" Anya memohon kepada James untuk bisa mengendalikan emosi dan amarahnya.


James akhirnya mengalah dan memilih duduk di sofa yang letaknya tidak terlalu jauh dari keberadaan Anya dan Arnold yang terlihat sedang membicarakan tentang kasus penusukan itu dengan sangat serius.


Anya benar-benar tidak menyangka kalau Lalita tega melakukan hal tersebut kepada Arnold yang dulu mati-matian dia rebut darinya.

__ADS_1


Walaupun pria selingkuhan Lalita merupakan suruhan Anya, tetapi apa yang dilakukan oleh laki-laki itu sudah tidak di bawah kendalinya lagi.


"Jadi apa rencanamu sekarang?" tanya Anya yang merasa prihatin dengan nasib Arnold saat ini.


__ADS_2