Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 7


__ADS_3

Arnold yang masih belum percaya dengan penglihatannya sendiri. Ketika melihat Anya yang naik ke atas podium dan memberikan pidatonya di antara semua tamu yang hadir di pesta itu.


Semua tamu yang sejak tadi begitu penasaran dengan sosok Anya terlihat begitu takjub dan juga kagum dengan pidato yang disampaikan oleh Anya.


Lalita yang melihat begitu banyak laki-laki terpesona kepada sosok Anya. Lalita begitu kesal setengah mati. Dia bahkan sampai memukul Arnold yang tidak juga berkedip matanya ketika melihat Anya yang terlihat menuruni podium dengan tepuk tangan yang begitu meriah dari para tamu undangan.


Tuan rumah yang mengadakan pesta menyambut Anya sambil mengulurkan telapak tangannya lalu ketika Anya menyambutnya dia pun langsung menciumnya dengan lembut.


"Terima kasih atas kedatanganmu di pesta yang sederhana ini. Bagaimana dengan keputusanmu untuk mengakuisisi perusahaan Arnold Bagaskara?" tanya Tuan rumah yang merupakan serorang pemuda tampan yang ada di sampingnya.


Terlihat Anya tersenyum saja, tidak mengatakan apapun. Sejak tadi matanya tertuju kepada Arnold dan Lolita yang masih membeku di tempat.


" Arman! Aku tidak suka dengan keramaian sebuah pesta. Apakah boleh kalau aku pulang secepatnya? sejujurnya aku masih lelah setelah melakukan perjalanan jauh dan ingin sekali beristirahat." pria yang dipanggil Arman itu kemudian meletakkan telapak tangannya di pinggang Anya.



Visualisasi Arman Dirgantara



Visualisasi Anya



Visualisasi Lalita


__ADS_1


Visualisasi Arnold


"Apa yang kau lakukan ini Arman? Aish! Kau jangan macam-macam sama aku. Disini ada begitu banyak orang dan ada juga wartawan. Aku tidak mau kalau sampai besok masuk ke pemberitaan sebagai seorang janda yang mendekati brownies macam kamu! Aku tidak mau ya, kalau harus menjadi bulan-bulanan para fans kamu!" Arman malah tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Anya yang sejak tadi terus memperhatikan Arnold yang begitu frustasi dan cemburu melihat sang mantan istri yang begitu dekat dengan tuan rumah pesta yang sedang dia hadiri.


Lalita jangan ditanya lagi bagaimana ekspresinya melihat Anya yang begitu dekat bersama Arman Dirgantara yang merupakan seorang pengusaha sukses yang saat ini sedang naik daun.


Lalita bahkan mengetahui kalau pemuda itu memiliki sejuta pesona yang sanggup membuat banyak wanita rela meninggalkan kekasih mereka hanya untuk sehari naik ke aras ranjangnya.


Di dunia malam nama Arman Dirgantara memang terkenal sebagai Cassanova yang sangat sulit untuk digapai. Banyak wanita yang berusaha untuk mendekatinya tetapi harus menelan pil kekecewaan.


Julukannya sebagai Casanova. Tetapi dia selalu menghindari para wanita yang tergila-gila kepadanya secara berlebihan.


Bisa dibilang Arman tidak terlalu menyukai para penggemarnya dia malah cenderung tertutup dan terlalu introvert dengan sekitarnya.


Kedua orang tuanya bahkan sangat pusing untuk mencarikan calon istri untuk putra mereka. Arman selalu mempunyai seribu alasan untuk menolak segala kencan buta ataupun pertemuan dengan para gadis yang sudah ditunjuk oleh mereka sebagai calon menantunya.


Anya hanya melirik sinis kepada Arman yang sejak tadi terus saja memperolok dirinya dengan senyumnya yang terlalu manis menurut Anya.


"Arman!! Bisakah kau menghentikan semua kekacauan ini? Aku benar-benar ingin sekali tidur dan istirahat." Anya menatap tajam kepada Arman yang akhirnya mulai menampakkan mimik wajah serius di hadapan sahabatnya.


Anya dan Arman memang sudah saling mengenal sejak dulu. Walaupun tidak banyak media yang menyoroti hubungan mereka berdua.


Arman mengikuti pandangannya yang sejak tadi terus tertuju kepada Arnold dan Lalita yang terlihat masih shock dengan kehadirannya di sana.


"Jangan katakan padaku kalau kau kembali ke Indonesia adalah demi b******* itu! Itu benar-benar tidak lucu sama sekali, Anya!" terlihat Arman yang cemberut kepadanya yang melirik sekilas kepadanya.


Melihat Arnold dan Lalita yang seperti cemburu kepada Arman. Selintas Anya memiliki ide untuk membuat mereka semakin kepanasan.

__ADS_1


Anya tiba-tiba saja merangkul pundak Arman dan membuat pemuda itu menjadi grogi dibuatnya.


"Jangan Katakan padaku kalau kau sekarang sedang memanfaatkan aku demi b******* itu merasa marah dan tidak nyaman dengan kehadiranmu di sini." Arman tampak tidak senang kalau Anya masih memperdulikan seorang Arnold yang merupakan laki-laki yang telah menyakiti hati Anya hingga berkeping-keping.


Bahkan sudah 10 tahun sejak perceraiannya dengan Arnold hingga saat ini Anya masih juga belum menikah ataupun menjalin hubungan dengan laki-laki manapun.


Anya masih menyimpan luka di dalam hatinya hingga saat ini atas pengkhianatan sang suami dengan sahabatnya yang telah dianggap sebagai saudara sendiri selama bertahun-tahun lamanya.


"Arman, tampan!! Ayolah antarkan aku pulang!" Anya kemudian bergelayur manja di bahu Arman yang sampah merinding melihat tatapannya Anya tidak biasa kepada dirinya.


Tetapi Arman benar-benar memanfaatkan situasi Itu untuk kepentingannya sendiri. Jika besok keluar pemberitaan tentang dirinya yang dekat dengan Anya pasti akan langsung heboh dan kedua orang tuanya pasti akan ikut membaca berita tersebut.


'Pasti akan seru kalau kedua orang tuaku mengira aku memiliki hubungan dengan Anya!' batin Arman sambil melirik ke sekitarnya di mana banyak sekali wartawan yang mulai mengambil gambar mereka berdua yang begitu dekat dan intim.


Untuk orang-orang yang tidak terlalu mengenal mereka, pasti berpikir bahwa mereka berdua memiliki hubungan spesial melihat kedekatan semacam itu di antara keduanya.


Apalagi tadi ketika pertama kalinya datang ke pesta, Arman secara khusus menyambutnya. bahkan di dalam tamu undangan pun Anya disebutkan sebagai tamu VVIP di dalam pesta tersebut.


Anya tidak memperdulikan sama sekali suara-suara Sumbang di sekitarnya yang saat ini sedang membicarakan mereka berdua.


Arnold yang benar-benar kesal melihatnya berdekatan dengan Arman sudah bersiap untuk mendekati Mantan istrinya tetapi lagi tak langsung menarik telapak tangannya dan menahan sang suami untuk tidak meninggalkan dia.


"Jangan bilang padaku kalau kau masih mencintai Anya dan ingin kembali kepadanya." terlihat Lalita yang melotot ke arah Arnold yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Jangan bicara sembarangan kamu! Kalau bukan karena untuk menunjang kehidupan mewahmu yang berlebihan itu, tidak mungkin sekarang perusahaan aku menjadi kolaps seperti ini. Sehingga harus menjualnya kepada pihak lain untuk mendapatkan dana segar sehingga perusahaan tidak jatuh dan bangkrut. Apa kamu tahu?? Saat ini satu-satunya perusahaan imvestasi yang memberikan penawaran sangat besar untuk membeli saham-saham kita hanyalah Blue Investasi. Akan tetapi sudah lebih dari satu bulan mereka belum memberikan konfirmasi kepada perusahaan kita. Sekarang aku mengerti alasan semua itu pasti karena hanya yang menahan keputusan dewan direksi di perusahaannya." Lalita terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya.


Lalita benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Anya yang telah dia sakiti sedemikian rupa di masa lalu, kini telah menjadi seorang wanita yang begitu hebat dengan kekuatan keuangan yang sangat mumpuni dan tak tertandingi.

__ADS_1


__ADS_2