Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 26


__ADS_3

'Maafkan mama sayang. Mama hanya tidak ingin kehilanganmu. Mama tidak mau kalau Papamu tahu tentang keberadaanmu di dunia ini, mungkin saja dia akan mengambilmu dari mama dan mama tidak ingin itu terjadi kepada kita berdua. Tidak, sayang! Mama akan berjuang untuk tetap bersamamu dan melindungimu dari siapapun yang akan memisahkan kita!' batin Anya yang merasakan kesedihan luar biasa ketika membayangkan dirinya akan dipisahkan dari Putrinya yang tersayang.


Hanya Loly yang selama ini selalu menjadi penyemangat hidupnya. Di saat dirinya menemui keterpurukan dan terjatuh.


Setelah menutup panggilan itu, semalaman Anya kesulitan untuk tidur. Hatinya menjadi galau dan tidak tenang.


Masalah perusahaan dan juga Arnold membuat Anya mengalami kebimbangan. Apalagi sekarang Arnold dalam kesulitan karena semua sertifikat benda berharganya sudah diambil oleh Lalita.


Anya tidak mau ayah dari anaknya, mengalami kesulitan dalam hidupnya. Padahal dia mampu membantunya. Sementara dia tidak membantunya.


Anya tidak mau kalau suatu saat Loly telah dewasa dan faham tentang situasi mereka, dia akan merasa sedih. Apabila mengetahui ibunya tidak mau memperdulikan kesulitan ayahnya. Loly pasti akan kecewa padanya. Anya ingin menjaga hal itu jangan sampai terjadi di masa yang akan datang.


Setelah merasa kelelahan yang luar biasa, Anya akhirnya tertidur juga dan baru bangun saat James datang kembali ke apartemennya untuk menjemput Anya agar bisa pergi bersama ke kantor.


"Ya ampun, Anya!! Kau itu kenapa pemalas sekali sih? Kenapa jam segini masih belum bangun juga?" James membangunkan Anya dengan kesal.


James mengguncangkan tubuh Anya dengan keras. Anya yang terganggu dengan perbuatan James langsung menarik selimutnya kembali.


"James aku masih mengantuk, oke?? Tadi malam Loly menelponku dan dia menangis karena merindukkan kita berdua. Dia merengek untuk minta datang ke Indonesia. Aku semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan tentang dia." Anya lalu duduk dan menyandarkan tubuhnya di dashboard ranjang. Anya menatap kepada James yang saat ini duduk di tepi ranjang.


James agak terkesiap mendengar apa yang dikatakan Anya. "Karena kesibukan yang luar biasa, sejak kedatangan kita ke Indonesia. Aku juga untuk sesaat melupakan kehadiran Loly. Hah! Sekarang dia pasti sangat kesepian di sana." James terlihat lesu saat dia memikirkan hal tersebut.

__ADS_1


James menatap Anya dengan lekat. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepala James untuk bisa membuat Loly bisa ke Indonesia tanpa merasa khawatir sama sekali dengan sosok Arnold.


'Mungkin dengan aku menikahi Anya, aku akan membuat ibu dan anak itu tidak usah berpisah lagi. Aku bisa melindungi mereka berdua dari b******* itu. Ah, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membantu dan melindungi mereka.' batin James.


Anya mengerutkan keningnya ketika melihat James yang sejak tadi terus saja diam seribu bahasa.


"Eh, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa masih pagi kau sudah kesambet begitu?" tanya Anya sambil mengkeplak lengan James agar membuat pemuda itu sadar.


James seketika tersenyum sambil terus menatap Anya membuat wanita itu menjadi tidak nyaman dengan pandangan mata James yang tertuju kepadanya. Anya kenal James sangat baik. Pandangan mata seperti itu sangat Anya kenali, biasanya James sedang merencanakan sesuatu kalau menatapnya begitu.


"Awas ya kalau kau merencanakan sesuatu yang jahat tentang aku." Anya lalu bangun dan berniat untuk ke kamar mandi.


"Bagaimana kalau kita menikah saja?" tanya James pada Anya yang tentu saja terkejut bukan kepalang ketika mendengarnya.


James menggelengkan kepala dan menggenggam telapak tangan Anya dengan kuat. Membuat Anya jadi takut kepada James.


"Loly pasti akan sangat senang kalau kita menikah. Dia juga bisa ke Indonesia tanpa kamu harus merasa takut dengan Arnold yang akan mengambil dia. Kita akan buat Arnold percaya kalau Loly adalah anakku." James berusaha untuk meyakinkan Anya agar menerima idenya.


Akan tetapi Anya terus menggeleng dan langsung menghempaskan tangan James dengan kesal.


"Berapa kali aku bilang kepadamu?? Kalau aku tidak ingin menikah lagi.Cintaku sudah menghilang James! Cinta seorang Anya yang menghilang! Dan selamanya cinta itu tidak akan pernah ditemukan lagi! Keluar dari kamarku sekarang. Karena aku akan mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor." James seketika lemas tubuhnya mendengar apa yang dikatakan Anya yang begitu keras kepadanya.

__ADS_1


James menatap langkah Anya yang begitu kesal kepadanya."Aku perhatikan kamu sangat baik dan peduli dengan Arnold. Apakah kamu masih berharap untuk bersama dengan dia?" tanya James dengan tatapan membunuh saat melihat Anya yang sontak menghentikan langkah kakinya.


Anya berbalik dan menatap tajam kepada James.


"Gak usah ngelindur, karena ini masih pagi!" hanya kemudian melanjutkan langkah kakinya dan tidak memperdulikan lagi James yang sekarang terduduk lesu di ranjangnya.


Ketika di dalam kamar mandi, terlihat Anya yang menatap wajahnya di cermin. Terlihat air mata Anya berderai. Anya selama ini ingin memberikan pembalasan kepada suaminya dengan cara menyembunyikan keberadaan Loly dari sang suami.


Gadis kecil yang sepanjang hidupnya tidak pernah mengenal Ayah kandungnya sendiri. Karena Anya memang selalu menyembunyikannya dan tidak pernah memberikan clue apapun kepada gadis kecil yang malang itu.


"Maafkan mama, Loly! Karena dendam dan sakit hati telah membuat Mama menjauhkanmu dari ayahmu sendiri dan kau berfikir orang lain sebagai ayahmu. Maafkan Mama! Pembalasan ini sungguh terasa menyakitkan untukmu. Maafkan Mama!" Anya menangis sejadinya di dalam kamar mandi.


James yang bisa mendengar suara tangisan Anya, James jadi merasa bersalah kepada wanita yang selama ini selalu baik dan telah mengangkat derajatnya dari seorang anak Panti Asuhan sekarang menjadi seorang CEO yang terkenal dan kaya raya.


Mungkin bisa dikatakan kekayaan Arnold tidak akan pernah sebanding dengan apa yang dia miliki James saat ini. Hal itu sudah di selidiki oleh Lalita. Membuat wanita yang materialistis dan gila harta itu saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkan James dalam pelukannya.


Lalita saat ini sedang bertemu dengan calon pembeli mansion dan mobil sport milik Arnold yang dia curi sertifikatnya. Lalita tampaknya tidak merasa takut sama sekali dengan perbuatannya itu yang pastinya akan terdeteksi oleh pihak Kepolisian.


Arnold sudah melaporkan kasus pencurian itu dan sekarang sedang diproses oleh pihak yang berwajib.


"Bagaimana?? Bagus kan mansion dan mobilnya? Saya yakin anda pasti tidak akan kecewa." Lalita tersenyum dengan begitu puas karena dia sudah membayangkan dirinya akan menjadi wanita yang kaya raya setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan benda yang dia curi dari Arnold.

__ADS_1


Lalita lupa kalau semua sertifikat itu masih atas nama Arnold dan mobil sport yang merupakan koleksi Ayah mertuanya juga masig atas nama sang pemilik yang sekarang ada di luar negeri.


__ADS_2