Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 20


__ADS_3

"Aku tidak bisa mengatakan apapun atas semua yang sudah kau lakukan padaku. Karena aku tahu itu semua adalah kesalahanku sendiri yang sudah merubah wanita baik sepertimu menjadi monster yang tidak berperasaan seperti sekarang. Maafkan aku, Anya! Aku benar-benar minta maaf kepadamu!" Anya terus menggelengkan kepalanya.


Melihat Arnold yang terus memohon kepadanya. Benar-benar membuat Anya benar-benar tidak sanggup lagi untuk menahan air matanya yang terus saja mendesak ingin keluar dari kelopak matanya.


Anya menangis sesegukan. Hatinya yang sakit sekali seperti kembali diiris oleh kata-kata Arnold.


Arnold bisa melihat derita di mata Anya. Derita yang begitu besar dan tidak sanggup dia harungi kedalamannya. Arnold sadar bahwa dirinya telah benar-benar bersalah kepada Anya.


Ketika Arnold hendak mendekat ke arahnya dan hendak memeluknya, Anya langsung menepis tangan Arnold. Anya langsung pergi dari kediaman Arnold tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Anya bahkan tidak Acuh dengan semua sapaan dari para karyawan yang bekerja di Mansion mimin Arnold. Anya hanya melewati mereka semua dengan air mata yang bercucuran.


Para karyawan Arnold bisa merasakan kesedihan Anya yang luar biasa. Ketika mereka melihat Anya yang keluar dari kamar utama dengan air matanya yang deras mengalir di kelopak matanya.


"Tampaknya Nyonya Anya masih belum bisa memaafkan Arnold hingga saat ini." banyak suara-suara Sumbang yang berasal dari para karyawan yang bekerja di Mansion.


"Nyonya Anya pasti masih mencintai Tuan Arnold. Oleh karena itu dia begitu menderita dengan perpisahan mereka yang sudah sangat lama. Kasihan Nyonya Anya. Cintanya yang besar kepada Tuan kita, malah dibalas dengan penghianatan. Aku gak bisa bayangkan. Bagaimana hari-hari nyonya Anya setelah perpisahan mereka." kepala pelayan terlihat begitu prihatin ketika melihat Anya yang keluar dari mansion milik Arnold.


"Cinta Anya yang menghilang!" tiba-tiba saja Lalita masuk ke mansion milik Arnold dengan begitu PD dan tanpa merasa takut apapun.


Arnold yang melihat kedatangan Lalita dia langsung berlari ke arah wanita itu. Lalita tidak merasa takut sama sekali dengan kedatangan Arnold.


"Cepat kembalikan semua sertifikat yang kau curi dariku! Sebelum aku memanggil polisi untuk menangkapmu!" Arnold langsung mencengkram rahang Lalita yang tersenyum sinis melihat Arnold yang sedang marah kepadanya.

__ADS_1


Arnold merasakan hatinya begitu panas melihat ekspresi Lalita yang sepertinya tidak takut apapun terhadapnya. "Cepat serahkan semua sertifikat itu!" Arnold kembali mengulang apa yang dia katakan tadi kepada Lalita yang meringis kesakitan.


Lalita berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Arnold yang begitu kuat mencengkram rahangnya hingga terasa hendak mati saja rasanya.


"Bunuhlah aku dan selamanya kau tidak akan pernah menemukan sertifikat milikmu!" Lalita tertawa renyah melihat Arnold yang tampak kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang Lalita katakan.


Lalita tertawa terbahak-bahak ketika melihat Arnold yang melepaskannya secara perlahan.


"Katakan padaku apa maumu, huh? Berani sekali kau datang lagi kemari. Setelah semua keburukan yang sudah kau lakukan padaku!" Arnold benar-benar sangat emosi melihat wajah Lalita yang seperti tidak merasa bersalah sama sekali padanya.


Lalita kemudian menjelaskan semuanya kepada Arnold tentang maksud kedatangannya kembali ke rumah itu. Tanpa merasa takut ataupun malu kepada Arnold yang sudah dia rugikan begitu banyak hal.


"Kau cabutlah tuntutan gugatan perceraianmu dan juga laporan pencurian itu. Buat surat perjanjian di atas materai bahwa kau tidak akan pernah menceraikanku untuk selamanya. Maka aku akan segera mengembalikan semua harta benda milikmu." Arnold mendekat kepada Lalita dan mencangkram lehernya dengan erat.


"Ayolah aku hanya memintamu untuk mencabut gugatan perceraian itu dan kau bisa mendapatkan semuanya kembali. Bayangkanlah berapa tahun kau bisa mengumpulkan semua itu kalau aku sampai menjual semuanya?" Lalita terlihat tersenyum penuh kemenangan pada Arnold.


Arnold hendak mengambil ponselnya. "Aku akan meminta kepada polisi untuk menggeledah isi rumahmu! Dan aku akan pastikan kau membusuk di dalam penjara kalau kau tidak mau mengembalikan semua yang sudah kau curi dariku. Apa kau faham?" tanya Arnold pada Lalita.


Akan tetapi Lalita malah tertawa begitu senang mendengar semua yang dikatakan Arnold.


"Lakukan saja semua yang kau katakan tadi. Karena aku tidak peduli sama sekali! Aku akan meminta kepada orangku untuk segera menjual semua barang-barang milikmu dan kau akan jatuh miskin dalam sedetik. Hahaha!! Itu akan sangat menyenangkan bagiku, Arnold! Hahahaha!" gelak tawa Lalita menggema di dalam ruangan.


Tawa Lalita sungguh benar-benar membuat takut semua karyawan yang ada di dalam ruangan itu yang tengah menyimak semua pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


"Nyonya Lalita tampaknya sudah menjadi gila karena hendak di ceraikan oleh Tuan Arnold!" Ucap kepala security kepada rekannya yang hanya prihatin melihat semuanya.


Mereka tidak bisa membayangkan apabila semua yang Lalita katakan benar-benar terjadi. Hanya ada kehancuran yang hakiki di antara mereka berdua.


Arnold menatap pada semua karyawannya yang sedang berkumpul di sana. "Pergi Kalian ke pos kalian masing-masing!!" Arnold berteriak menggema di seluruh ruangan.


Mereka pun kemudian berlarian ketakutan. Arnold sungguh sangat malu di hadapan mereka semua yang harus melihat perdebatannya bersama Lalita.


"Lalita!! Aku katakan padamu satu kali lagi! Cepat serahkan semua barang-barang yang sudah kau curi kepadaku!" Arnold terlihat sudah tidak mampu lagi menahan amarah di hatinya yang sudah berada di ubun-ubun.


Lalita gemetar ketakutan. Tetapi dia tetap keukeuh dengan niatnya semula untuk membuat Arnold mencabut semua gugatan ke atas dirinya.


"Kenapa kau harus bersikeras ingin menceraikan? Selama ini rumah tangga kita baik-baik saja kan? Kenapa Mas?? Kamu tiba-tiba saja menjual semua barang-barang milikku. Bahkan kau menggugat perceraian padaku tanpa aku tahu apa kesalahanku. Aku salah apa, Mas? Sehingga kamu begitu tega padaku!" Lalita mulai memainkan aksi menjadi korban dihadapan Arnold.


Arnold melihat itu semua, hanya muak yang dia rasakan kepada Lalita. mungkin dulu ketika dia belum melihat warna asli Lalita. Arnold akan merasa tersentuh dan terenyuh melihat air mata yang menetes di kelopak matanya.


Akan tetapi Arnold sudah mendengarkan semuanya dan sudah mengetahui segalanya dan dia sudah mengeraskan hatinya untuk tidak terpikat ataupun terpengaruh kepada semua hal yang di lakukan oleh Lalita kepadanya.


"Tidak usah kau bersandiwara di hadapanku karena tidak mempan sama sekali!" suara dingin Arnold benar-benar membuat Lalita kesulitan menelan salivanya sendiri.


Lalita tidak mengetahui sebab musabab perubahan Arnold yang begitu drastis terhadap dirinya.


"Katakan padaku apa yang sudah kulakukan sehingga membuatmu seperti ini, Mas? Katakan padaku!" Lalita menangis tersedu.

__ADS_1


__ADS_2