Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 30


__ADS_3

Anya sudah berada di Indonesia dan sekarang di sinilah Anya sedang berada. Di sebuah restoran terkenal di ibu kota. Bersama Arnold dan Rudi.


"Apa kabar kamu, Anya? Lama sekali kita tidak bertemu, sayang!" Anya hanya meringis mendapat pertanyaan seperti itu dari mantan Ayah mertuanya yang dulu selalu baik kepadanya.


Anya melirik sekilas kepada Arnold yang sejak tadi hanya menundukkan kepala dan tidak berani menatap Anya secara langsung. "Aku baik-baik aja, Om!" Ucap Anya sedikit tidak nyaman.


"Om?? Ayolah Anya!! Papa tidak suka kau panggil Om. Panggil Papa saja seperti biasanya." Ucap Rudi sambil tersenyum kepada Anya yang jadi tidak nyaman ketika mendengar hal itu.


Anya merasa bingung untuk mengatasi hal demikian. "Aku dan Mas Arnold sudah sangat lama sekali bercerai. Tidak elok rasanya kalau aku memanggil Om dengan sebutan papa. Ada wanita lain yang lebih berhak untuk memanggil itu." Rudi langsung menggelengkan kepala dan tidak setuju mendengar perkataan Anya.


Rudi sudah mendengar semua cerita dari mulut Arnold sendiri tentang kehidupan rumah tangga mereka berdua yang dikacaukan oleh kehadiran Lalita di masa lalu.


"Bagi Papa kau satu-satunya menantu di hatiku. Papa sudah menyuruh kepada Arnold untuk segera menceraikan Lalita dan kembali rujuk dengan kamu." Anya benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rudi.


Anya menyetujui untuk bertemu dengan pria paruh baya itu bukan untuk mendengar hal-hal yang seperti itu. Hal yang baginya terasa begitu konyol.


Bagaimana mungkin?? Anya tidak akan pernah menjilat ludahnya sendiri dengan kembali kepada Arnold yang telah menyakiti hatinya sedemikian dalam. Tidak akan!!!


Anya langsung bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi. "Maafkan aku, Om!! Tapi aku sama sekali tidak berniat untuk kembali kepada Mas Arnold. Maafkan aku!! Aku tidak pernah merasakan cinta lagi kepadanya yang ada hanyalah sebuah keikhlasan karena dia dulu lebih memilih Lalita daripada diriku untuk menjadi istrinya." Anya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua yang masih bengong di tempat.

__ADS_1


Rudi dan Arnold saling menatap satu sama lain. Rasanya Mereka melihat kekeras kepalaan seorang Anya yang telah disakiti dengan demikian dalam oleh putranya. Rudi menarik nafas dengan dalam dan menghembuskannya secara kasar.


Sungguh!! Suatu hal yang amat memusingkan kepala kalau sudah berurusan dengan wanita keras kepala seperti Anya yang memiliki pendirian yang sangat kuat.


Apalagi Anya dengan memiliki status yang tinggi dan juga harta yang berlimpah. Anya tidak akan mungkin tergoda seberapa banyak pun mereka menawarkan kekayaan untuknya.


"Rasanya sulit untuk kita bisa membujuknya agar kembali bersamamu. Ayolah Arnold!! Betapa bodohnya kamu dengan kehidupanmu di masa lalu. Bagaimana bisa kau berselingkuh dengan sahabat istrimu sendiri kau benar-benar kebo yang sangat bodoh! sekarang rasakanlah karena mantan istrimu itu kelihatannya akan sangat sulit untuk dibujuk agar bisa rujuk lagi denganmu." Rudi terlihat begitu pening kepalanya memikirkan tentang putranya.


Arnold merasa sangat malu sekali di hadapan ayahnya padahal ayahnya jauh-jauh datang dari Italia untuk membantunya.


Sungguh sebuah kemubaziran waktu yang telah dibuang oleh ayahnya. Arnold sangat tahu kalau ayahnya seorang yang selama ini sangat sibuk dengan bisnisnya sendiri.


"Maafkan aku Pah yang sudah memberikan situasi yang begini buruk kepadamu. Maafkan Arnold!" Arnold hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Pah!! Izinkan Arnold untuk pergi dulu menyusul Anya. Ada hal yang ingin Arnold bicarakan dengannya." Arnold kemudian bangkit dan meninggalkan Rudi tanpa menunggu jawabannya.


Sementara itu Anya saat ini sudah berada di basement restoran. Anya berniat untuk segera meninggalkan restoran itu dengan menggunakan mobilnya sendiri.


Hati Anya saat ini benar-benar sedang murka dan marah kepada Arnold yang sungguh tidak tahu malu. Bagaimana tidak?? Sungguh lancang sekali Arnold dengan meminta Ayah mertuanya untuk datang ke Indonesia hanya untuk membujuk dirinya agar mau kembali rujuk dengannya.

__ADS_1


"Bodoh!! Bisa-bisanya kau mau menemui mereka kembali. Jelas-jelas Arnold sudah membuatmu merasa terluka. Apa yang kau harapkan Anya?? Apa?" monolog Anya sambil menyentuh dadanya dan memukulnya untuk bisa meringankan sesak di hatinya yang begitu besar.


Arnold saat ini terus menatap kepada Anya yang sedang menangis sambil memukuli dadanya. Hati Arnold benar-benar merasakan kepedihan yang luar biasa.


Arnold sadar bahwa dirinya telah memberikan begitu banyak luka untuk wanita sebaik Anya di masa lalu.


"Aku tahu bahwa aku adalah laki-laki b******* yang tidak pantas untuk kau maafkan. Tapi Anya, Apakah benar laki-laki ini tidak bisa kau berikan kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya?? Aku sudah mendapatkan balasan setimpal atau semua perbuatanku di masa lalu kepadamu. Anya!! Aku sudah banyak menangis dan menjalani kehidupan yang begitu sulit bersama Lalita yang ternyata selama ini hanya memanfaatkanku untuk segala kesenangannya bersama selingkuhan dia. Dia tidak pernah mencintaiku Anya!" Anya tersentak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Arnold dengan suara gemetar dan penuh air mata yang mengalir di pipinya.


Hati Anya saat ini seperti ditusuk ratusan sembilu. Anya sudah mau masuk ke dalam mobilnya. Tetapi tiba-tiba saja Arnold mendekatinya dan langsung menciumnya dengan begitu rakus.


Anya terkejut bukan kepalang dengan apa yang dilakukan oleh Arnold yang begitu nekat dan tidak terduga. Anya langsung mendorong tubuh Arnold dan menamparnya sekuat tenaga.


"Hentikan semua kegilaanmu ini!! Aku tidak akan pernah kembali kepadamu ataupun rujuk denganmu! Tidak akan pernah!! Bajingan!" Anya kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Arnold yang masih membeku di tempatnya.


Arnold benar-benar tidak menduga bahwa Anya akan melakukan hal sefrontal itu kepada dirinya.


"Anya, apakah segitu bencinya kamu kepadaku?? Apakah tidak ada kata maaf untuk laki-laki yang ingin kembali dan merajut kembali kisah kita yang sudah hancur gegara Lalita? Apakah tidak ada lagi kesempatan itu?? Kenapa??" Arnold sampai merosot ke lantai dan menangis tersedu.


Hati Arnold saat ini benar-benar sangat terluka dengan reaksi yang sangat ekstrem ditunjukkan oleh Anya kepada dirinya.

__ADS_1


Arnold benar-benar tidak pernah memikirkan hal demikian. Sungguh!! Arnold mengira bahwa Anya masih mencintainya hanya karena hanya yang selalu ada di setiap dia mengalami kesulitan.


"Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir sehingga mengira kalau kau masih mencintaiku dan ingin kembali bersamaku. Aku yang terlalu GR dan tidak sadar dengan kebaikan hatimu yang terlalu mulia. Kamu pasti hanya ingin membantu orang yang menyedihkan seperti aku yang telah dihancurkan oleh wanita yang aku anggap mencintaiku selama ini. Anya!! Apakah kau tertawa saat melihat kehidupanku yang menyedihkan?" monolog Arnold dengan air mata yang terus bersimbah di pipinya.


__ADS_2