Cinta Seorang Anya Yang Menghilang

Cinta Seorang Anya Yang Menghilang
Bab 14


__ADS_3

Lalita yang merasa Penasaran sekali dengan sosok Anya yang baru. Dia pun kemudian mendatangi Anya di kantornya. Hati Lalita benar-benar panas ketika melihat kantor milik Anya yang begitu megah dan mewah.


"Tidak disangka kalau perempuan itu bisa memiliki kesuksesan seperti ini. Aku penasaran!! Dari mana dia mendapatkan dukungan untuk bisa meraih semua ini?" monolog Lalita yang merasa tidak suka dengan kesuksesan yang dimiliki oleh Anya yang selama ini telah menjadi duri di dalam hidupnya.


Lalita walaupun di depannya selalu bersikap seperti sahabatnya, tapi sebenarnya dia adalah musuh dalam selimut yang selalu merasa iri kepada Anya.


Sejak SMA, Lalita selalu menanamkan kebencian di dalam dirinya kepada Anya. Anya yang merupakan seorang wanita yang baik dan juga halus budi tidak pernah merasa curiga sedikitpun dengan Lalita.


Lalita terlihat melotot saat melihat Susilo yang saat ini sedang berjalan bersamaan Anya. Di sana juga banyak para petinggi Blue Investasi yang mengekor di belakang Anya sebagai bawahannya.


"Anya, apa kabar kamu?" tanya Lalita bersikap seakan-akan dia adalah sahabatnya yang baru bertemu lagi setelah sekian lama mereka berpisah.


Lalita bahkan tanpa tahu malu melakukan cipika cipiki kepada Anya di hadapan semua orang-orang yang mengikuti Anya.


Anya hanya mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan Lalita kepada dirinya.


Asisten Anya langsung mendorong tubuh Lalita agar menjauh dari bosnya.


"Mau apa kamu? Jangan dekat-dekat dengan Nyonya Anya!" Lalita berdecih lidah karena merasa kesal kepada asistennya Anya yang begitu menjaga atasannya dengan baik.



Visualisasi Anya



Visualisasi Lalita


__ADS_1


Visalisasi Arnold Bagaskara



Visualisasi James Arthur


"Siapa wanita ini? Kenapa dia tidak sopan sekali kepada kamu?" tanya James yang tiba-tiba saja sudah merangkul Anya dengan posesif.


Anya hanya mengedikkan bahunya. "Tidak usah dipikirkan! Bagiku dia tidak penting sama sekali!" Lalita sampai melotot sempurna mendengar apa yang dikatakan Anya.


"Kau?? Kenapa kau mengatakan kalau aku tidak penting bukankah kita adalah sahabat? Anya! Kau kenalkanlah padaku laki-laki yang berdiri di sampingmu itu," Lalita berbisik di telinga Anya yang hanya bisa tersenyum miring mendengar apa yang di katakan Lalita.


Lalita rupanya sudah lupa dengan cintanya kepada Susilo yang telah membuat dia menjadi buta dan rela melakukan apa saja demi pria beristri itu. Ketika dia melihat ketampanan James yang memang tiada duanya.


"Mau apa dia berbisik di telingamum?" tanya James pada Anya yang kemudian berbisik di telinga pemuda itu dengan perasaan geli bercampur lucu.


"Dia tampaknya ingin mengejarmu, James. Dia ingin kamu untuk menjadi korban berikutnya. Bukankah sekarang Arnold sudah bangkrut dan tidak memiliki apa-apa lagi? Arnold sekarang bahkan menjadi karyawanku dan tidak memiliki harga apapun juga." Lalita merasa panas mendengar apa yang dikatakan oleh Anya tentang Arnold.


"Jangan sembarang bicara, Anya! Aku cuma ingin kenal dia saja. Kau jangan merusak namaku di depan orang-orang ini!" Lalita terlihat marah dengan apa yang dilakukan Anya kepadanya.


Anya hanya mesem saja mendengar yang dikatakan oleh Lalita. "Arnold bukannya memang sekarang sudah menjadi karyawan dari nyonya Anya?" tanya Susilo sambil menatap kepada Anya dengan begitu penuh kekaguman.


Lalita melirik kepada Susilo yang sekarang mulai berbicara. Padahal sejak tadi Dia diam saja dan tidak mengisyaratkan kalau dia mengenal Lalita.


"Terimalah kenyataan itu bahwa suamimu sekarang hanya menjadi pecundang di bawah telapak kaki atasan kami." Lalita cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Susilo.


Lalita benar-benar tidak pernah menyangka kalau ternyata Susilo adalah anak buah Anya.


Lalita sebenarnya ingin sekali menarik kekasih gelapnya dan menjauh dari sana agar dia bisa berbicara dengan Susilo dengan lebih leluasa.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau merasa kaget melihat selingkuhanmu ada di sini?" tanya Anya dengan senyum penuh kemenangan.


Sesungguhnya Susilo adalah orang yang diutus oleh Anya untuk menggoda dan mempengaruhi Lalita. Karena Anya tahu kalau Lalita sejak dulu memang tergila-gila kepada Susilo.


Sungguh suatu kebetulan yang sangat membagongkan bagi Lalita.


Jangan lupakan tentang Anya yang pernah menjadi sahabat Lalita sejak mereka masih SMA dulu. Lalita bisa dikatakan selalu bercerita setiap masalahnya maupun kisah percintaannya kepada Anya.


Kisah mereka memang amat rumit dan sangat sulit untuk dicerna oleh nalar yang sehat.


"Apa maksud kamu dengan selingkuhan? Kami hanya berteman saja lagi pula kami sudah memiliki pasangan sendiri. Benar bukan Pak Susilo?" tanya Lalita yang berusaha untuk menyelamatkan wajahnya di hadapan James yang sekarang menjadi target berikutnya.


Lalita paling tidak suka harus menjadi orang yang berada di bawah Anya mengenai standar hidupnya. Maunya Lalita, dia ingin selalu berada di atas Anya dan mendapatkan semua hal yang dimiliki oleh Anya untuk dirinya.


Lalita merasa bahwa dirinya jauh lebih unggul daripada Anya yang dia anggap rendah. Lalita sejak dulu memang terkenal sebagai anak dari orang kaya. Tapi sayang, perusahaan ayahnya bangkrut karena ditipu oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang merupakan sahabat ayahnya sendiri.


"Pergilah dari perusahaanku Lalita. Kami tidak mau menerimamu di sini!" Lalita sampai melotot sempurna mendengar apa yang dikarenakan oleh Anya yang menurutnya sangat lancang dan kurang ajar sekali.


Lalita bahkan sampai tidak bisa berkata-kata mendengar apa yang dikatakan Anya padanya.


"Pergilah jangan mengganggu pemandangan di sini!" James ikut menimpali apa yang dikatakan Anya kepada Lalita.


Lalita yang saat ini sedang berusaha untuk menjaga image-nya di hadapan James. Dia hanya bisa tersenyum kecut dan menyimpan rasa kesalnya di dalam hati karena dia tidak mau merusak citranya di hadapan James yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Baiklah Anya, aku permisi dulu ya? Nanti, maksudku, lain kali aku akan mendatangi apartemenmu. Hmm, kita bisa makan malam bersama. Mengenang kembali masa lalu kita yang indah!" Anya sampai terbelalak mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang sangat tidak masuk akal untuknya.


Bagaimana mungkin ada seorang wanita yang sangat tidak tahu malu seperti Lalita? Lalita telah merampas suaminya dan sekarang bersikap seakan tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka. Lalita bahkan mengatakan tentang masa lalu yang indah terhadap dirinya di depan semua orang.


Seolah-olah dirinya adalah sahabat yang baik. Padahal Lalita adalah ular berbisa yang sudah menghancurkan kehidupan bahagia seorang Anya di masa lalu. James yang mengetahui semua kisah hidup Anya, dia hanya bisa mengedikkan bahunya melihat tingkah Lalita yang sedang berakting menjadi seorang malaikat tanpa dosa.

__ADS_1


Anya hanya menggelengkan kepalanya setelah kepergian Lalita dari perusahaannya.


"Lupakan saja apa yang dikatakan dia. Anggap saja badut yang sedang membuat lelucon!" ucapan James sontak membuat semua orang yang ada di tempat itu tertawa tertinggal-pingkal, termasuk Susilo yang sejak tadi berusaha untuk memasang wajah senormal mungkin.


__ADS_2