
Semua orang kini menunggu dokter yang akan menyampaikan kabar Arnold yang terbaru. Semua tampak sedih karena melihat raut wajah sang dokter yang di tekuk dan tidak senang.
"Ada apa dokter? Putraku baik- baik saja kan?" Rudi menggenggam telapak tangan sang dokter dan mengguncangnya dengan kuat.
Dokter terlihat begitu tetapkan ketika akan menyampaikan keadaan Arnold pada keluarga yang sudah menunggu di luar ruangan perawatan intensif.
"Maafkan kami, kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyembukannya. Tapi Tuhan nampaknya lebih sayang kepada pasien. Kami kehilangannya 10 menit yang lalu," ucap dokter dengan suara serak.
Rudi sontak jatuh tersungkur. dia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Putra kesayangannya telah meninggal dunia.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga Allah mengampuni segala dosanya ketika hidup." doa Anya tanpa dia sadari.
Loly langsung memeluk ibunya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh dokter. Loly mengelus dadanya yang terasa begitu sakit.
"Allah, engkau lebih menyayangi ayahku. Kini dia tidak perlu merasakan rasa sakit lagi karena kemo ataupun pengobatan lainnya. Tabahkan hati kami yang ditinggalkan oleh almarhum." lirih ucapan Loly, tetapi Anya bisa mendengarkan apa yang dibacakan oleh putrinya yang terlihat sedih.
Rudi terus menangis pilu. Hatinya benar-benar tidak percaya bahwa anaknya meninggal sebelum dirinya.
Seorang ayah harus menanggung rasa sakit yang amata berat karena kehilangan putranya. Rudi terlihat begitu lelah sekali. Selama Arnold berada di rumah sakit, Rudi terus menjaga putranya dengan baik, memberikan pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk kesembuhan Arnold.
Tetapi manusia hanya bisa berusaha Tuhan juga yang menentukan semuanya. Kini Arnold telah dimakamkan. Jasadnya di bawa ke Indonesia dan di makamkan di samping makam ibunya.
__ADS_1
Rudi lebih banyak diam. Hatinya saat ini sedang terhiris karena kehilangan Putra kesayangannya.
Anjani terlihat sedih juga. Tetapi di hatinya dia merasa senang karena anaknya tidak memiliki saingan untuk bisa mendapatkan harta warisan milik Rudi yang amat banyak.
Anjani terlihat melirik kepada Loly yang kini mulai Anjani waspadai. Anjani takut kalau Rudi akan memberikan harta warisan yang seharusnya diberikan kepada Arnold kepada Loly.
'Aku harus waspada. Aku harus mulai menyusun rencana untuk membuat Rudi membenci anak itu. Aku tidak rela kalau kerja kerasku dinikmati oleh mereka begitu saja. Aku sudah menghabiskan masa mudaku untuk melayani bandot tua itu. Aku juga telah merelakan kebahagiaanku sendiri untuk bisa bersama dengan laki-laki yang kucintai. Aku akan mulai menyusun rencana agar Rudi bisa segera menyusul Arnold!' batin Anjani sambil terus melirik ke arah Loly yang sejak tadi tidak pernah menjauh dari Anya dan James.
Jenazah Arnold di bawa ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi milik keluarganya Arnold. Ya! Rudi bisa dikatakan konglomerat di negeri ini.
Pantas kalau Anjani merasa terancam dengan kehadiran Loly di tengah-tengah keluarga suaminya.
"Anakku, Papa berjanji akan memenuhi wasiat dari kamu, Papa berjanji akan menjaga anak kamu. Papa tidak akan membiarkan keturunanmu hidup menderita selama Papa masih hidup." ucap Rudi dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Loly janganlah terlalu tertekan karena meninggal ayahmu. Tuhan mengatur itu semua agar kau selalu ingat dengan ayahmu dan terus mendoakan kebaikannya. Penyesalan itu akan membuat kamu untuk selalu mawas diri." nasehat James sambil menatap kepada Loly yang terlihat begitu sedih.
Anya terus memeluk putrinya. Anya bisa merasakan kesedihan Loly yang pasti seakan dalam mimpi. Bagaimana mungkin seorang ayah yang dia tunggu lebih dari 11 tahun meninggalkannya untuk selamanya, setelah pertemuan mereka kurang dari satu bulan lamanya? Itupun di bumbui dengan amarah dan kebencian di hati Loly kepada Arnold.
Setelah acara pemakaman selesai, Anya membawa pulang Loly ke rumahnya. Tetapi Rudi menghalangi Anya yang hendak membawa Loly.
"Biarkan dia tinggal bersamaku. Sesuai dengan keinginan Arnold sebelum dia meninggal. Anya! Bukankah kamu sudah bersalah kepada kami karena menyembunyikan tentang kelahirannya? Aku akan menuntut Hak asuh Loly dari pengadilan. Dia adalah pewaris keluargaku. Darah daging Arnold satu-satunya. Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Loly dariku." ucap Rudi dengan tatapan begitu serius.
__ADS_1
Anya sangat terkejut mendengar ucapan Rudi yang ingin mengambil Loly dari sisinya.
"Bukankah kamu ada niat untuk menikah lagi dengan laki-laki itu? Kamu bisa memiliki anak berapapun banyak yang kau inginkan dari pria itu. sementara pewarisku hanyalah Loly seorang!" Anjani dan anaknya sejak tadi sudah merasakan sakit hati yang luar biasa karena tidak dianggap oleh Rudi.
Anaknya Anjani memang bukan anak kandung Rudi karena merupakan anak dari hasil pernikahannya dengan suami pertamanya. Anjani benar-benar merasa tersinggung dan terancam dengan apa yang dikatakan Rudi kepada Anya.
'Lurang ajar! Rupanya dia sudah merencanakan ini semua. Dia benar-benar sudah memantapkan hatinya untuk tidak mau mengakui putraku sebagai pewaris keluarganya. Brengsek kau bandot tua! Rupanya pengorbananku dan perjuanganku selama ini tidak pernah dianggap olehnya. Dia tidak pernah menganggap putraku sebagai anaknya!' Anjani terlihat begitu murka.
James dan Anya saling menatap satu sama lain dan saat ini sedang berunding melalui tatapan mata mereka yang bisa mengerti satu sama lain walaupun tanpa bicara.
"Ajukanlah tuntutanmu ke pengadilan dan kita akan melihat siapa yang akan mendapatkan Hak asuh atas Loly. Kami akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk memperjuangkan hak asuhnya." James kemudian meraih tangannya dan Loly untuk meninggalkan area pemakaman.
Akan tetapi belum juga mereka melangkah jauh dari pemakaman Arnold, anak buah Rudi sudah menjegal langkah mereka.
"Kalian boleh pergi dari sini tapi tinggalkan anak kecil itu di sini. Dia akan tinggal bersama Tuan besar kami." ucap salah satu pengawal kepercayaan Rudi.
Rudi sejak tadi hanya menatap gundukan tanah yang masih basah. Dimana tubuh Arnold kini telah terbaring kaku. Sendirian dan kesepian.
Rudi sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk mewujudkan keinginan anaknya sebelum Arnold meninggal. Rudi akan menjadikan Loly sebagai pewarisnya menggantikan Arnold yang sudah wafat.
Tetapi Rudi sekarang harus ekstra berusaha karena harus melawan James dan Anya yang tidak akan diam saja melihat Loly direbut dari mereka.
__ADS_1
"Apa maksud Om melakukan ini? Loly adalah anakku. Dia selamanya akan bersamaku! Aku tidak akan pernah membiarkan kami dipisahkan. Kenapa Om sangat egois?" tanya Anya yang kini sedang merasakan penyesalan luar biasa karena telah mempertemukan Arnold dan Loly.